Pemain PSS tuntut manajemen lunasi gaji
Sabtu, 22 September 2012 - 13:59 WIB
Pemain PSS tuntut manajemen lunasi gaji
A
A
A
Sindonews.com - Pemain PSS Sleman resah terkait perbedaan persepsi soal akhir masa kontrak. Keresahan makin menjadi karena manajemen tak kunjung membayarkan tunggakan dua bulan gaji mereka. Mereka menuntut manajemen segera memberikan hak pemain.
Keresahan mereka cukup beralasan. Sebelum lebaran lalu manajemen berjanji segera melunasi hak skuad Elang Jawa, julukan PSS. Dan setelah lebaran, manajemen mengklaim sudah mengantongi dana. Sayang, belakangan diketahui hingga kini gaji yang dinanti tak kunjung diterima.
Wingback PSS Yus Arfandi Djafar mengatakan, dirinya sangat berharap sisa gaji segera dicairkan. Sebab, dana yang diterima sangat dibutuhkan memenuhi keperluan sehari-hari. Menurutnya, persoalan gaji lebih penting ketimbang perbedaan persepsi akhir kontrak.
"Beda persepsi soal kontrak memang membuat bingung. Tapi itu tidak urgen dibahas sekarang. Karena yang terpenting saat ini adalah sisa gaji agar segera dicairkan. Kami butuh uang itu," kata Yus, Sabtu (22/9/2012).
Tri Handoko, pemain lainnya mengatakan, selama ini pemain cenderung diam saja. Namun dia berharap manajemen tidak mengesampingkan hak mereka. Dia juga ingin segera ada pertemuan antara pemain dan manajemen untuk menyelesaikan semuanya.
"Kami menunggu itikad dari manajemen. Seharusnya segera ada pertemuan agar semuanya bisa dibicarakan dengan baik. Soal gaji, kontrak dan lainnya. Sehingga pemain mendapat kejelasan sekaligus kepastian. Kalau begini kami kan tidak tahu harus bagaimana," terangnya.
Sebaliknya, Sekretaris Umum PSS, Pustopo yang belakangan rajin berstatement di media mengklaim tidak ada keterlambatan pembayaran gaji. Dia juga berani mengklaim manajemen justru membayar gaji pemain di muka.
"Uangnya sudah ada. Nanti kita bayarkan saat evaluasi," ucap dia. Tapi lagi-lagi sayang, evaluasi yang direncanakan sejak 5 September 2012 lalu tidak jelas kapan digelar. Agenda itu sudah batal tiga kali dari jadwal semula.
Keresahan mereka cukup beralasan. Sebelum lebaran lalu manajemen berjanji segera melunasi hak skuad Elang Jawa, julukan PSS. Dan setelah lebaran, manajemen mengklaim sudah mengantongi dana. Sayang, belakangan diketahui hingga kini gaji yang dinanti tak kunjung diterima.
Wingback PSS Yus Arfandi Djafar mengatakan, dirinya sangat berharap sisa gaji segera dicairkan. Sebab, dana yang diterima sangat dibutuhkan memenuhi keperluan sehari-hari. Menurutnya, persoalan gaji lebih penting ketimbang perbedaan persepsi akhir kontrak.
"Beda persepsi soal kontrak memang membuat bingung. Tapi itu tidak urgen dibahas sekarang. Karena yang terpenting saat ini adalah sisa gaji agar segera dicairkan. Kami butuh uang itu," kata Yus, Sabtu (22/9/2012).
Tri Handoko, pemain lainnya mengatakan, selama ini pemain cenderung diam saja. Namun dia berharap manajemen tidak mengesampingkan hak mereka. Dia juga ingin segera ada pertemuan antara pemain dan manajemen untuk menyelesaikan semuanya.
"Kami menunggu itikad dari manajemen. Seharusnya segera ada pertemuan agar semuanya bisa dibicarakan dengan baik. Soal gaji, kontrak dan lainnya. Sehingga pemain mendapat kejelasan sekaligus kepastian. Kalau begini kami kan tidak tahu harus bagaimana," terangnya.
Sebaliknya, Sekretaris Umum PSS, Pustopo yang belakangan rajin berstatement di media mengklaim tidak ada keterlambatan pembayaran gaji. Dia juga berani mengklaim manajemen justru membayar gaji pemain di muka.
"Uangnya sudah ada. Nanti kita bayarkan saat evaluasi," ucap dia. Tapi lagi-lagi sayang, evaluasi yang direncanakan sejak 5 September 2012 lalu tidak jelas kapan digelar. Agenda itu sudah batal tiga kali dari jadwal semula.
(akr)