IPL-ISL legal, Persis Solo bingung
Minggu, 23 September 2012 - 16:25 WIB
IPL-ISL legal, Persis Solo bingung
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah klub Divisi Utama di Jawa Tengah dan DIY memberi respon yang berbeda-beda atas kesepakatan Joint Committe (JC) seputar kompetisi musim depan.
Dua kompetisi yang sebelumnya berpisah dan rencananya akan dilebur menjadi satu itu tampaknya belum bisa diwujudkan segera, namun baru akan digulirkan pada musim 2014-2015 mendatang. Selain itu, Indonesian Premier League (IPL) yang dikelola PT LPIS dan Indonesian Super League (ISL) yang dikelola PT Liga Indonesia (LI) dianggap sah dibawah naungan PSSI.
Manajer Persis Solo LPIS Joni Sofyan Erwandi menyebutkan, peleburan menjadi satu kompetisi jelas keputusan yang bagus. Namun, penggabungan liga yang baru diputar pada 2014 mendatang jelas membuat tim berjuluk Laskar Samberyawa ini bingung memilih. "Itu (peleburan dua liga) keputusan yang bagus. Namun lebih bagus lagi jika musim depan mulai digelar, bukan musim 2014 mendatang," ungkapnya, Minggu (23/9/2012).
Dia menilai, jika musim depan dua liga bisa dilebur akan memudahkan usahanya dalam menyatukan duo Persis, versi LPIS maupun versi LI. "Memang sudah ada wacana untuk kembali bersatu. Jika musim depan liga hanya satu maka sangat memudahkan bagi kita untuk bersatu. Tapi kalau baru dimulai 2014, itu memang menyulitkan," jelasnya.
Untuk itu, kata dia, manajemen klub kebanggan warga Solo ini belum mengambil sikap kemana akan memilih kompetisi untuk musim depan. Sebelum memilih, sebenarnya agenda prioritasnya adalah menyatukan duo Persis. "Kalau keputusan dari JC seperti itu maka kami abaikan dulu. Prioritas adalah Persis bersatu dulu, setelah itu baru memilih liga mana yang akan diikuti," ungkapnya.
Di kubu PSS Sleman yang musim lalu bermain di bawah kompetisi LPIS, baru akan menentukan langkah pada pekan depan. Saat ini, selain masih mencari informasi seputar konstestan di masing-masing liga, manajemen klub berjuluk Elang Jawa ini akan segera mengumpulkan jajaran manajemen.
"Pekan depan mungkin sudah ada jawabannya, kemana PSS akan berkompetisi. Kami perlu membicarakannya dengan rekan-rekan manajemen," Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada (PSS) Suparjiono.
Sementara klub yang berbasis di Cilacap, PSCS semakin mantap hijrah ke liga yang dikelola PT LI. Hal ini berdasarkan pertemuan pengurus dan manajemen seputar masa depan klub berjuluk Laskar Nusakambangan itu. Pimpinan PSCS Farid Ma'ruf juga sudah berkomunikasi dengan Djoko Riono selaku direktur PT LI.
"Ya, kemungkinan besar kita pindah ke PT LI karena lebih menguntungkan bagi PSCS," kata Pelatih PSCS Gatot Barnowo.
Menurut Gatot, respon dari PT LI sejauh ini positif terhadap keinginan PSCS ingin berkompetisi di liga yang dikelolanya. Salah satu pertimbangannya, selama ini untuk urusan gaji dan bonus, PSCS bisa mencukupinya secara mandiri tidak terikat dengan konsorsium.
"Kita tidak terikat dengan konsorsium, karena untuk gaji pemain kita mandiri. Itu nilai lebihnya bagi PSCS menyeberang ke PT LI," kata dia.
Dua kompetisi yang sebelumnya berpisah dan rencananya akan dilebur menjadi satu itu tampaknya belum bisa diwujudkan segera, namun baru akan digulirkan pada musim 2014-2015 mendatang. Selain itu, Indonesian Premier League (IPL) yang dikelola PT LPIS dan Indonesian Super League (ISL) yang dikelola PT Liga Indonesia (LI) dianggap sah dibawah naungan PSSI.
Manajer Persis Solo LPIS Joni Sofyan Erwandi menyebutkan, peleburan menjadi satu kompetisi jelas keputusan yang bagus. Namun, penggabungan liga yang baru diputar pada 2014 mendatang jelas membuat tim berjuluk Laskar Samberyawa ini bingung memilih. "Itu (peleburan dua liga) keputusan yang bagus. Namun lebih bagus lagi jika musim depan mulai digelar, bukan musim 2014 mendatang," ungkapnya, Minggu (23/9/2012).
Dia menilai, jika musim depan dua liga bisa dilebur akan memudahkan usahanya dalam menyatukan duo Persis, versi LPIS maupun versi LI. "Memang sudah ada wacana untuk kembali bersatu. Jika musim depan liga hanya satu maka sangat memudahkan bagi kita untuk bersatu. Tapi kalau baru dimulai 2014, itu memang menyulitkan," jelasnya.
Untuk itu, kata dia, manajemen klub kebanggan warga Solo ini belum mengambil sikap kemana akan memilih kompetisi untuk musim depan. Sebelum memilih, sebenarnya agenda prioritasnya adalah menyatukan duo Persis. "Kalau keputusan dari JC seperti itu maka kami abaikan dulu. Prioritas adalah Persis bersatu dulu, setelah itu baru memilih liga mana yang akan diikuti," ungkapnya.
Di kubu PSS Sleman yang musim lalu bermain di bawah kompetisi LPIS, baru akan menentukan langkah pada pekan depan. Saat ini, selain masih mencari informasi seputar konstestan di masing-masing liga, manajemen klub berjuluk Elang Jawa ini akan segera mengumpulkan jajaran manajemen.
"Pekan depan mungkin sudah ada jawabannya, kemana PSS akan berkompetisi. Kami perlu membicarakannya dengan rekan-rekan manajemen," Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada (PSS) Suparjiono.
Sementara klub yang berbasis di Cilacap, PSCS semakin mantap hijrah ke liga yang dikelola PT LI. Hal ini berdasarkan pertemuan pengurus dan manajemen seputar masa depan klub berjuluk Laskar Nusakambangan itu. Pimpinan PSCS Farid Ma'ruf juga sudah berkomunikasi dengan Djoko Riono selaku direktur PT LI.
"Ya, kemungkinan besar kita pindah ke PT LI karena lebih menguntungkan bagi PSCS," kata Pelatih PSCS Gatot Barnowo.
Menurut Gatot, respon dari PT LI sejauh ini positif terhadap keinginan PSCS ingin berkompetisi di liga yang dikelolanya. Salah satu pertimbangannya, selama ini untuk urusan gaji dan bonus, PSCS bisa mencukupinya secara mandiri tidak terikat dengan konsorsium.
"Kita tidak terikat dengan konsorsium, karena untuk gaji pemain kita mandiri. Itu nilai lebihnya bagi PSCS menyeberang ke PT LI," kata dia.
(akr)