Suntikan moral Die Nati dari Balkan
Jum'at, 17 Agustus 2012 - 11:08 WIB
Suntikan moral Die Nati dari Balkan
A
A
A
Sindonews.com – Persiapan compang-camping,tapi penampilannya cukup menjanjikan. Begitulah hasil laga persahabatan yang dipetik timnas Swiss melawan Kroasia dengan skor akhir 4-2 di Split, Kroasia, Rabu (15/8).
Uniknya, kemenangan anak asuh Ottmar Hitzfeld itu ditentukan pemain berdarah Kroasia berpaspor Swiss,Mario Gavranovic. Gavranovic yang pernah tampil menawan bersama Schalke 04,tapi kemudian digrounded dan pindah ke FC Zurich mencetak dua gol ke gawang tanah leluhurnya.Tak pelak,Gavranovic kerap mendapatkan siulan dari sekitar 15 ribuan penonton yang memadati Stadion Poljud,Split,Kroasia.
Sebelumnya,Swiss mencetak dua gol terlebih dahulu melalui Tranquillo Barnetta dan Granit Xhaka.Sementara dua gol tuan rumah dicetak Eduardo. Kemenangan tim tamu,terlebih keganasan Gavranovic mencetak gol ke gawang Kroasia membuatnya mendapat pujian.Dia pantas mendapatkan itu karena kemenangan Die Natie––julukan Swiss––di luar dugaan banyak pihak.
Komentator SF2, televisi Pemerintah Swiss,Sascha Hofer mengaku cukup lega dengan kemenangan ini.“Tentu saja kami puas,Kroasia salah tim sepak bola yang kuat di Eropa,”katanya seusai pertandingan. Paling tidak,secara kasatmata ataupun prestasi,Swiss di atas kertas ketinggalan dua setrip dari negara pecahan Balkan itu. Bahkan, dalam daftar terbaru yang dikeluarkan FIFA,Kroasia berada di peringkat 9 dunia.
Karena itu,kemenangan di kandang Kroasia sangat di luar prediksi.Selain persiapan Heidiland tidak maksimal,tiga punggawa anak asuh Ottmar Hitzfeld tercatat kurang segar.Inler,Dzemaili,dan Behrami baru saja datang dari Beijing, China dalam pertandingan ekshibisi bersama Napoli.Philippe Senderos juga tak memperkuat Die Nati karena cedera.
Begitu pula dengan absennya Eren Derdiyok,ujung tombak yang diharapkan bisa mengisi kekosongan yang ditinggalkan Alex Frei dan Marco Streller. Paling tidak,keberhasilan itu memotivasi langkah Swiss menjalani pertandingan perdana babak Kualifikasi Piala Dunia yang akan dilangsungkan di Ljubljana,Slovenia, 7 September mendatang.
Uniknya, kemenangan anak asuh Ottmar Hitzfeld itu ditentukan pemain berdarah Kroasia berpaspor Swiss,Mario Gavranovic. Gavranovic yang pernah tampil menawan bersama Schalke 04,tapi kemudian digrounded dan pindah ke FC Zurich mencetak dua gol ke gawang tanah leluhurnya.Tak pelak,Gavranovic kerap mendapatkan siulan dari sekitar 15 ribuan penonton yang memadati Stadion Poljud,Split,Kroasia.
Sebelumnya,Swiss mencetak dua gol terlebih dahulu melalui Tranquillo Barnetta dan Granit Xhaka.Sementara dua gol tuan rumah dicetak Eduardo. Kemenangan tim tamu,terlebih keganasan Gavranovic mencetak gol ke gawang Kroasia membuatnya mendapat pujian.Dia pantas mendapatkan itu karena kemenangan Die Natie––julukan Swiss––di luar dugaan banyak pihak.
Komentator SF2, televisi Pemerintah Swiss,Sascha Hofer mengaku cukup lega dengan kemenangan ini.“Tentu saja kami puas,Kroasia salah tim sepak bola yang kuat di Eropa,”katanya seusai pertandingan. Paling tidak,secara kasatmata ataupun prestasi,Swiss di atas kertas ketinggalan dua setrip dari negara pecahan Balkan itu. Bahkan, dalam daftar terbaru yang dikeluarkan FIFA,Kroasia berada di peringkat 9 dunia.
Karena itu,kemenangan di kandang Kroasia sangat di luar prediksi.Selain persiapan Heidiland tidak maksimal,tiga punggawa anak asuh Ottmar Hitzfeld tercatat kurang segar.Inler,Dzemaili,dan Behrami baru saja datang dari Beijing, China dalam pertandingan ekshibisi bersama Napoli.Philippe Senderos juga tak memperkuat Die Nati karena cedera.
Begitu pula dengan absennya Eren Derdiyok,ujung tombak yang diharapkan bisa mengisi kekosongan yang ditinggalkan Alex Frei dan Marco Streller. Paling tidak,keberhasilan itu memotivasi langkah Swiss menjalani pertandingan perdana babak Kualifikasi Piala Dunia yang akan dilangsungkan di Ljubljana,Slovenia, 7 September mendatang.
(wbs)