FPTI Jatim bantah jual medali di PON XVIII

Kamis, 27 September 2012 - 20:20 WIB
FPTI Jatim bantah jual...
FPTI Jatim bantah jual medali di PON XVIII
A A A
Sindonews.com - Aroma jual beli medali dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/Riau yang diembuskan KONI Jatim membuat sejumlah cabang olahraga kebakaran jenggot. Bahkan, Pengprov FPTI Jatim langsung mendatangi Kantor KONI Jatim, Kamis (27/9).

FPTI Jatim disorot setelah prestasi atlet panjat tebing di PON XVIII anjlok. Dari target sembilan emas hanya mendapatkan dua emas, "Kami ingin memberikan laporan terkait hasil kemarin, tapi di dalam tidak ada pengurus KONI, jadi tidak bisa ketemu, " ujar Ketua Harian FPTI Jatim, Sulistiyo Dwi Nugroho.

Ditegaskan Sulis, kegagalan panjat tebing memenuhi target KONI bukan lantaran terjadi jual beli medali seperti yang diembuskan Ketua Harian KONI Dhimam Abror. "Kita akan memberikan laporan secara detail atas hasil di PON Riau agar, kita tidak dicurigai jual beli medali," tandasnya.

Seperti diketahui, Ketua Harian KONI Jatim, Dhimam Abror telah mencium aroma tidak sedap atas kegagalan Jatim dalam penyelenggaraan PON XVIII/2012. Salah satunya terindikasi ada cabor yang melakukan praktek jual beli medali dengan kontingen daerah lain. Kecurigaan ini muncul lantaran banyak cabor andalan Jatim yang meleset dari prediksi.

Selain panjat tebing, cabor yang gagal memenuhi target yaitu renang, anggar, balap sepeda, dayung, gulat, judo, karate, panahan, selam, wushu, ski air, loncat indah dan aeromodelling. Dari kegagalan 16 cabor ini, Jatim harus kehilangan 17 medali emas.

"Saya pikir tidak salah pak Abror muncul kecurigaan seperti itu. Wong namanya curiga. kemungkinan ada cabor yang diduga terlibat jual beli medali, tentu ada. Hanya cabor mana, saya tidak tahu," ujar pria yang tercatat sebagai pegawai Dispora Jatim ini.

Yang pasti, Sulis menjami panjat tebing bersih dari segala praktek jual beli. Sebab, setiap hari dirinya selalu mendampingi Abudzar dkk selama berlaga di PON Riau. "Kalau saya tidak melihat atlet panjat tebing mau jual beli medali. Saya tahu persis kondisi anak-anak. Baik sebelum dan sesudah pelaksanaan PON Riau, saya terus dekat dengan atlet," elaknya.

Disinggung megenai tujuh emas yang meleset, Sulis memberikan alasan lain. Salah satunya, faktor absennya Evi Neliawati membawa pengaruh besar terhadap mental rekan-rekannya. Evi terkena musibah kecelakan seminggu sebelum PON digelar, "Begitu Evi tidak ikut PON, atlet lainnya merasa kehilangan. Di sisi lain, kami memprediksi hal itu bakal menguntungkan atlet daerah lain," jelasnya.
(aww)
Berita Terkait
Federasi Panjat Tebing...
Federasi Panjat Tebing Indonesia Bogor Torehkan Rekor MURI, Bupati Rudy: Kebanggaan untuk Indonesia
Jakarta Timur Juara...
Jakarta Timur Juara Umum Kejurprov Panjat Tebing DKI 2023
Pimpin Kontingen FPTI...
Pimpin Kontingen FPTI ke China, Herimen Targetkan Tambahan Atlet di Olimpiade Paris 2024
Atlet Indonesia Catat...
Atlet Indonesia Catat Rekor Dunia dan Sabet Emas IFSC World Cup
Veddriq Leonardo Sumbang...
Veddriq Leonardo Sumbang Emas Kedua Indonesia di The World Games 2022
Kisah Sukses Aspar Jaelolo...
Kisah Sukses Aspar Jaelolo Juara Piala Dunia Panjat Tebing Jakarta 2022: Sempat Berpikir Akhiri Karier
Berita Terkini
Timnas Indonesia Tundukkan...
Timnas Indonesia Tundukkan Mozambik Lewat Gol Tunggal Ole Romeny
7 jam yang lalu
PMGO 2026 Cetak Rekor...
PMGO 2026 Cetak Rekor Guinness, Lebih dari 1,2 Juta Pendaftar Turnamen
8 jam yang lalu
Babak Pertama: Gol Ole...
Babak Pertama: Gol Ole Romeny Bawa Timnas Indonesia Ungguli Mozambik
8 jam yang lalu
Ole Romeny Bawa Timnas...
Ole Romeny Bawa Timnas Indonesia Unggul Cepat atas Mozambik
8 jam yang lalu
Susunan Pemain Timnas...
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik: Marselino dan Ole Romeny Ujung Tombak
9 jam yang lalu
Link Live Streaming...
Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday
9 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved