Tujuh atlet yang hilang sengaja dikondisikan?
Rabu, 08 Agustus 2012 - 18:56 WIB
Tujuh atlet yang hilang sengaja dikondisikan?
A
A
A
Sindonews.com - Kabar hilangnya tujuh atlet Kamerun di Inggris selama Olimpiade London 2012 berlangsung, rupanya menjadi salah satu perhatian khusus, jelang ditutupnya pesta olahraga multi event antar negara tersebut pada 12 Agustus mendatang. Bahkan terdengar rumor bahwa menghilangnya ketujuh atlet tersebut memang sengaja di kondisikan.
Ketua Olimpiade Kamerun mengatakan tujuh atlet Olimpiade negaranya menghilang setelah tiba di Olimpiade London. Para atlet yang menghilang itu telah diketahui sebagai lima petinju seorang perenang dan seorang pemain sepak bola.
Namun seorang sumber yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan kepada sportvoa, kelompok itu menghilang setelah mengumpulkan 4.700 dolar yang diberikan pemerintah Kamerun kepada mereka untuk ikut dalam Olimpiade.
" Mereka meninggalkan perkampungan Olimpiade Minggu malam. Keberadaan mereka kini belum diketahui," tutur sumber tersebut Rabu, (8/8/2012).
Sementara itu ada dugaan mereka sengaja menghilang lantaran mereka tidak ingin pulang ke Kamerun dan memilih untuk menetap di London. Hal itu diungkapkan oleh salah seorang wartawan asal Kamerun David Sandjo. Menurutnya, hal itu bahkan sudah direncanakan ketujuh atlet Kamerun, sebelum bertolak ke London. Mereka menghilang di perkampungan atleh di Stratford, London timur, akhir pekan lalu.
“Mereka mengatakan bahwa mereka sudah tidak memiliki motivasi selama berada di London karena kurangnya perhatian dari pemerintah. Selain itu mereka juga mengeluhkan persiapan yang minim serta segala akomodasi dan infrastruktur yang kurang lancar. Beberapa di antaranya bahkan mengatakan tidaka kan ragu untuk mengubah status kewarganegaraan mereka jika ada kesempatan,” jelas Sandjo.
Disisi lain, hilangnya ketujuh atlet tersebut justru menaruh kecurigaan adanya dukungan dari delegasi Olimpiade Kamerun yang mengizinkan para atletnya untuk memegang paspor mereka. Apalagi kejadian yang sama pernah dilakukan para atlet dari negara Afrika lainnya, seperti yang dilakukan seorang pembawa obor Ethiopia, Natnael Yemane pada bulan Juni lalu. Pemuda berusia 15 tahun itu menghilang dari hotelnya di Nottingham.
Kali ini ketujuh atlet Kamerun yang menghilang tersebut adalah perenang 50 meter gaya bebas, Edingue Ekane (21), penjaga gawang sepak bola wanita Drusille Ngako Tchimi (25), dan lima petinju, seperti Thomas Essomba (kelas terbang ringan/24), Kristen Donfack Adjoufack (kelas berat ringan/28), Yhyacinthe Mewoli Abdon (kelas ringan/26), Blaise Yepmou Mendouo (kelas super berat/27), dan Serge Ambomo
Ketua Olimpiade Kamerun mengatakan tujuh atlet Olimpiade negaranya menghilang setelah tiba di Olimpiade London. Para atlet yang menghilang itu telah diketahui sebagai lima petinju seorang perenang dan seorang pemain sepak bola.
Namun seorang sumber yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan kepada sportvoa, kelompok itu menghilang setelah mengumpulkan 4.700 dolar yang diberikan pemerintah Kamerun kepada mereka untuk ikut dalam Olimpiade.
" Mereka meninggalkan perkampungan Olimpiade Minggu malam. Keberadaan mereka kini belum diketahui," tutur sumber tersebut Rabu, (8/8/2012).
Sementara itu ada dugaan mereka sengaja menghilang lantaran mereka tidak ingin pulang ke Kamerun dan memilih untuk menetap di London. Hal itu diungkapkan oleh salah seorang wartawan asal Kamerun David Sandjo. Menurutnya, hal itu bahkan sudah direncanakan ketujuh atlet Kamerun, sebelum bertolak ke London. Mereka menghilang di perkampungan atleh di Stratford, London timur, akhir pekan lalu.
“Mereka mengatakan bahwa mereka sudah tidak memiliki motivasi selama berada di London karena kurangnya perhatian dari pemerintah. Selain itu mereka juga mengeluhkan persiapan yang minim serta segala akomodasi dan infrastruktur yang kurang lancar. Beberapa di antaranya bahkan mengatakan tidaka kan ragu untuk mengubah status kewarganegaraan mereka jika ada kesempatan,” jelas Sandjo.
Disisi lain, hilangnya ketujuh atlet tersebut justru menaruh kecurigaan adanya dukungan dari delegasi Olimpiade Kamerun yang mengizinkan para atletnya untuk memegang paspor mereka. Apalagi kejadian yang sama pernah dilakukan para atlet dari negara Afrika lainnya, seperti yang dilakukan seorang pembawa obor Ethiopia, Natnael Yemane pada bulan Juni lalu. Pemuda berusia 15 tahun itu menghilang dari hotelnya di Nottingham.
Kali ini ketujuh atlet Kamerun yang menghilang tersebut adalah perenang 50 meter gaya bebas, Edingue Ekane (21), penjaga gawang sepak bola wanita Drusille Ngako Tchimi (25), dan lima petinju, seperti Thomas Essomba (kelas terbang ringan/24), Kristen Donfack Adjoufack (kelas berat ringan/28), Yhyacinthe Mewoli Abdon (kelas ringan/26), Blaise Yepmou Mendouo (kelas super berat/27), dan Serge Ambomo
(wbs)