Dua pelari Sulsel tembus pelatnas SEA Games
Selasa, 02 Oktober 2012 - 19:30 WIB
Dua pelari Sulsel tembus pelatnas SEA Games
A
A
A
Sindonews.com - Dua orang pelari putri asal Sulawesi Selatan (Sulsel) dipanggil bergabung di Pelatnas untuk persiapan SEA Games XXVII/2013 di Myanmar. Keduanya adalah Lismawati untuk nomor 800 meter serta Hasruni di nomor 100 meter.
Pelatih atletik Sulsel Abdul Kadir mengatakan, ada sejumlah pertimbangan sehingga keduanya dipanggil ke Pelatnas. Lisnawati adalah peraih perunggu di PON XVIII Riau 2012, dengan catatan waktu 2 menit 12 detik. ''Walaupun hanya meraih perunggu, namun dia punya masa depan yang panjang sebagai atlet,” jelasnya.
Kadir menjelaskan, Lismawati adalah atlet Pusat Pembinaan dan Latihan Mahasiswa (PPLM) Sulsel dan masih masuk usia produktif. ''Saat ini, usianya baru sekitar 20 tahun,” katanya.
Sedangkan satu nama lainnya yakni Hasruni juga atlet Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sulsel. ''Memang dia menempati urutan kelima saat PON Riau belum lama ini,” jelas Kadir.
Namun prestasi tersebut sangat luar biasa. Karena usianya masih 17 tahun sudah mampu masuk lima besar pada PON XVIII 2012 Riau. ''Rata-rata saingannya adalah atlet senior dari Pelatnas. Hanya dia yang masih muda,” katanya.
Dia menyebutkan, catatan waktu yang dicapai Sahruni untuk jarak 100 meter di PON XVIII Riau lalu adalah 12,35 detik. ''Kalau terus dibina, catatan waktunya bisa diperbaiki lebih baik lagi,” ucapnya.
Kadir menjelaskan, di tahun-tahun sebelumnya, tidak pernah ada atlet Sulsel dari cabang olahraga (cabor) atletik yang bergabung di Pelatnas. ''Ini kebanggaan untuk kami. Karena pembinaan PPLP dan PPLM berjalan baik,” jelasnya.
Terbukti di PON XVIII Riau belum lama ini, rata-rata atlet Sulsel dari cabor atletik adalah alumni PPLP dan PPLM. ''Hasruni adalah peraih medali emas di Kejurnas PPLP tahun 2012,” sebut dia.
Menurutnya, jika iklim kompetisi di Sulsel berjalan baik, bukan tidak mungkin bakal lahir atlet-atlet hebat lainnya. ''Pembinaan atlet tergantung dari iklim organisasinya,” katanya.
Sementara itu, Lismawati mengaku optismistis bisa bertahan di Pelatnas walaupun banyak saingan yang harus dihadapi dari provinsi lain. ''Di nomor 800 meter ada peraih emas PON Riau dari DKI Jakarta yakni Rini Budiarti,” jelasnya.
Saingan lainya adalah peraih perak PON yakni Olivia dari Nusa Tenggara Timur (NTT). ''Rini usianya sudah 29 tahun. Sedangkan Olivia sudah masuk 30 tahun. Saya masih 20 tahun. Saya yakin bisa bersaing dengan mereka,” ucapnya.
Dia mengatakan, disisa waktu beberapa bulan ini akan terus a latihan untuk memperbaiki catatan waktunya sehingga bisa mendekati kedua seniornya tersebut. ''Setelah pulang dari PON, saya intens berlatih,” pungkasnya.
Pelatih atletik Sulsel Abdul Kadir mengatakan, ada sejumlah pertimbangan sehingga keduanya dipanggil ke Pelatnas. Lisnawati adalah peraih perunggu di PON XVIII Riau 2012, dengan catatan waktu 2 menit 12 detik. ''Walaupun hanya meraih perunggu, namun dia punya masa depan yang panjang sebagai atlet,” jelasnya.
Kadir menjelaskan, Lismawati adalah atlet Pusat Pembinaan dan Latihan Mahasiswa (PPLM) Sulsel dan masih masuk usia produktif. ''Saat ini, usianya baru sekitar 20 tahun,” katanya.
Sedangkan satu nama lainnya yakni Hasruni juga atlet Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sulsel. ''Memang dia menempati urutan kelima saat PON Riau belum lama ini,” jelas Kadir.
Namun prestasi tersebut sangat luar biasa. Karena usianya masih 17 tahun sudah mampu masuk lima besar pada PON XVIII 2012 Riau. ''Rata-rata saingannya adalah atlet senior dari Pelatnas. Hanya dia yang masih muda,” katanya.
Dia menyebutkan, catatan waktu yang dicapai Sahruni untuk jarak 100 meter di PON XVIII Riau lalu adalah 12,35 detik. ''Kalau terus dibina, catatan waktunya bisa diperbaiki lebih baik lagi,” ucapnya.
Kadir menjelaskan, di tahun-tahun sebelumnya, tidak pernah ada atlet Sulsel dari cabang olahraga (cabor) atletik yang bergabung di Pelatnas. ''Ini kebanggaan untuk kami. Karena pembinaan PPLP dan PPLM berjalan baik,” jelasnya.
Terbukti di PON XVIII Riau belum lama ini, rata-rata atlet Sulsel dari cabor atletik adalah alumni PPLP dan PPLM. ''Hasruni adalah peraih medali emas di Kejurnas PPLP tahun 2012,” sebut dia.
Menurutnya, jika iklim kompetisi di Sulsel berjalan baik, bukan tidak mungkin bakal lahir atlet-atlet hebat lainnya. ''Pembinaan atlet tergantung dari iklim organisasinya,” katanya.
Sementara itu, Lismawati mengaku optismistis bisa bertahan di Pelatnas walaupun banyak saingan yang harus dihadapi dari provinsi lain. ''Di nomor 800 meter ada peraih emas PON Riau dari DKI Jakarta yakni Rini Budiarti,” jelasnya.
Saingan lainya adalah peraih perak PON yakni Olivia dari Nusa Tenggara Timur (NTT). ''Rini usianya sudah 29 tahun. Sedangkan Olivia sudah masuk 30 tahun. Saya masih 20 tahun. Saya yakin bisa bersaing dengan mereka,” ucapnya.
Dia mengatakan, disisa waktu beberapa bulan ini akan terus a latihan untuk memperbaiki catatan waktunya sehingga bisa mendekati kedua seniornya tersebut. ''Setelah pulang dari PON, saya intens berlatih,” pungkasnya.
(aww)