Inggris kurang sosialisasikan olahraga
Sabtu, 11 Agustus 2012 - 02:07 WIB
Inggris kurang sosialisasikan olahraga
A
A
A
Sindonews.com - Mungkin banyak yang beranggapan penyelenggaraan Olimpiade London 2012, berhasil menarik perhatian seluruh pecinta olahraga di dunia. Namun tidak untuk anak-anak yang berada di pinggiran kota Inggris.
Pada dasarnya penyelenggaraan Olimpiade Inggris itu adalah bagaimana ajang olahraga terbesar di dunia ini dapat mendorong aktivitas olahraga di sekolah-sekolah dan hal ini telah memicu perdebatan sengit di kalangan politisi, guru dan orang tua.
Hal ini juga yang telah menarik perhatian Rumi Begum untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Dia mengatakan Charlotte O’Brien dan Edward Smith mungkin salah satu anak-anak yang terbatas untuk bisa menikmati olahraga.
“Bagaimana kami dapat melihat anak-anak lebih menyukai bidang olahraga yang mereka sukai, jika pemerintah telah memutuskan semangat mereka dengan tidak memperdulikannya,” kata Rumi Begum seperti dilansir Reuters, Sabtu (11/8/2012).
Begum merupakan salah satu peserta pembawa obor Olimpiade di sekitar jalan Inggris menuju ke stadion Olimpiade sekaligus pemimpin olahraga Tower Hamlets yang terdapat di kota kecil London. Sekarang kesibukannya itu adalah membantu mengatur kegiatan dan memperkenalkan anak-anak berbagai olahraga.
Sementara pengajar pendidikan fisik di salah satu sekolah, Sarah mengatakan sangat sulit membangun percaya diri anak-anak mengenai olahraga, jika fasilitas yang diberikan pemerintah terlalu mahal. Sebab, sekolah jarang memiliki fasilitas seperti kolam renang atau yang lainnya.
“Saya pikir orang perlu membuat perbedaan antara inspirasi dan sekolah. Menurut saya Sekolah memiliki infrastruktur untuk menyediakan fasilitas yang memadai untuk memelihara inspirasi, tapi kenyataannya tidak. Jadi sangat sulit membangun mental anak-anak pinggiran kota mengenai dunia olahraga,” kata Sarah.
Pada dasarnya penyelenggaraan Olimpiade Inggris itu adalah bagaimana ajang olahraga terbesar di dunia ini dapat mendorong aktivitas olahraga di sekolah-sekolah dan hal ini telah memicu perdebatan sengit di kalangan politisi, guru dan orang tua.
Hal ini juga yang telah menarik perhatian Rumi Begum untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Dia mengatakan Charlotte O’Brien dan Edward Smith mungkin salah satu anak-anak yang terbatas untuk bisa menikmati olahraga.
“Bagaimana kami dapat melihat anak-anak lebih menyukai bidang olahraga yang mereka sukai, jika pemerintah telah memutuskan semangat mereka dengan tidak memperdulikannya,” kata Rumi Begum seperti dilansir Reuters, Sabtu (11/8/2012).
Begum merupakan salah satu peserta pembawa obor Olimpiade di sekitar jalan Inggris menuju ke stadion Olimpiade sekaligus pemimpin olahraga Tower Hamlets yang terdapat di kota kecil London. Sekarang kesibukannya itu adalah membantu mengatur kegiatan dan memperkenalkan anak-anak berbagai olahraga.
Sementara pengajar pendidikan fisik di salah satu sekolah, Sarah mengatakan sangat sulit membangun percaya diri anak-anak mengenai olahraga, jika fasilitas yang diberikan pemerintah terlalu mahal. Sebab, sekolah jarang memiliki fasilitas seperti kolam renang atau yang lainnya.
“Saya pikir orang perlu membuat perbedaan antara inspirasi dan sekolah. Menurut saya Sekolah memiliki infrastruktur untuk menyediakan fasilitas yang memadai untuk memelihara inspirasi, tapi kenyataannya tidak. Jadi sangat sulit membangun mental anak-anak pinggiran kota mengenai dunia olahraga,” kata Sarah.
(aww)