Segudang masalah timnas senior
Jum'at, 07 September 2012 - 01:30 WIB
Segudang masalah timnas senior
A
A
A
Sindonews.com - Jelang digulirkannya Turnamen SCTV Cup, 9-10 September mendatang, tim nasional (timnas) Indonesia masih dipusingkan segudang masalah. Salah satu kendala yang masih terjadi adalah belum lengkapnya komposisi pemain.
Dalam ajang tersebut, Indonesia mengirimkan dua tim; timnas U-22 dan timnas senior. Timnas muda Merah Putih akan menjalani laga perdana kontra timnas Malaysia U-22, Minggu (9/9). Sedangkan timnas senior Indonesia, akan dijajal Korea Utara, Senin (10/9).
Turnamen yang tinggal hitungan hari ada beberapa kendala di skuad timnas senior Indonesia. Dua ujung tombak asal Papua, Patrich Wanggai dan Titus ‘Tibo’ Bonai, sampai saat ini belum juga kunjung bergabung. Kedua pemain tersebut, masih terkendala dengan masalahnya masing-masing.
''Tibo dan Wanggai, saya terus berkomunikasi dengan keduanya. Dan sejauh ini, mereka terus berkomitmen untuk membela timnas. Untuk Tibo, dia masih meminta waktu untuk menyelesaikan masalah keluarganya. Sedangkan Wanggai, juga ada urusan keluarga,” ungkap penanggung jawab timnas, Bernhard Limbong, di kantor PSSI, Jakarta, Kamis (6/9).
''Masalah-masalah ini tetap kami berikan perhatian, karena kami tidak ingin ada rasa kecemburuan dengan pemain yang lain. Agar masalah itu tidak terjadi, kami terus memberikan pengertian kepada para pemain lainnya,” sambung pria yang juga menjabat sebagai ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI tersebut.
Limbong pun menegaskan, jika manajemen timnas tidak akan terpengaruh dengan adanya timnas bentukan Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia (KPSI). Selain itu, Limbong juga menjelaskan jika dirinya tidak akan memaksa jika ada pemain-pemain yang memutuskan untuk keluar dari pelatihan timnas (pelatnas).
“Kami merasa tidak ada tandingan dalam pembentukan timnas. Dan adanya beberapa pemain yang keluar dari timnas, saya merasa seharusnya mereka berpikir bijak. Karena saya merasa pemanggilan timnas adalah yang utama,” paparnya.
Sementara itu, timnas U-22 Malaysia sudah menginjakkan kaki di Tanah Air. Ong Kim Swe, pelatih Harimau Muda, julukan timnas U-22 Malaysia, mengatakan dirinya hanya membawa lima pemain yang berhasil menundukan timnas U-22, lima gol tanpa balas. Bicara soal target, Ong tidak mau bicara muluk-muluk.
“Untuk target, tentu kami ingin dapatkan hasil yang terbaik. Tapi tentu saja, bermain dengan timnas Indonesia bukan pekerjaan yang mudah. Karena kamu pun tahu, jika timnas Indonesia juga sudah mempersiapkan diri dengan sangat baik,” jelas pelatih yang mengantar timnas U-23 Malaysia meraih medali emas SEA Games 2011.
Dalam ajang tersebut, Indonesia mengirimkan dua tim; timnas U-22 dan timnas senior. Timnas muda Merah Putih akan menjalani laga perdana kontra timnas Malaysia U-22, Minggu (9/9). Sedangkan timnas senior Indonesia, akan dijajal Korea Utara, Senin (10/9).
Turnamen yang tinggal hitungan hari ada beberapa kendala di skuad timnas senior Indonesia. Dua ujung tombak asal Papua, Patrich Wanggai dan Titus ‘Tibo’ Bonai, sampai saat ini belum juga kunjung bergabung. Kedua pemain tersebut, masih terkendala dengan masalahnya masing-masing.
''Tibo dan Wanggai, saya terus berkomunikasi dengan keduanya. Dan sejauh ini, mereka terus berkomitmen untuk membela timnas. Untuk Tibo, dia masih meminta waktu untuk menyelesaikan masalah keluarganya. Sedangkan Wanggai, juga ada urusan keluarga,” ungkap penanggung jawab timnas, Bernhard Limbong, di kantor PSSI, Jakarta, Kamis (6/9).
''Masalah-masalah ini tetap kami berikan perhatian, karena kami tidak ingin ada rasa kecemburuan dengan pemain yang lain. Agar masalah itu tidak terjadi, kami terus memberikan pengertian kepada para pemain lainnya,” sambung pria yang juga menjabat sebagai ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI tersebut.
Limbong pun menegaskan, jika manajemen timnas tidak akan terpengaruh dengan adanya timnas bentukan Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia (KPSI). Selain itu, Limbong juga menjelaskan jika dirinya tidak akan memaksa jika ada pemain-pemain yang memutuskan untuk keluar dari pelatihan timnas (pelatnas).
“Kami merasa tidak ada tandingan dalam pembentukan timnas. Dan adanya beberapa pemain yang keluar dari timnas, saya merasa seharusnya mereka berpikir bijak. Karena saya merasa pemanggilan timnas adalah yang utama,” paparnya.
Sementara itu, timnas U-22 Malaysia sudah menginjakkan kaki di Tanah Air. Ong Kim Swe, pelatih Harimau Muda, julukan timnas U-22 Malaysia, mengatakan dirinya hanya membawa lima pemain yang berhasil menundukan timnas U-22, lima gol tanpa balas. Bicara soal target, Ong tidak mau bicara muluk-muluk.
“Untuk target, tentu kami ingin dapatkan hasil yang terbaik. Tapi tentu saja, bermain dengan timnas Indonesia bukan pekerjaan yang mudah. Karena kamu pun tahu, jika timnas Indonesia juga sudah mempersiapkan diri dengan sangat baik,” jelas pelatih yang mengantar timnas U-23 Malaysia meraih medali emas SEA Games 2011.
(aww)