Lagi, Bolt pecahkan rekor lari dunia
Minggu, 12 Agustus 2012 - 12:43 WIB
Lagi, Bolt pecahkan rekor lari dunia
A
A
A
Sindonews.com - Pelari asal Jamaika Usain Bolt kembali membuat torehan fenomenal. Bolt sukses meraih emas ketiga, pada nomor estafet 4x100 meter putra di kancah Olimpiade London 2012.Tidak hanya itu, sprinter berusia 25 tahun itu juga mencatatkan rekor dunia baru 36.84 dengan Bolt sebagai pelari terakhir dalam tim.
Diperkuat Quartet Nesta Carter, Michael Frater dan peraih dua medali perak Yohan Blake serta sang juara Bolt. Tim Jamaika seakan tak terbendung dengan para pesaingnya tersebut, mereka membukukan catatan waktu lebih cepat dari apa yang mereka hasilkan hasilkan di kejuaraan dunia di Taegu, Korea Selatan dengan catatan waktu 37.04 detik pada 2011 lalu.
Usai melangkah ke garis finish kemenangan, Bolt langsung meluapkan kegembiraan dengan melakukan selebrasi dengan gaya menembak ciri khas identiknya.
Sementara itu, Tim Amerika Serikat harus puas dengan raihan medali perak sedang perunggu oleh Trinidad dan Tobago.
Pada kesempatan Olimpiade tahun ini,pelari berusia 25 tahun itu menyentuh garis finis pertama dengan catatan waktu 19,32 detik.Bolt mengalahkan dua rekan senegaranya Yohan Blake dengan selisih waktu 0,12 detik dan Warren Weir yang merebut tempat ketiga.
“Inilah yang saya inginkan dan saya mendapatkannya.Saya sangat bangga dengan diriku sendiri,”kata Bolt,dilansir BBCSport.“Sebelum datang ke sini,saya memulai musim dengan kurang bagus.Tapi, saya berhasil melakukannya dengan baik di sini,”ujarnya. Keberhasilan pelari berjuluk Lightning Bolt itu di nomor 200 meter sekaligus mengawinkan medali emas yang terlebih dahulu diperolehnya di nomor 100 meter.
Yang jelas,keberhasilannya di nomor 200 meter membuat dia mengumpulkan lima medali emas sepanjang keikutsertaan di Olimpiade.Dengan begitu,dia merayakannya dengan cara melakukan lima kali push-upbeberapa meter setelah melewati garis finis. Intinya,kesuksesan Bolt pada dua nomor lari bergengsi itu membuat dia berhasil mempertahankan status sebagai juara bertahan.
Sebelumnya,Bolt sempat diklaim sebagai pelari kedua di belakang Lewis, yang berhasil mempertahankan emas di nomor 100 meter dan 200 meter di Olimpiade 1984,Los Angeles,dan Olimpiade 1988 di Seoul,Korea Selatan. Kesuksesan Bolt membuat Lewis angkat bicara.Dia pun menginginkan petugas medis melakukan tes doping kepada pelari andalan Jamaika itu.“Saya tak curiga secara pasti,tapi kami tetap harus waspada.
Bukankah hal itu yang harus dijaga dalam olahraga”papar Lewis. Mendengar sindiran itu,Bolt menyerang balik sang legendaris.Menurut dia,Lewis hanya ingin merendahkan atlet trek. Apalagi,dia pernah terjerat kasus doping sampai tiga kali,kendati menepis semua tuduhan itu dan berhasil lolos ke Seoul. Kondisi itu membuat pelari kelahiran Trelawny, Jamaika,21 Agustus 1986,itu tak lagi memiliki rasa hormat kepada Lewis.
Dia menilai,ucapan itu telah merusak kekagumannya kepada sang legendaris,yang dianggapnya hanya mencari perhatian. “Saya ingin mengatakan sesuatu kontroversial.Saya tak punya lagi rasa hormat kepadanya.Segala ucapannya itu hanya untuk cari perhatian karena tak ada lagi orang yang berbicara tentangnya saat ini. Mengecewakan sekali orang sepertinya,”ucap Bolt. Bolt pun tak mau
Diperkuat Quartet Nesta Carter, Michael Frater dan peraih dua medali perak Yohan Blake serta sang juara Bolt. Tim Jamaika seakan tak terbendung dengan para pesaingnya tersebut, mereka membukukan catatan waktu lebih cepat dari apa yang mereka hasilkan hasilkan di kejuaraan dunia di Taegu, Korea Selatan dengan catatan waktu 37.04 detik pada 2011 lalu.
Usai melangkah ke garis finish kemenangan, Bolt langsung meluapkan kegembiraan dengan melakukan selebrasi dengan gaya menembak ciri khas identiknya.
Sementara itu, Tim Amerika Serikat harus puas dengan raihan medali perak sedang perunggu oleh Trinidad dan Tobago.
Pada kesempatan Olimpiade tahun ini,pelari berusia 25 tahun itu menyentuh garis finis pertama dengan catatan waktu 19,32 detik.Bolt mengalahkan dua rekan senegaranya Yohan Blake dengan selisih waktu 0,12 detik dan Warren Weir yang merebut tempat ketiga.
“Inilah yang saya inginkan dan saya mendapatkannya.Saya sangat bangga dengan diriku sendiri,”kata Bolt,dilansir BBCSport.“Sebelum datang ke sini,saya memulai musim dengan kurang bagus.Tapi, saya berhasil melakukannya dengan baik di sini,”ujarnya. Keberhasilan pelari berjuluk Lightning Bolt itu di nomor 200 meter sekaligus mengawinkan medali emas yang terlebih dahulu diperolehnya di nomor 100 meter.
Yang jelas,keberhasilannya di nomor 200 meter membuat dia mengumpulkan lima medali emas sepanjang keikutsertaan di Olimpiade.Dengan begitu,dia merayakannya dengan cara melakukan lima kali push-upbeberapa meter setelah melewati garis finis. Intinya,kesuksesan Bolt pada dua nomor lari bergengsi itu membuat dia berhasil mempertahankan status sebagai juara bertahan.
Sebelumnya,Bolt sempat diklaim sebagai pelari kedua di belakang Lewis, yang berhasil mempertahankan emas di nomor 100 meter dan 200 meter di Olimpiade 1984,Los Angeles,dan Olimpiade 1988 di Seoul,Korea Selatan. Kesuksesan Bolt membuat Lewis angkat bicara.Dia pun menginginkan petugas medis melakukan tes doping kepada pelari andalan Jamaika itu.“Saya tak curiga secara pasti,tapi kami tetap harus waspada.
Bukankah hal itu yang harus dijaga dalam olahraga”papar Lewis. Mendengar sindiran itu,Bolt menyerang balik sang legendaris.Menurut dia,Lewis hanya ingin merendahkan atlet trek. Apalagi,dia pernah terjerat kasus doping sampai tiga kali,kendati menepis semua tuduhan itu dan berhasil lolos ke Seoul. Kondisi itu membuat pelari kelahiran Trelawny, Jamaika,21 Agustus 1986,itu tak lagi memiliki rasa hormat kepada Lewis.
Dia menilai,ucapan itu telah merusak kekagumannya kepada sang legendaris,yang dianggapnya hanya mencari perhatian. “Saya ingin mengatakan sesuatu kontroversial.Saya tak punya lagi rasa hormat kepadanya.Segala ucapannya itu hanya untuk cari perhatian karena tak ada lagi orang yang berbicara tentangnya saat ini. Mengecewakan sekali orang sepertinya,”ucap Bolt. Bolt pun tak mau
(wbs)