Infrastruktur Jabar harus siap gelar PON XIX
Senin, 24 September 2012 - 15:11 WIB
Infrastruktur Jabar harus siap gelar PON XIX
A
A
A
Sindonews.com - Sukses menduduki peringkat kedua dalam PON XVIII Riau, bagi Jawa Barat sudah menunjukkan kemajuan prestasi yang signifikan. Kini, saatnya Jabar berbenah mempersiapkan diri menjadi tuan rumah PON XIX/2016.
Kesiapan infrastruktur, PON XIX/2016 Jabar tampaknya perlu dukungan semua pihak untuk mengembalikan momentum prestasi yang diraih dengan kondisi yang siap dan sempurna menuju pencapaian Jabar Kahiji.
"Semangat untuk PON 2016 di mana Jabar menjadi tuan rumah, jelas sangat antusias. Ini sebuah modal dan perlu didukung seluruh stakeholder. Bukan hanya menjelang pertandingan, namun dari jauh hari sebelum pertandingan, setidaknya sudah harus menyiapkan perangkat pendukung," kata Wakil Ketua II Kontingen jabar yang juga menjabat sbeagai Dekan FPOK UPI Bandung, Yudha M Saputra.
Yudha menilai, dibandingkan daerah lain, Jabar lebih beruntung untuk menggelar PON selanjutnya. Pasalnya Jabar memiliki fasilitas olahraga juga perangkat pertandingan seperti wasit, juri, pengawas pertandingan yang jauh lebih banyak dan memiliki kualitas, karena banyak terlibat dalam berbagai kejuaraan tingkat nasional maupun internasional.
"Jabar sudah memiliki modal dan menjadi poin plus, yakni memiliki perangkat pertandingan yang komplit dan berpengalaman. Mereka sudah terbiasa menggelar dan memimpin event pertandingan," kata Yudha.
Namun, meskipun demikian, dengan melihat kondisi seperti itu, Jabar tidak terlalu berbangga hati. Upaya memperbanyak pertandingan berlevel lokal, nasional maupun berkaliber internasional harus dilakukan Jabar untuk memastikan kesiapan menjadi tuan rumah. "Sukses prestasi tergantung kesiapan penyelenggaraan, dan saya yakin Jabar bisa dan harus bisa," ungkapnya.
Menurutnya, sebagai tuan rumah jelas harus lebih siap dari segi prestasi atlet dibanding keikutsertaan Jabar pada PON XVIII/2012. Namun dengan skema pembinaan jangka panjang yang dilakukan KONI Jawa Barat saat ini potensi untuk meningkatkan prestasi dan meraih Jabar Kahiji nanti bisa tercapai.
"Empat tahun sebenarnya tidak lama untuk persiapan PON 2016, namun tahapan persiapan sudah dilakukan Jabar sejak saat ini, tinggal percepatan saja. Selain itu, dari sisi SDM kan Jabar mumpuni," katanya.
Sementara itu, diungkapkan oleh Ketua Umum KONI Jawa Barat, Azis Syarif menyatakan KONI Jawa Barat sebagai lembaga yang bertanggung jawab pada pembinaan atlet sangat siap untuk PON XIX Jabar. Menurut Azis peraihan prestasi di PON XVIII/2012 sudah maksimal meski sejumlah cabang olahraga gagal memenuhi target.
"Dinamika prestasi dan perolehan medali di PON XVIII/2012 bergerak positif, meski ada cabang yang gagal target, itu menjadi bahan evaluasi kami, yang jelas fokus Jabar selepas ini membidik prestasi di PON XIX/2016," kata Azis Syarif.
KONI Jawa Barat dan Dinas Olahraga Jawa Barat, dalam empat tahun ke depan akan menjadi motor persiapan Jabar menjadi tuan rumah PON XIX. Peran serta pemerintah, legislatif dan juga dukungan pendampingan dalam penerapan regulasi untuk proses pembangunan infrastruktur sangat dibutuhkan agar `Sangkuriang` tidak lagi kesiangan dalam menyelesaikan pekerjaan besarnya.
"Jabar akan membangun infrastuktur dan fasilitas lainnya jauh-jauh hari, kami ingin hadir sebagai tuan rumah PON yang lebih baik,"pungkasnya.
Kesiapan infrastruktur, PON XIX/2016 Jabar tampaknya perlu dukungan semua pihak untuk mengembalikan momentum prestasi yang diraih dengan kondisi yang siap dan sempurna menuju pencapaian Jabar Kahiji.
"Semangat untuk PON 2016 di mana Jabar menjadi tuan rumah, jelas sangat antusias. Ini sebuah modal dan perlu didukung seluruh stakeholder. Bukan hanya menjelang pertandingan, namun dari jauh hari sebelum pertandingan, setidaknya sudah harus menyiapkan perangkat pendukung," kata Wakil Ketua II Kontingen jabar yang juga menjabat sbeagai Dekan FPOK UPI Bandung, Yudha M Saputra.
Yudha menilai, dibandingkan daerah lain, Jabar lebih beruntung untuk menggelar PON selanjutnya. Pasalnya Jabar memiliki fasilitas olahraga juga perangkat pertandingan seperti wasit, juri, pengawas pertandingan yang jauh lebih banyak dan memiliki kualitas, karena banyak terlibat dalam berbagai kejuaraan tingkat nasional maupun internasional.
"Jabar sudah memiliki modal dan menjadi poin plus, yakni memiliki perangkat pertandingan yang komplit dan berpengalaman. Mereka sudah terbiasa menggelar dan memimpin event pertandingan," kata Yudha.
Namun, meskipun demikian, dengan melihat kondisi seperti itu, Jabar tidak terlalu berbangga hati. Upaya memperbanyak pertandingan berlevel lokal, nasional maupun berkaliber internasional harus dilakukan Jabar untuk memastikan kesiapan menjadi tuan rumah. "Sukses prestasi tergantung kesiapan penyelenggaraan, dan saya yakin Jabar bisa dan harus bisa," ungkapnya.
Menurutnya, sebagai tuan rumah jelas harus lebih siap dari segi prestasi atlet dibanding keikutsertaan Jabar pada PON XVIII/2012. Namun dengan skema pembinaan jangka panjang yang dilakukan KONI Jawa Barat saat ini potensi untuk meningkatkan prestasi dan meraih Jabar Kahiji nanti bisa tercapai.
"Empat tahun sebenarnya tidak lama untuk persiapan PON 2016, namun tahapan persiapan sudah dilakukan Jabar sejak saat ini, tinggal percepatan saja. Selain itu, dari sisi SDM kan Jabar mumpuni," katanya.
Sementara itu, diungkapkan oleh Ketua Umum KONI Jawa Barat, Azis Syarif menyatakan KONI Jawa Barat sebagai lembaga yang bertanggung jawab pada pembinaan atlet sangat siap untuk PON XIX Jabar. Menurut Azis peraihan prestasi di PON XVIII/2012 sudah maksimal meski sejumlah cabang olahraga gagal memenuhi target.
"Dinamika prestasi dan perolehan medali di PON XVIII/2012 bergerak positif, meski ada cabang yang gagal target, itu menjadi bahan evaluasi kami, yang jelas fokus Jabar selepas ini membidik prestasi di PON XIX/2016," kata Azis Syarif.
KONI Jawa Barat dan Dinas Olahraga Jawa Barat, dalam empat tahun ke depan akan menjadi motor persiapan Jabar menjadi tuan rumah PON XIX. Peran serta pemerintah, legislatif dan juga dukungan pendampingan dalam penerapan regulasi untuk proses pembangunan infrastruktur sangat dibutuhkan agar `Sangkuriang` tidak lagi kesiangan dalam menyelesaikan pekerjaan besarnya.
"Jabar akan membangun infrastuktur dan fasilitas lainnya jauh-jauh hari, kami ingin hadir sebagai tuan rumah PON yang lebih baik,"pungkasnya.
(aww)