60 Persen atlet Olimpiade pakai doping
Kamis, 09 Agustus 2012 - 14:55 WIB
60 Persen atlet Olimpiade pakai doping
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Laboratorium Bay Area Koperasi (BALCO), Victor Conte mengatakan pengujian tes kesehatan untuk para atlet di Olimpiade London 2012 sudah tidak berfungsi dengan baik. Menurutnya, selama Olimpiade berlangsung tes kesehatan yang sudah dilakukan kepada 6 ribu atlet sungguh tidak relevan.
"Pada dasarnya ini adalah pertandingan paling mahal yang pernah diuji dan kami telah melakukan 6.000 tes. Dan sebagian atlet telah menggunakan obat-obatan terlarang selama ajang olahraga terbesar tersebut berlangsung," kata Conte seperti dilansir Reuters, Kamis (9/8/2012).
Dalam beberapa terakhir ini komentar Conte, sering sekali muncul dalam sebuah surat kabar di Inggris. Salah satu pernyataan yang sangat mencengangkan adalah ketika Conte telah memperkirakan 60 persen atlet di Olimpiade berada dalam obat-obatan.
Diakuinya, Conte berserta para ilmuwan BALCO setidaknya setiap hari harus melakukan kurang lebih 10.000 pengujian yang dilakukan di berbagai tempat. Mulai dari perkampungan atlet, rumah pribadi guna menguji sejauh mana penggunaan atlet terhadap obat-obat yang dilarang dikonsumsi dalam olahraga.
Ia menambahkan para ilmuwan telah bekerja sepanjang waktu di laboratorium anti doping yang berada di pinggiran kota London dan setelah menganalisa lebih dari 6.000 urin dan sampel darah selama Olimpiade, Blanco telah menemukan hal yang sangat mengejutkan.
"Para Atlet sudah dihantui dengan masalah doping dan ini sangat mengejutkan kami dimana di ajang terbesar dunia ini masih terdapat pemakai doping tersebut," ucapnya.
Balco sendiri sebelumnya pada ajang Olimpiade 2000 mereka terbukti bersalah karena sebagai pemasok obat peningkat stamina kepada sejumlah atlet yang mengikuti ajang olahraga terbesar sejagat tersebut. Bahkan kasus tersebut menyebabkan hingga beberapa atlet yang terbukti bersalah menggunakan doping harus dibatalkan perolehan medalinya.
"Pada dasarnya ini adalah pertandingan paling mahal yang pernah diuji dan kami telah melakukan 6.000 tes. Dan sebagian atlet telah menggunakan obat-obatan terlarang selama ajang olahraga terbesar tersebut berlangsung," kata Conte seperti dilansir Reuters, Kamis (9/8/2012).
Dalam beberapa terakhir ini komentar Conte, sering sekali muncul dalam sebuah surat kabar di Inggris. Salah satu pernyataan yang sangat mencengangkan adalah ketika Conte telah memperkirakan 60 persen atlet di Olimpiade berada dalam obat-obatan.
Diakuinya, Conte berserta para ilmuwan BALCO setidaknya setiap hari harus melakukan kurang lebih 10.000 pengujian yang dilakukan di berbagai tempat. Mulai dari perkampungan atlet, rumah pribadi guna menguji sejauh mana penggunaan atlet terhadap obat-obat yang dilarang dikonsumsi dalam olahraga.
Ia menambahkan para ilmuwan telah bekerja sepanjang waktu di laboratorium anti doping yang berada di pinggiran kota London dan setelah menganalisa lebih dari 6.000 urin dan sampel darah selama Olimpiade, Blanco telah menemukan hal yang sangat mengejutkan.
"Para Atlet sudah dihantui dengan masalah doping dan ini sangat mengejutkan kami dimana di ajang terbesar dunia ini masih terdapat pemakai doping tersebut," ucapnya.
Balco sendiri sebelumnya pada ajang Olimpiade 2000 mereka terbukti bersalah karena sebagai pemasok obat peningkat stamina kepada sejumlah atlet yang mengikuti ajang olahraga terbesar sejagat tersebut. Bahkan kasus tersebut menyebabkan hingga beberapa atlet yang terbukti bersalah menggunakan doping harus dibatalkan perolehan medalinya.
(akr)