PSIM rayakan Ultah ke-83 tanpa kemeriahan
Kamis, 06 September 2012 - 14:01 WIB
PSIM rayakan Ultah ke-83 tanpa kemeriahan
A
A
A
Sindonews.com – PSIM Yogyakarta memasuki usia ke-83, Rabu (5/9/2012). Namun, peringatan ulang tahun tim yang usianya lebih tua dari PSSI ini dilakukan sangat sederhana. Tidak ada kemeriahan sama sekali seperti peringatan ulang tahun pada umumnya.
Peringatan ulang tahun Laskar Mataram, julukan PSIM hanya dilakukan dengan doa bersama dan memotong tumpeng. Dalam pelaksanaannya pun tidak banyak manajemen yang hadir. Hanya ada Direktur Teknik Dwi Irianto, Media Officer Ajiek Tarmidzi serta Direktur Keuangan Sudjut Dwi Utomo.
“Kita memang tidak memperingati ulang tahun ini secara berlebihan. Yang terpenting adalah kebersamaan. Memasuki usia ke-83, mudah-mudahan menjadi titik awal untuk meraih prestasi lebih baik di masa mendatang,” kata Dwi Irianto, di sela acara.
Senada Ajiek Tarmidzi mengungkapkan, di usia yang sudah tidak muda lagi, Laskar Mataram butuh penyegaran agar bisa berbicara banyak di kancah sepakbola nasional. Penyegaran tidak saja dilakukan terhadap tim, melainkan juga manajemen.
“Ini jadi awal kita untuk melakukan penyegaran. Moment ini sangat pas untuk memulai semuanya dengan sesuatu yang baru, yang lebih fresh. Harus ada penyegaran tim, manajemen, maupun program,” kata Ajiek.
Dia mengatakan, untuk merealisasikan penyegaran itu, manajemen bakal segera bertemu untuk berembuk. Dengan begitu, ada kesepahaman untuk membangun kembali tim kebanggaan warga Kota Yogyakarta ini. “Kita akan bertemu secepatnya untuk rembukan,” terang dia.
Ajiek menambahkan, untuk membawa PSIM ke arah lebih baik, tim kebanggaan Brajamusti dan The Maident ini butuh sosok leader yang cakap. Beberapa nama sempat muncul ke permukaan seperti Herry Zudianto, Dwi Irianto, Joko Tirtono maupun Hadianto Ismangoen. “Siapa yang nantinya memimpin, monggo. Yang penting bisa ngemong dan cinta PSIM,” tambahnya.
Peringatan ulang tahun Laskar Mataram, julukan PSIM hanya dilakukan dengan doa bersama dan memotong tumpeng. Dalam pelaksanaannya pun tidak banyak manajemen yang hadir. Hanya ada Direktur Teknik Dwi Irianto, Media Officer Ajiek Tarmidzi serta Direktur Keuangan Sudjut Dwi Utomo.
“Kita memang tidak memperingati ulang tahun ini secara berlebihan. Yang terpenting adalah kebersamaan. Memasuki usia ke-83, mudah-mudahan menjadi titik awal untuk meraih prestasi lebih baik di masa mendatang,” kata Dwi Irianto, di sela acara.
Senada Ajiek Tarmidzi mengungkapkan, di usia yang sudah tidak muda lagi, Laskar Mataram butuh penyegaran agar bisa berbicara banyak di kancah sepakbola nasional. Penyegaran tidak saja dilakukan terhadap tim, melainkan juga manajemen.
“Ini jadi awal kita untuk melakukan penyegaran. Moment ini sangat pas untuk memulai semuanya dengan sesuatu yang baru, yang lebih fresh. Harus ada penyegaran tim, manajemen, maupun program,” kata Ajiek.
Dia mengatakan, untuk merealisasikan penyegaran itu, manajemen bakal segera bertemu untuk berembuk. Dengan begitu, ada kesepahaman untuk membangun kembali tim kebanggaan warga Kota Yogyakarta ini. “Kita akan bertemu secepatnya untuk rembukan,” terang dia.
Ajiek menambahkan, untuk membawa PSIM ke arah lebih baik, tim kebanggaan Brajamusti dan The Maident ini butuh sosok leader yang cakap. Beberapa nama sempat muncul ke permukaan seperti Herry Zudianto, Dwi Irianto, Joko Tirtono maupun Hadianto Ismangoen. “Siapa yang nantinya memimpin, monggo. Yang penting bisa ngemong dan cinta PSIM,” tambahnya.
(wbs)