Triyaningsih fokus pemulihan cedera kaki
Kamis, 27 September 2012 - 21:55 WIB
Triyaningsih fokus pemulihan cedera kaki
A
A
A
Sindonews.com - Setelah mempersembahkan dua medali emas untuk Jawa Tengah di PON XVIII, pelari jarak jauh, Triyaningsih fokus untuk melakukan penyembuhan cedera kaki kanan. Meski berhasil mempersembahkan emas pada kelas 10.000 meter dan 5.000 meter, wanita kelahiran Salatiga 25 tahun yang lalu itu, mengaku cedera yang didapatnya saat berlatih di Salatiga untuk persiapan SEA Games 2011 lalu hingga kini belum pulih betul.
Karena itu, di masa jeda seperti saat dia manfaatkan untuk memaksimalkan upaya penyembuhan kakinya. Supaya pada SEA Games 2013 Myanmar mendatang dia mampu tampil maksimal dan kembali mempersembahkan emas untuk kontingen Merah Putih.''Saat ini tidak ada kompetisi, jadi lebih fokus pada penyembuhan,” katanya saat dihubungi.
Dia mengaku, pasca SEA Games 2011 upaya penyembuhan yang dilakukan kurang maksimal, karena banyak even yang harus diikuti. ''Kali ini mumpung belum ada even, saya ingin benar-benar fokus pada upaya penyembuhan,”ujarnya.
Peraih medali emas maraton SEA Games Palembang 2011 ini mengaku, meski masih dalam masa penyembuhan dirinya tetap melakukan latihan ringan, untuk memperkuat kakinya. ''Saat ini di rumah saja, latihan-latihan ringan sembari menunggu panggilan Pelatnas,” kata pelari wanita mungil yang menjadi andalan Indonesia ini.
Pelari yang berhasil memecahkan rekornya sendiri pada nomor lari 10 ribu meter dengan waktu 34 menit 21,60 detik Pada PON kemarin, itu mengaku bersyukur masih mampu menyumbang medali meski dalam kondisi cedera.”Ya Alhamdulillah kemarin masih bisa menyumbang emas untuk Jateng,” katanya.
Sederat prestasi telah ditorehkan oleh putri pasangan (alm) Iyas Saderi dan Ngatiyateni ini. Diantaranya, Juara maraton Brunei Darussalam 2005,Juara maraton putri Penang, Malaysia 2005,Juara maraton Singapura 2006, Juara maraton Thailand 2006.
Kemudian, peraih medali Emas nomor 5.000 meter SEA Games Thailand 2007,Emas nomor 10.000 meter SEA Games Laos 2009, Emas nomor 5.000 meter SEA Games Laos 2009.
Lalu pada SEA Games di Palembang 2011 Tri (sapaan akrabnya) membersembahkan medali Emas nomor 10.000 dan nomor 5.000 meter dan marathon.
Karena itu, di masa jeda seperti saat dia manfaatkan untuk memaksimalkan upaya penyembuhan kakinya. Supaya pada SEA Games 2013 Myanmar mendatang dia mampu tampil maksimal dan kembali mempersembahkan emas untuk kontingen Merah Putih.''Saat ini tidak ada kompetisi, jadi lebih fokus pada penyembuhan,” katanya saat dihubungi.
Dia mengaku, pasca SEA Games 2011 upaya penyembuhan yang dilakukan kurang maksimal, karena banyak even yang harus diikuti. ''Kali ini mumpung belum ada even, saya ingin benar-benar fokus pada upaya penyembuhan,”ujarnya.
Peraih medali emas maraton SEA Games Palembang 2011 ini mengaku, meski masih dalam masa penyembuhan dirinya tetap melakukan latihan ringan, untuk memperkuat kakinya. ''Saat ini di rumah saja, latihan-latihan ringan sembari menunggu panggilan Pelatnas,” kata pelari wanita mungil yang menjadi andalan Indonesia ini.
Pelari yang berhasil memecahkan rekornya sendiri pada nomor lari 10 ribu meter dengan waktu 34 menit 21,60 detik Pada PON kemarin, itu mengaku bersyukur masih mampu menyumbang medali meski dalam kondisi cedera.”Ya Alhamdulillah kemarin masih bisa menyumbang emas untuk Jateng,” katanya.
Sederat prestasi telah ditorehkan oleh putri pasangan (alm) Iyas Saderi dan Ngatiyateni ini. Diantaranya, Juara maraton Brunei Darussalam 2005,Juara maraton putri Penang, Malaysia 2005,Juara maraton Singapura 2006, Juara maraton Thailand 2006.
Kemudian, peraih medali Emas nomor 5.000 meter SEA Games Thailand 2007,Emas nomor 10.000 meter SEA Games Laos 2009, Emas nomor 5.000 meter SEA Games Laos 2009.
Lalu pada SEA Games di Palembang 2011 Tri (sapaan akrabnya) membersembahkan medali Emas nomor 10.000 dan nomor 5.000 meter dan marathon.
(aww)