Di Matteo minta Anton dan Terry berjabat tangan
Sabtu, 15 September 2012 - 21:22 WIB
Di Matteo minta Anton dan Terry berjabat tangan
A
A
A
Sindonews.com – Kasus rasis yang dituduhkan bek Queens Park Rangers (QPR) Anton Ferdinand kepada bek Chelsea John Terry telah usai di pengadilan. Namun, tidak untuk di lapangan. Dikabarkan Anton akan menolak berjabat tangan dengan Terry di laga antara QPR kontra Chelsea, Sabtu (15/9/2012)
Situasi tersebut mengundang komentar dari pelatih Chelsea Roberto Di Matteo. Pelatih asal Italia itu meminta kedua pemain tersebut bersalaman. Ia menilai penolakan jabat tangan dapat menjadi contoh buruk bagi dunia sepakbola.
"Saya telah berbicara dengan pemain dan dari sudut pandang kami, tidak ada masalah. Para pemain kami baik-baik saja. Mereka menghormati aturan dan kami akan berjabat tangan,” ungkap Di Matteo seperti dikutip The Sun, Sabtu (15/9/2012)
"Ini adalah sesuatu untuk menunjukkan rasa hormat kepada pihak lawan dan ini aturan yang harus dihormati. Liga Premier Inggris adalah merek global yang disaksikan oleh seluruh dunia dan pemain memiliki tanggung jawab. Mereka adalah panutan dan anak-anak menonton mereka,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ferdinand melaporkan Terry telah melakukan tindakan Rasisme saat Chelsea berhadapan dengan QPR pada Oktober tahun lalu. Kasus tersebut ditangani pengadilan setempat. Setelah menjalani persidangan selama beberapa hari, akhirnya Terry dinyatakan tak bersalah.
Situasi tersebut mengundang komentar dari pelatih Chelsea Roberto Di Matteo. Pelatih asal Italia itu meminta kedua pemain tersebut bersalaman. Ia menilai penolakan jabat tangan dapat menjadi contoh buruk bagi dunia sepakbola.
"Saya telah berbicara dengan pemain dan dari sudut pandang kami, tidak ada masalah. Para pemain kami baik-baik saja. Mereka menghormati aturan dan kami akan berjabat tangan,” ungkap Di Matteo seperti dikutip The Sun, Sabtu (15/9/2012)
"Ini adalah sesuatu untuk menunjukkan rasa hormat kepada pihak lawan dan ini aturan yang harus dihormati. Liga Premier Inggris adalah merek global yang disaksikan oleh seluruh dunia dan pemain memiliki tanggung jawab. Mereka adalah panutan dan anak-anak menonton mereka,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ferdinand melaporkan Terry telah melakukan tindakan Rasisme saat Chelsea berhadapan dengan QPR pada Oktober tahun lalu. Kasus tersebut ditangani pengadilan setempat. Setelah menjalani persidangan selama beberapa hari, akhirnya Terry dinyatakan tak bersalah.
(aww)