Polisi Inggris siaga terorisme jelang Olimpiade berakhir
Sabtu, 11 Agustus 2012 - 00:19 WIB
Polisi Inggris siaga terorisme jelang Olimpiade berakhir
A
A
A
Sindonews.com - Pihak kepolisian Inggris berjanji all-out mengantisipasi setiap insiden sekecil apa pun. Mereka tak mau kecolongan dalam mengamankan Olimpiade London yang berakhir Minggu (12/8/2012).
Asisten Kepolisian Inggris, Chris Allison, mengatakan, setiap tindakan kontra terorisme yang telah terjadi adalah bagian dari kegiatan keamanan. Namun, penyelenggaraan Olimpiade ini tidak terkait dengan masalah ini.
Salah satu perhatian dari pihak berwenang adalah mencegah kemungkinan terulangnya serangan di Uganda yang menewaskan 79 orang saat menonton final sepak bola Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.
Kepala Badan Intelejen MI5, Jonathan Evans telah memperingatkan sebelum penyelenggaraan olahraga terbesar ini bahwa Olimpiade menjadi sasaran yang sangat menarik untuk diserang.
’’Kunci bagi saya adalah memastikan Olimpiade ini berlangsung aman dan 10,8 juta orang memiliki waktu yang fantastis untuk menyaksikan setiap pertandingan. Itulah yang saya lihat saat ini, karenanya saya selalu mengatakan harus fokus pada setiap pertandingan olahraga di mana pun tempatnya,” jelas Allison seperti dilansir Reuters, Sabtu (11/8/2012).
Dia menambahkan, serangan teroris bisa terjadi kapan saja menjelang akhir pertandingan. Sehingga Allison yang menjabat sebagai koordinator keamanan selama Olimpiade telah melakukan perencanaan untuk mencegah hal tersebut.
Diakuinya, untuk mencegah hal tersebut pihak kepolisian terus melakukan operasi keamanan di tempat yang dianggap rawan. Mulai dari stasiun kereta api hingga taman yang dapat membahayakan masyarakat asing maupun masyarakat lokal.
Operasi keamanan ini yang terbesar dilakukan di Inggris selama masa damai dan itu berjalan lancar. Operasi ini juga melibatkan semua bagian angkatan bersenjata di Inggris. ’’Ini telah menjadi operasi besar kepolisian untuk memastikan seluruh masyarakat yang berada di Inggris aman selama Olimpiade berakhir.’’
Asisten Kepolisian Inggris, Chris Allison, mengatakan, setiap tindakan kontra terorisme yang telah terjadi adalah bagian dari kegiatan keamanan. Namun, penyelenggaraan Olimpiade ini tidak terkait dengan masalah ini.
Salah satu perhatian dari pihak berwenang adalah mencegah kemungkinan terulangnya serangan di Uganda yang menewaskan 79 orang saat menonton final sepak bola Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.
Kepala Badan Intelejen MI5, Jonathan Evans telah memperingatkan sebelum penyelenggaraan olahraga terbesar ini bahwa Olimpiade menjadi sasaran yang sangat menarik untuk diserang.
’’Kunci bagi saya adalah memastikan Olimpiade ini berlangsung aman dan 10,8 juta orang memiliki waktu yang fantastis untuk menyaksikan setiap pertandingan. Itulah yang saya lihat saat ini, karenanya saya selalu mengatakan harus fokus pada setiap pertandingan olahraga di mana pun tempatnya,” jelas Allison seperti dilansir Reuters, Sabtu (11/8/2012).
Dia menambahkan, serangan teroris bisa terjadi kapan saja menjelang akhir pertandingan. Sehingga Allison yang menjabat sebagai koordinator keamanan selama Olimpiade telah melakukan perencanaan untuk mencegah hal tersebut.
Diakuinya, untuk mencegah hal tersebut pihak kepolisian terus melakukan operasi keamanan di tempat yang dianggap rawan. Mulai dari stasiun kereta api hingga taman yang dapat membahayakan masyarakat asing maupun masyarakat lokal.
Operasi keamanan ini yang terbesar dilakukan di Inggris selama masa damai dan itu berjalan lancar. Operasi ini juga melibatkan semua bagian angkatan bersenjata di Inggris. ’’Ini telah menjadi operasi besar kepolisian untuk memastikan seluruh masyarakat yang berada di Inggris aman selama Olimpiade berakhir.’’
(aww)