Llano Mahardika minta maaf
Jum'at, 10 Agustus 2012 - 09:45 WIB
Llano Mahardika minta maaf
A
A
A
Sindonews.com – Pernyataan maaf dilontarkan staf departemen PT LPIS Llano Mahardika.Dia tak mengira aktivitasnya mengenai transfer Titus ‘Tibo’ Bonai berimbas panjang,terlebih saat dirinya mendapat skorsing tiga bulan.
PT Liga Prima Sportindo Indonesia (PT LPIS) memang memberikan hukuman itu kepada Llano.Pasalnya, mantan CEO Persebaya Surabaya itu dianggap sosok paling bertanggung jawab atas kegagalan Tibo merumput di tim Thailand BEC Tero Sasana.
Karena itu,Llano ingin meminta maaf kepada semua pihak terkait Tibo yang gagal bermain di Thailand seperti Persebaya yang sempat dijadikan klub Tibo saat mengubah administrasi transfer matching system(TMS) hingga Persipura Jayapura yang merupakan bekas klub Tibo.
“Saya membenarkan kesalahan itu dan saya ingin meminta maaf,” ungkapnya. Sementara CEO PT LPIS Widjajanto menilai pemberian hukuman tiga bulan itu sudah tepat,apalagi masa bakti Llano bersama PT LPIS akan berakhir pada 31 Oktober.Hukuman itu juga tak lepas dari sikap kooperatif yang ditunjukkan Llano.
Sayang,Widja—sapaan Widjajanto—belum berani memberikan paparan terkait masa depan Llano bersama PT LPIS.Widja pun tak ingin berandai-andai,termasuk tak akan memperpanjang masa jabatan Llano seusai insiden memalukan tersebut.
Dia hanya ingin Llano mendapat teguran keras atas pemberian hukuman tersebut,apalagi tindakannya itu menjurus ke pidana. “Kami telah memberikan hukuman tiga bulan dan kami ingin dia tak lagi mengulangi kesalahannya itu,” tandasnya.
PT Liga Prima Sportindo Indonesia (PT LPIS) memang memberikan hukuman itu kepada Llano.Pasalnya, mantan CEO Persebaya Surabaya itu dianggap sosok paling bertanggung jawab atas kegagalan Tibo merumput di tim Thailand BEC Tero Sasana.
Karena itu,Llano ingin meminta maaf kepada semua pihak terkait Tibo yang gagal bermain di Thailand seperti Persebaya yang sempat dijadikan klub Tibo saat mengubah administrasi transfer matching system(TMS) hingga Persipura Jayapura yang merupakan bekas klub Tibo.
“Saya membenarkan kesalahan itu dan saya ingin meminta maaf,” ungkapnya. Sementara CEO PT LPIS Widjajanto menilai pemberian hukuman tiga bulan itu sudah tepat,apalagi masa bakti Llano bersama PT LPIS akan berakhir pada 31 Oktober.Hukuman itu juga tak lepas dari sikap kooperatif yang ditunjukkan Llano.
Sayang,Widja—sapaan Widjajanto—belum berani memberikan paparan terkait masa depan Llano bersama PT LPIS.Widja pun tak ingin berandai-andai,termasuk tak akan memperpanjang masa jabatan Llano seusai insiden memalukan tersebut.
Dia hanya ingin Llano mendapat teguran keras atas pemberian hukuman tersebut,apalagi tindakannya itu menjurus ke pidana. “Kami telah memberikan hukuman tiga bulan dan kami ingin dia tak lagi mengulangi kesalahannya itu,” tandasnya.
(wbs)