Roy Hodgson minta maaf kepada Ferdinand
Sabtu, 06 Oktober 2012 - 09:53 WIB
Roy Hodgson minta maaf kepada Ferdinand
A
A
A
Sindonews.com - Pelatih Timnas Inggris Roy Hodgson secara mengejutkan mengeluarkan pernyataan dengan melayangkan permintaan maaf kepada Rio Ferdinand atas pernyataannya yang sempat menyebut karier internasional Ferdinand telah berakhir.
Pernyataan itu terkuak dari mulut pria berusia 65 tahun itu saat pemanggilan pemain untuk memperkuat The Three Lions, julukan Inggris di Kualifikasi Piala Dunia 2014. Saat itu, Hodgson tak memanggil Ferdinand karena berdalih kariernya di timnas telah selesai. Namun tak dipanggilnya Ferdinand masuk skuad Inggris kemungkinan lantaran pernyataannya melalui jejaring sosial saat menanggapi kasus rasisme antara Anton Ferdinand dan John Terry.
Hodgson pun tak ingin masalah itu akan memengaruhi performa timnya.Seusai menyaksikan pertandingan Arsenal kontra Olympiakos pada laga Liga Champions di Stadion Emirates, Rabu (3/10), Hodgson tiba-tiba menghubungi Ferdinand dan mengucapkan pernyataan maaf melalui pesan suara. Tak cukup sampai di situ, mantan pelatih Liverpool dan Udinese itu juga mengirimkan teks permintaan maaf melalui penasihatnya untuk dikirimkan kepada pemain bertahan milik Manchester United tersebut.
”Saya terus menghubungi Rio (Ferdinand) karena dia layak mendapatkan permintaan maaf dari saya. Tujuan saya melakukan ini agar dia tahu bahwa dia dikeluarkan dengan cara yang sopan. Apalagi, saya mengaturkan permintaan maaf yang tulus,” ungkap Hodgson, dilansir The Sun.
Hodgson menyadari bahwa ungkapannya beberapa waktu lalu itu merupakan penghinaan yang tidak sepantasnya dilontarkan seorang pelatih. Menurut pelatih yang berkarier sebagai pemain bertahan Crystal Palace era ’60-an itu, tak ada landasan benci atau sakit hati kepada Ferdinand terkait keputusannnya tersebut. Bagi dia, pemanggilan pemain saat ini lebih bertujuan untuk membentuk tim Inggris pada Piala Dunia 2014.
”Saya mencoba untuk melihat dua tahun ke depan yakni meremajakan skuad. Ketika saya memanggil seorang pemain, dia akan langsung bermain dalam tim, bukan hanya sebagai bagian dari skuad. Pada intinya saya ingin tim ini lebih siap dua tahun ke depan saat tampil di Brasil,” tutur pelatih kelahiran Croydon, Inggris, 9 Agustus 1947, tersebut.
Sementara itu, Ferdinand membenarkan pernyataan maaf telah dilontarkan Hodgson. Dia kemudian menyatakan menerima pernyataan tersebut.
Pernyataan itu terkuak dari mulut pria berusia 65 tahun itu saat pemanggilan pemain untuk memperkuat The Three Lions, julukan Inggris di Kualifikasi Piala Dunia 2014. Saat itu, Hodgson tak memanggil Ferdinand karena berdalih kariernya di timnas telah selesai. Namun tak dipanggilnya Ferdinand masuk skuad Inggris kemungkinan lantaran pernyataannya melalui jejaring sosial saat menanggapi kasus rasisme antara Anton Ferdinand dan John Terry.
Hodgson pun tak ingin masalah itu akan memengaruhi performa timnya.Seusai menyaksikan pertandingan Arsenal kontra Olympiakos pada laga Liga Champions di Stadion Emirates, Rabu (3/10), Hodgson tiba-tiba menghubungi Ferdinand dan mengucapkan pernyataan maaf melalui pesan suara. Tak cukup sampai di situ, mantan pelatih Liverpool dan Udinese itu juga mengirimkan teks permintaan maaf melalui penasihatnya untuk dikirimkan kepada pemain bertahan milik Manchester United tersebut.
”Saya terus menghubungi Rio (Ferdinand) karena dia layak mendapatkan permintaan maaf dari saya. Tujuan saya melakukan ini agar dia tahu bahwa dia dikeluarkan dengan cara yang sopan. Apalagi, saya mengaturkan permintaan maaf yang tulus,” ungkap Hodgson, dilansir The Sun.
Hodgson menyadari bahwa ungkapannya beberapa waktu lalu itu merupakan penghinaan yang tidak sepantasnya dilontarkan seorang pelatih. Menurut pelatih yang berkarier sebagai pemain bertahan Crystal Palace era ’60-an itu, tak ada landasan benci atau sakit hati kepada Ferdinand terkait keputusannnya tersebut. Bagi dia, pemanggilan pemain saat ini lebih bertujuan untuk membentuk tim Inggris pada Piala Dunia 2014.
”Saya mencoba untuk melihat dua tahun ke depan yakni meremajakan skuad. Ketika saya memanggil seorang pemain, dia akan langsung bermain dalam tim, bukan hanya sebagai bagian dari skuad. Pada intinya saya ingin tim ini lebih siap dua tahun ke depan saat tampil di Brasil,” tutur pelatih kelahiran Croydon, Inggris, 9 Agustus 1947, tersebut.
Sementara itu, Ferdinand membenarkan pernyataan maaf telah dilontarkan Hodgson. Dia kemudian menyatakan menerima pernyataan tersebut.
(akr)