Dituduh curang, Chris Hoy marah
Kamis, 09 Agustus 2012 - 11:02 WIB
Dituduh curang, Chris Hoy marah
A
A
A
Sindonews.com - Atlet sepeda trek Inggris Raya, Sir Chris Hoy usai menyumbangkan emas keenam bagi negaranya dituding curang oleh tim peserta Olimpiade London 2012 yang lain. Kemenangan tersebut membuat saingan utama Inggris yaitu Prancis menaruh curiga kepada upaya Chris Hoy dalam meraih medali.
Direktur tim Prancis, Isabelle Gautheron mengatakan Inggris Raya telah melakukan kecurangan dengan menggunakan teknologi secara illegal. “Inggris telah menyembunyikan roda dengan begitu banyak untuk digunakan pada sepeda mereka, sehingga dia berhasil finish,” kata Gautheron seperti dilansir TheSun, Kamis (9/8/2012).
Pernyataan itu terang membuat Hoy marah. Menurutnya, jika tim lain ingin menjuarai setiap turnamen besar, maka mereka harus mempersiapkan diri dengan sangat baik dan bukan malah menuduh tim Inggris Raya melakukan kecurangan.
“Mereka tidak bisa terus melihat apa yang kami lakukan. Tetapi, Mereka harus berpikir tentang persiapan mereka sendiri dan cara mereka tampil. Sulit bagi tim mana pun ketika telah mengukir prestasi selama empat tahun dan kemudian dengan begitu mudah dihancurkan oleh negara lain. Hal itu yang sangat menyakitkan. Dan itu telah kami lakukan untuk menempatkan sepeda trek Inggris Raya menjadi yang terbaik di dunia,” tandasnya.
Hoy sendiri juga mengaku bangga dengan raihan prestasi yang telah diukirnya sejauh ini, dimana ia menjadi atlet Inggris Raya tersukses dalam cabang sepeda trek. “Kemenangan ini sangat membanggakan dan saya akan menikmati keberhasilan ini usai Olimpiade berakhir,” tambahnya.
Sementara itu, Manajer teknis tim Britania Raya, Chris Boardman mengatakan tim usai memenangkan medali telah mendengar komentar dari Prancis, namun tim bersikeras tidak ada satu barang pun yang disemunyikan.
“Para Bersepeda International Union telah terlibat dalam sebuah pengecekan dan semua peralatan ini telah diteliti oleh mereka dan disetujui. Ini bukan peralatan, itu adalah pemahaman apa yang sebenarnya membuat perbedaan. Pembalap Inggris telah mencapai puncaknya pada pertengahan musim panas ketika sebagian besar pengendara bisa mencapai puncak pada Kejuaraan Dunia di Maret dan April,” tambahnya.
Direktur tim Prancis, Isabelle Gautheron mengatakan Inggris Raya telah melakukan kecurangan dengan menggunakan teknologi secara illegal. “Inggris telah menyembunyikan roda dengan begitu banyak untuk digunakan pada sepeda mereka, sehingga dia berhasil finish,” kata Gautheron seperti dilansir TheSun, Kamis (9/8/2012).
Pernyataan itu terang membuat Hoy marah. Menurutnya, jika tim lain ingin menjuarai setiap turnamen besar, maka mereka harus mempersiapkan diri dengan sangat baik dan bukan malah menuduh tim Inggris Raya melakukan kecurangan.
“Mereka tidak bisa terus melihat apa yang kami lakukan. Tetapi, Mereka harus berpikir tentang persiapan mereka sendiri dan cara mereka tampil. Sulit bagi tim mana pun ketika telah mengukir prestasi selama empat tahun dan kemudian dengan begitu mudah dihancurkan oleh negara lain. Hal itu yang sangat menyakitkan. Dan itu telah kami lakukan untuk menempatkan sepeda trek Inggris Raya menjadi yang terbaik di dunia,” tandasnya.
Hoy sendiri juga mengaku bangga dengan raihan prestasi yang telah diukirnya sejauh ini, dimana ia menjadi atlet Inggris Raya tersukses dalam cabang sepeda trek. “Kemenangan ini sangat membanggakan dan saya akan menikmati keberhasilan ini usai Olimpiade berakhir,” tambahnya.
Sementara itu, Manajer teknis tim Britania Raya, Chris Boardman mengatakan tim usai memenangkan medali telah mendengar komentar dari Prancis, namun tim bersikeras tidak ada satu barang pun yang disemunyikan.
“Para Bersepeda International Union telah terlibat dalam sebuah pengecekan dan semua peralatan ini telah diteliti oleh mereka dan disetujui. Ini bukan peralatan, itu adalah pemahaman apa yang sebenarnya membuat perbedaan. Pembalap Inggris telah mencapai puncaknya pada pertengahan musim panas ketika sebagian besar pengendara bisa mencapai puncak pada Kejuaraan Dunia di Maret dan April,” tambahnya.
(akr)