Pearson pecahkan rekor

Kamis, 09 Agustus 2012 - 09:20 WIB
Pearson pecahkan rekor
Pearson pecahkan rekor
A A A
Sindonews.com - Pelari asal Australia Sally Pearson melengkapi statusnya sebagai juara dunia 100 meter gawang putri dengan meraih emas Olimpiade London pada nomor yang sama saat ia menjadi juara dunia. Tak hanya itu Pearson juga memecahkan rekor Olimpiade setelah mencatatkan waktu 12,35 detik.

Catatan waktu Pearson di London memang belum bisa mematahkan rekor dunia nomor 100 meter gawang yang masih dipegang pelari asal Bulgaria Yordanka Donkova yang menorehkan catatan waktu 12,21 detik pada 1988. Dia hanya mencatatkan rekor Olimpiade yang sebelumnya dipegang atlet Amerika Serikat Joanna Hayes yang membukukan waktu 12,37 detik pada Olimpiade 2004 Athena.

Pada lomba tersebut, Pearson mampu membalas kekalahannya dari juara Olimpiade 2008 Beijing Dawn Harper. Saat itu, Pearson hanya berada di urutan kedua dengan waktu 12,64 detik setelah Harper yang membukukan waktu 12,54 detik. Sementara kali ini giliran Harper yang menempati posisi kedua dengan catatan waktu 12,37 detik, waktu yang dicatatkan Hayes pada Olimpiade 2004 Athena.

Posisi ketiga diisi pelari Amerika Serikat lainnya, Kellie Wells, yang mencatatkan waktu terbaiknya, yakni 12,48 detik, pada partai final tersebut. Sebelum itu, Pearson sempat cemas saat namanya belum muncul. Dia khawatir hasil Beijing 2008 terjadi lagi di London, yakni saat Harper menyalipnya dan menggagalkan ambisinya meraih medali emas.

Sesaat sebelum namanya muncul, Pearson berdiri di tengah hujan dengan kedua tangan memegang kepala. Dengan perasaan cemas, matanya terus mengarah ke layar lebar, tempat pengumuman nama pelari dimunculkan. Ternyata, nama Pearson kali ini berada di urutan teratas sehingga berhak mendapat medali emas.

”Saya tidak menyadari seberapa dekat jarak saya dengan Harper di akhir lomba. Di benak saya berkata, tolong saya mau medali emas kali ini. Jangan biarkan kejadian empat tahun lalu kembali terulang di London,” kata pelari yang berasal dari Australia itu, dilansir ESPN.

Meski yakin menang, Pearson mengaku sempat shocksaat namanya muncul di urutan pertama. Dia merasa sukses itu masih sebatas mimpi. Ternyata, prestasi tersebut benar-benar telah digenggamnya. Menurut atlet terbaik Australia tersebut, kesuksesan ini merupakan hasil kerja keras yang dilakukannya setelah kegagalannya pada 2008.

Apalagi,saat itu medali perak yang dibukukannya disebut-sebut sebagai keberuntungan. Karena itu, dengan kemenangan ini Pearson telah mampu membuktikan kepada dunia bahwa dialah wanita tercepat di nomor 100 meter gawang. Terlebih sebelum itu dia juga menjadi juara dunia di Daegu.

”Saya percaya pada diri saya selama empat tahun terakhir lebih dari apa pun. Ketika saya merebut medali perak di Beijing, saat itulah saya tahu bisa menjadi yang terbaik di nomor ini,” tandas Pearson.

Pearson mengatakan, apa yang diraihnya berkat kepercayaan seluruh masyarakat Australia yang menginginkannya menorehkan sejarah di nomor 100 meter gawang putri. Dan, dia akhirnya mampu menjadi wanita Australia pertama yang meraih medali emas Olimpiade di nomor 100 meter gawang putri sejak nomor itu dipertandingkan pada Olimpiade 1972 Muenchen.

Di sisi lain, Pelatih Sharon Hannan mengungkapkan dirinya sangat gugup saat melihat anak asuhannya berlari melintasi jalur cepat. Hanya, dia yakin sejak awal Pearson akan mampu mengatasi semuanya. Apalagi, mereka sudah berlatih cukup lama berlatih mempersiapkan London 2012.

“Dia ingin emas di London. Jadi, kami melakukan segalanya yang kami bisa selama empat tahun tersebut,” kata Hannan, dilansir The Age.
(akr)
Berita Terkait
Kemenpora Janjikan Bonus...
Kemenpora Janjikan Bonus Lifter Peraih Perak Olimpiade London
Olimpiade London 2012,...
Olimpiade London 2012, Skandal Doping Terbesar dalam Sejarah
Walikota London Kerap...
Walikota London Kerap Diancam dan Harus Dikawal 15 Polisi karena Dia Muslim
Tangis Haru Citra Febrianti...
Tangis Haru Citra Febrianti Dapat Realokasi Medali Perak Olimpiade London 2012
Tahukah Kamu? Ponsel...
Tahukah Kamu? Ponsel Mu BIsa Mendengarkan Anda
10 Tahun Menunggu, Lifter...
10 Tahun Menunggu, Lifter Indonesia Citra Febrianti Terima Medali Perak Olimpiade London
Berita Terkini
Kilas Balik Piala Dunia:...
Kilas Balik Piala Dunia: Prancis Permalukan Spanyol 3-1
37 menit yang lalu
Skuad Prancis Jadi Korban...
Skuad Prancis Jadi Korban Rasisme di Piala Dunia 2026, Bek Spanyol Meradang
58 menit yang lalu
Bukan Harry Kane atau...
Bukan Harry Kane atau Bellingham, Argentina Waspadai Declan Rice Jelang Semifinal Piala Dunia 2026
2 jam yang lalu
Wasit Piala Dunia 2026...
Wasit Piala Dunia 2026 yang Dicoret FIFA Ditemukan Meninggal Dunia, Polisi Turun Tangan
3 jam yang lalu
Lionel Messi Absen Latihan...
Lionel Messi Absen Latihan Jelang Semifinal Piala Dunia 2026
5 jam yang lalu
Laga Terakhir di Stadion...
Laga Terakhir di Stadion Dallas: Prancis vs Spanyol Main di Lapangan Premium
15 jam yang lalu
Infografis
Rekor! Terdapat 771.000...
Rekor! Terdapat 771.000 Tunawisma di Seluruh Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved