Jabar godok atlet muda hadapi PON 2016
Rabu, 26 September 2012 - 19:49 WIB
Jabar godok atlet muda hadapi PON 2016
A
A
A
Sindonews.com - Jawa Barat sukses menempati peringkat kedua di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Riau. Pada PON XIX/2016, Jabar akan menjadi tuan rumah. Tak mau gagal, Jabar sudah menyiapkan regenrasi atlet untuk menjadi yang tebaik di kandang sendiri.
“Sebagai langkah untuk mempersiapkan peningkatan prestasi di PON nanti, ya, kami juga harus mempersiapkan segala sesuatunya dari sekarang. Termasuk pembinaan dari mulai usia dini, karena bagaimana juga usia dini harus dipersiapkan untuk PON berikut,”ungkap ketua KONI Jabar Azis Syarif.
Dia juga akan mempersiapkan program-program khusus sebagai langkah pembinaan yang akan dilaksanakan selama empat tahun. Karena berkaca dari PON XVIII, di mana pembinaan yang dilakukan hanya dua tahun bisa mengangkat Jabar memperbaiki prestasi. Apalagi persiapan tersebut dilakukan selama empat tahun.
Sementara itu, Ketua Komisi Usia Dini Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Daerah (Pengda) Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Jabar, Nala Widya, menuturkan saat ini dirinya tengah fokus memperhatikan pembinaan atlet-atlet sepeda usia dini yang berprestasi. Dia menargetkan atlet muda bisa diproyeksikan meraih prestasi di PON XIX 2016 di Jabar.
''Selama ini kita mencoba membina usia dini dengan segala daya dan upaya kami, supaya para atlet usia dini bisa muncul di Jabar. Selain itu para atlet tidak hanya berhenti di forum nasional saja tapi juga internasional,”katanya.
Menurut Nala, pihaknya selama ini gencar membangun atlet potensial, dari mulai basiknya, membangun fisik, aerobik, dan keterampilan bersepedah mereka. “Sudah pasti kami akan persiapkan itu,”singaktnya.
Akan tetapi untuk lebih jauh lagi menciptakan atlet-atlet berprestasi ditingkat yang lebih tinggi di perlukan juga atlet yang memiliki pendidikan yang cukup. Pasalnya, untuk pembinaan usia dini idealismenya adalah selain berprestasi di sekolah , mereka juga berprestasi di olahraga.
Namun kenyataannya ada selama ini, khususnya dibalap sepeda, para atlet meninggalkan sekolah mereka demi mengejar prestasi di daerahnya. Dan itu yang disayangkan, padahal untuk bisa menaikan ke forum yang lebih tinggi diperlukan ilmu yang lebih tinggi.karena di dunia olahraga sekarang 40 persen sudah menggunakan sport science. ''Melihat kondisi olahraga di zaman sekarang yang serba science, saat ini kita persiapkan atlet-atlet yang memiliki intelektual tinggi,”katanya.
Berkaca ke PON XVIII, cabor sepeda Jabar mendapat lima medali emas dari target awal tiga medali emas dan menjadi juara umum. Sedangkan untuk persiapan atlet usia dini, dirinya selalu mengadakan tes yang dilakukan sebulan sebanyak dua kali untuk melihat pencapaian speed dari hari ke hari untuk mencapai target yang telah di tentukan.
''Atlet usia dini ini baru di latih selama satu tahun, melihat waktu tersebut memang masih jauh dan program masih panjang, dan kita tidak bisa di porsir yang ditakutkan mereka rusak,”ujarnya.
Sampai saat ini atlet usia dini potensial hanya ada 10 orang dan tersebar dibebrapa daerah di Jabar, yaitu Bogor, Sumedang, Pangandaran dan Ciamis lalu Bandung. Karena daerah-daerah tersebut merupakan kantongnya atlet sepedah di Jabar.
''Memang sempat ada ide untuk memindahkan atlet daerah keBandung supaya lebih mudah untuk membentuk mereka. Namun masih terkait banyak hal terutama dari sisi psikologis mental mereka yang usianya masih muda.Mungkin fisik berkembang, namun mental drop,”katanya.
Kesepuluh atlet tersebut terbagi di beberapa nomor, yaitu delapan atlet untuk nomor road race, dan dua orang di nomor trek. Sedang untuk nomor cross country dan downhill pihaknya masih mencari bibit atlet yang potensial seperti Risa Susianti, pasalnya regenerasi untuk nomor-nomor tersebut terbilang paling susah. ''Sampai hari ini potensi pasti ada, namun melihat kejuaraan untuk nomor tersebut belum ada,”singkatnya.
Melihat sarana yang ada, jabar memiliki sarana yang komplet untuk cabor sepeda. Untuk nomor jalan raya terdapat rute Bandung-Subang, begitu juga dengan Tangkuban Perahu yang memiliki kategori 1. Selain itu, Jabar juga memiliki trek velodrome yang hanya membutuhkan sedikit perbaikan, dan tidak ketinggalan untuk nomor downhill, banyak tempat di Jabar yang hanya tinggal memilih.
“Sebagai langkah untuk mempersiapkan peningkatan prestasi di PON nanti, ya, kami juga harus mempersiapkan segala sesuatunya dari sekarang. Termasuk pembinaan dari mulai usia dini, karena bagaimana juga usia dini harus dipersiapkan untuk PON berikut,”ungkap ketua KONI Jabar Azis Syarif.
Dia juga akan mempersiapkan program-program khusus sebagai langkah pembinaan yang akan dilaksanakan selama empat tahun. Karena berkaca dari PON XVIII, di mana pembinaan yang dilakukan hanya dua tahun bisa mengangkat Jabar memperbaiki prestasi. Apalagi persiapan tersebut dilakukan selama empat tahun.
Sementara itu, Ketua Komisi Usia Dini Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Daerah (Pengda) Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Jabar, Nala Widya, menuturkan saat ini dirinya tengah fokus memperhatikan pembinaan atlet-atlet sepeda usia dini yang berprestasi. Dia menargetkan atlet muda bisa diproyeksikan meraih prestasi di PON XIX 2016 di Jabar.
''Selama ini kita mencoba membina usia dini dengan segala daya dan upaya kami, supaya para atlet usia dini bisa muncul di Jabar. Selain itu para atlet tidak hanya berhenti di forum nasional saja tapi juga internasional,”katanya.
Menurut Nala, pihaknya selama ini gencar membangun atlet potensial, dari mulai basiknya, membangun fisik, aerobik, dan keterampilan bersepedah mereka. “Sudah pasti kami akan persiapkan itu,”singaktnya.
Akan tetapi untuk lebih jauh lagi menciptakan atlet-atlet berprestasi ditingkat yang lebih tinggi di perlukan juga atlet yang memiliki pendidikan yang cukup. Pasalnya, untuk pembinaan usia dini idealismenya adalah selain berprestasi di sekolah , mereka juga berprestasi di olahraga.
Namun kenyataannya ada selama ini, khususnya dibalap sepeda, para atlet meninggalkan sekolah mereka demi mengejar prestasi di daerahnya. Dan itu yang disayangkan, padahal untuk bisa menaikan ke forum yang lebih tinggi diperlukan ilmu yang lebih tinggi.karena di dunia olahraga sekarang 40 persen sudah menggunakan sport science. ''Melihat kondisi olahraga di zaman sekarang yang serba science, saat ini kita persiapkan atlet-atlet yang memiliki intelektual tinggi,”katanya.
Berkaca ke PON XVIII, cabor sepeda Jabar mendapat lima medali emas dari target awal tiga medali emas dan menjadi juara umum. Sedangkan untuk persiapan atlet usia dini, dirinya selalu mengadakan tes yang dilakukan sebulan sebanyak dua kali untuk melihat pencapaian speed dari hari ke hari untuk mencapai target yang telah di tentukan.
''Atlet usia dini ini baru di latih selama satu tahun, melihat waktu tersebut memang masih jauh dan program masih panjang, dan kita tidak bisa di porsir yang ditakutkan mereka rusak,”ujarnya.
Sampai saat ini atlet usia dini potensial hanya ada 10 orang dan tersebar dibebrapa daerah di Jabar, yaitu Bogor, Sumedang, Pangandaran dan Ciamis lalu Bandung. Karena daerah-daerah tersebut merupakan kantongnya atlet sepedah di Jabar.
''Memang sempat ada ide untuk memindahkan atlet daerah keBandung supaya lebih mudah untuk membentuk mereka. Namun masih terkait banyak hal terutama dari sisi psikologis mental mereka yang usianya masih muda.Mungkin fisik berkembang, namun mental drop,”katanya.
Kesepuluh atlet tersebut terbagi di beberapa nomor, yaitu delapan atlet untuk nomor road race, dan dua orang di nomor trek. Sedang untuk nomor cross country dan downhill pihaknya masih mencari bibit atlet yang potensial seperti Risa Susianti, pasalnya regenerasi untuk nomor-nomor tersebut terbilang paling susah. ''Sampai hari ini potensi pasti ada, namun melihat kejuaraan untuk nomor tersebut belum ada,”singkatnya.
Melihat sarana yang ada, jabar memiliki sarana yang komplet untuk cabor sepeda. Untuk nomor jalan raya terdapat rute Bandung-Subang, begitu juga dengan Tangkuban Perahu yang memiliki kategori 1. Selain itu, Jabar juga memiliki trek velodrome yang hanya membutuhkan sedikit perbaikan, dan tidak ketinggalan untuk nomor downhill, banyak tempat di Jabar yang hanya tinggal memilih.
(aww)