Tulang fibula patah, Mitchell terus berlari kencang
Jum'at, 10 Agustus 2012 - 02:43 WIB
Tulang fibula patah, Mitchell terus berlari kencang
A
A
A
Sindonews.com – Aksi heroik ditunjukkan pelari Amerika Serikat Manteo Mitchell saat berlomba di penyisihan heat lari estafet 4x400 meter putra. Bagaimana tidak, Mitchell yang merasakan sakit dan mendengar tulang fibulanya kirinya patah di tengah lomba, terus berlari kencang.
Ia terus berlari untuk menyerahkan tongkat estafet kepada Josh Mance. Perjuangan Mitchell tidak sia-sia dengan turut menolong tim AS finis kedua di penyisihan dan lolos ke final lari estafet 4x400 meter pada Jumat malam.
Andai Mitchell menyerah dengan rasa sakitnya tersebut, tim estafet putra AS dipastikan tidak akan berpeluang mendapatkan medali. Dan, andai nanti tim estafet AS meraih emas di final, maka mereka harus berterima kasih kepada Mitchell.
"Saya melihat Josh Mance memberi saya isyarat untuk memberikan tongkat kepadanya. Saya juga tidak ingin membiarkan ketiga teman saya dan tim saya mentalnya jatuh. Jadi, saya terus berlari. Sakit sekali. Saya sangat takjub bisa terus berlari selama 45 detik ketika kaki kiri patah,’’kata Mitchell.
Dokter Bob Adams mengonfirmasikan jika Mitchell mengalami patah fibula. Mitchell mengaku jika cederanya itu sudah dirasakan ketika ia jatuh dari tangga perkampungan atlet beberapa hari lalu. Cedera itu semakin parah ketika dia berlari di penyisihan heat.
"Tiga hari lalu saya menaiki tangga dan saya salah tumpuan,’’kata pelari berusia 25 tahun itu. "Saya mendapat perawatan dan membaik. Saya merasa enakan ketika pemanasan,’’jelasnya.
Namun, ketika lomba, Mitchell merasakan ada yang salah. Ia merasakan sakit di fibula kirinya.’’Saya sedikit melambat, tapi saya tetap bertahan dan setelah 100 meter saya merasakan ada keanehan,’’tuturnya.
’’Saya hanya berpikir kurang enak saja. Ketika melangkah di akhir jarak 200 meter, saya merasakan ada yang patah. Saya dengar itu. Saya sedikit meringis, tapi penonton yang sangat bergemuruh tidak mendengarnya.’’
Ia terus berlari untuk menyerahkan tongkat estafet kepada Josh Mance. Perjuangan Mitchell tidak sia-sia dengan turut menolong tim AS finis kedua di penyisihan dan lolos ke final lari estafet 4x400 meter pada Jumat malam.
Andai Mitchell menyerah dengan rasa sakitnya tersebut, tim estafet putra AS dipastikan tidak akan berpeluang mendapatkan medali. Dan, andai nanti tim estafet AS meraih emas di final, maka mereka harus berterima kasih kepada Mitchell.
"Saya melihat Josh Mance memberi saya isyarat untuk memberikan tongkat kepadanya. Saya juga tidak ingin membiarkan ketiga teman saya dan tim saya mentalnya jatuh. Jadi, saya terus berlari. Sakit sekali. Saya sangat takjub bisa terus berlari selama 45 detik ketika kaki kiri patah,’’kata Mitchell.
Dokter Bob Adams mengonfirmasikan jika Mitchell mengalami patah fibula. Mitchell mengaku jika cederanya itu sudah dirasakan ketika ia jatuh dari tangga perkampungan atlet beberapa hari lalu. Cedera itu semakin parah ketika dia berlari di penyisihan heat.
"Tiga hari lalu saya menaiki tangga dan saya salah tumpuan,’’kata pelari berusia 25 tahun itu. "Saya mendapat perawatan dan membaik. Saya merasa enakan ketika pemanasan,’’jelasnya.
Namun, ketika lomba, Mitchell merasakan ada yang salah. Ia merasakan sakit di fibula kirinya.’’Saya sedikit melambat, tapi saya tetap bertahan dan setelah 100 meter saya merasakan ada keanehan,’’tuturnya.
’’Saya hanya berpikir kurang enak saja. Ketika melangkah di akhir jarak 200 meter, saya merasakan ada yang patah. Saya dengar itu. Saya sedikit meringis, tapi penonton yang sangat bergemuruh tidak mendengarnya.’’
(aww)