Italia harus lebih tajam dan antusias
Rabu, 12 September 2012 - 13:02 WIB
Italia harus lebih tajam dan antusias
A
A
A
Sindonews.com - Pelatih Italia, Cesare Prandelli, menginginkan pasukan Gli Azzurri lebih antusias dalam melakoni sebuah pertandingan. Meskipun Andrea Pirlo dkk berhasil memetik poin penuh setelah mengatasi perlawanan Malta dengan skor 2-0, namun sang pelatih menilai timnya seharusnya bisa tampil lebih baik lagi pada pertandingan tersebut.
Pasukan biru Italia sendiri tampil menjalani laga dengan performa yang kurang memuaskan. Dua gol dari Mattia Destro dan Federico Peluso belum cukup membuktikkan kualitas finalis Piala Dunia 2012 itu sebenarnya.
"Kami tahu September adalah bulan tidak terbaik kami dan kami tidak sangat tajam, tapi kami harus menemukan kembali antusiasme kami, kecepatan dan gaya bermain ciri khas kami sebenarnya,” kata Prandelli dikutip football-italia, Rabu (12/9/2012).
Mantan pelatih Fiorentina itu menempati janjinya untuk tampil dengan formasi andalan 4-2-3-1 dengan Alessandro Diamanti di belakang striker. Tetapi memasuki babak kedua ia memutuskan mencoba beberapa eksperimen dengan skema permainan 4-3-3. Dengan menempatkan bintang muda Lorenzo Insigne dan Mattia Destro bermain lebih melebar.
“Kami sedikit lebih terorganisir di babak kedua, menunjukkan semangat yang lebih besar dan menciptakan ruang yang lebih luas,”ungkapnya.
"Insigne melakukannya dengan baik, begitu pun Destro. Kami bermain melebar dan menggandalkan serangan lewat sisi pinggir lapangan,” imbuhnya.
Pasukan biru Italia sendiri tampil menjalani laga dengan performa yang kurang memuaskan. Dua gol dari Mattia Destro dan Federico Peluso belum cukup membuktikkan kualitas finalis Piala Dunia 2012 itu sebenarnya.
"Kami tahu September adalah bulan tidak terbaik kami dan kami tidak sangat tajam, tapi kami harus menemukan kembali antusiasme kami, kecepatan dan gaya bermain ciri khas kami sebenarnya,” kata Prandelli dikutip football-italia, Rabu (12/9/2012).
Mantan pelatih Fiorentina itu menempati janjinya untuk tampil dengan formasi andalan 4-2-3-1 dengan Alessandro Diamanti di belakang striker. Tetapi memasuki babak kedua ia memutuskan mencoba beberapa eksperimen dengan skema permainan 4-3-3. Dengan menempatkan bintang muda Lorenzo Insigne dan Mattia Destro bermain lebih melebar.
“Kami sedikit lebih terorganisir di babak kedua, menunjukkan semangat yang lebih besar dan menciptakan ruang yang lebih luas,”ungkapnya.
"Insigne melakukannya dengan baik, begitu pun Destro. Kami bermain melebar dan menggandalkan serangan lewat sisi pinggir lapangan,” imbuhnya.
(aww)