Cedera pupuskan ambisi Powell
Kamis, 09 Agustus 2012 - 09:39 WIB
Cedera pupuskan ambisi Powell
A
A
A
Sindonews.com - Mantan juara dunia lari 100 meter asal Jamaika Asafa Powell harus mengakhiri kiprahnya pada ajang olahraga terbesar sejagat setelah hasil pemeriksaan medis menunjukkan ada cedera otot adductor pada kaki kirinya. Alhasil, ambisinya meraih medali pada Olimpiade 2012 London pun sirna.
”Dia butuh sekitar tiga pekan untuk memulihkan cederanya. Dia juga tidak boleh berlatih selama tiga pekan. Jadi, untuk kembali normal, Powell harus benar-benar istirahat total,” kata agen Powell, Paul Doyle dilansir Reuters.
Powell mengalami cedera otot pada nomor final 100 meter Olimpiade 2012 London, Minggu 5 Agustus 2012 yang lalu. Dia berada di urutan terakhir dari delapan atlet yang berlomba, yang dimenangi rekan senegaranya dari Jamaika Usain Bolt serta Yohan Blake yang masing-masing berhak atas medali emas dan perak.
Dia hanya mencatatkan waktu 11,99 detik atau tertinggal 2,36 detik dari peraih medali emas Bolt. Selain di nomor 100 meter putra, Powell semula disiapkan turun di nomor 4x100 meter estafet putra. Apalagi, dia juga menjadi pelari penentu tim Jamaika ketika membuat rekor Olimpiade pada lari estafet 4x100 meter dengan catatan waktu 37,10 pada Olimpiade 2008 Beijing.
Sehingga dengan kondisi cedera tersebut, Powell hanya bisa pasrah. Dia dipastikan batal membela negaranya di nomor tersebut. Posisinya sudah pasti digantikan Blake bersama Nesta Carter, Michael Frater,dan Bolt yang memang menjadi salah satu dari empat pelari Jamaika saat menorehkan rekor dunia baru di nomor tersebut dengan catatan waktu 37,04 detik pada Kejuaraan Dunia Atletik di Daegu, Korea Selatan, 2011.
Keempat pelari itu pula yang akan mewakili Jamaika saat tampil pada final lari 4x100 meter estafet putra, Sabtu 11 Agustus 2012 mendatang. Yang menarik, banyak pihak yang mengkritik penampilan Powell selama ini. Banyak penggemar yang frustrasi dan kecewa dengan kejadian yang dialami pelari kelahiran 28 November 1982 ini. Bahkan, beberapa fans beropini jika Powell telah melakukan spekulasi terhadap cederanya tersebut, sementara yang lain bersikeras mendukung penuh dengan berbagai alasan.
“Tidak ada yang salah dengan orang-orang menjadi diri sendiri. Tapi, untuk menciptakan alasan konstan bukan hal yang baik bagi siapa pun,” komenter yang tertulis di media sosial yang dilansir Yahoo Sports.
Namun, Powell memberikan bantahan terhadap kritik tersebut. Dia mengatakan tidak dapat mengontrol nasibnya. “Saya bisa memahami itu dan menghargai fakta bahwa Anda mengharapkan saya untuk medali. Namun, saya tidak memiliki kuasa untuk mengontrol nasib,” tulis Powell, dalam akun Facebook-nya.
”Dia butuh sekitar tiga pekan untuk memulihkan cederanya. Dia juga tidak boleh berlatih selama tiga pekan. Jadi, untuk kembali normal, Powell harus benar-benar istirahat total,” kata agen Powell, Paul Doyle dilansir Reuters.
Powell mengalami cedera otot pada nomor final 100 meter Olimpiade 2012 London, Minggu 5 Agustus 2012 yang lalu. Dia berada di urutan terakhir dari delapan atlet yang berlomba, yang dimenangi rekan senegaranya dari Jamaika Usain Bolt serta Yohan Blake yang masing-masing berhak atas medali emas dan perak.
Dia hanya mencatatkan waktu 11,99 detik atau tertinggal 2,36 detik dari peraih medali emas Bolt. Selain di nomor 100 meter putra, Powell semula disiapkan turun di nomor 4x100 meter estafet putra. Apalagi, dia juga menjadi pelari penentu tim Jamaika ketika membuat rekor Olimpiade pada lari estafet 4x100 meter dengan catatan waktu 37,10 pada Olimpiade 2008 Beijing.
Sehingga dengan kondisi cedera tersebut, Powell hanya bisa pasrah. Dia dipastikan batal membela negaranya di nomor tersebut. Posisinya sudah pasti digantikan Blake bersama Nesta Carter, Michael Frater,dan Bolt yang memang menjadi salah satu dari empat pelari Jamaika saat menorehkan rekor dunia baru di nomor tersebut dengan catatan waktu 37,04 detik pada Kejuaraan Dunia Atletik di Daegu, Korea Selatan, 2011.
Keempat pelari itu pula yang akan mewakili Jamaika saat tampil pada final lari 4x100 meter estafet putra, Sabtu 11 Agustus 2012 mendatang. Yang menarik, banyak pihak yang mengkritik penampilan Powell selama ini. Banyak penggemar yang frustrasi dan kecewa dengan kejadian yang dialami pelari kelahiran 28 November 1982 ini. Bahkan, beberapa fans beropini jika Powell telah melakukan spekulasi terhadap cederanya tersebut, sementara yang lain bersikeras mendukung penuh dengan berbagai alasan.
“Tidak ada yang salah dengan orang-orang menjadi diri sendiri. Tapi, untuk menciptakan alasan konstan bukan hal yang baik bagi siapa pun,” komenter yang tertulis di media sosial yang dilansir Yahoo Sports.
Namun, Powell memberikan bantahan terhadap kritik tersebut. Dia mengatakan tidak dapat mengontrol nasibnya. “Saya bisa memahami itu dan menghargai fakta bahwa Anda mengharapkan saya untuk medali. Namun, saya tidak memiliki kuasa untuk mengontrol nasib,” tulis Powell, dalam akun Facebook-nya.
(aww)