Mo Farah pertahankan gelar European Athlete of the Year
Minggu, 07 Oktober 2012 - 04:30 WIB
Mo Farah pertahankan gelar European Athlete of the Year
A
A
A
Sindonews.com - Atlet berkebangsaan Inggris kelahiran Mogadishu, Somalia, Mo Farah, kembali meraih predikat "European Athlete of the Year". Gelar itu berhasil dipertahankannya setelah dia sukses mendulang dua medali emas di Olimpiade London.
Seperti dilaporkan The Sun, Sabtu (6/10), Mo Farah mendapatkan penghargaan itu sehari setelah atlet Inggris lainnya, Jessica Ennis, meraih gelar serupa untuk kategori perempuan. Sukses ini pun membuat Inggris mampu mengawinkan gelar terbaik untuk kali pertama setelah 19 tahun.
Farah, yang memenangi emas Olimpiade di dua nomor cabang atletik 5.000 m dan 10.000 m, menjadi atlet kedua yang secara berturut-turut meraih gelar European Athlete of the Year menyusul atlet Swedia, Christian Olsson (2003 dan 2004).
Atlet berusia 29 tahun itu juga mempertahankan gelar kejuaraan Eropa di nomor 5.000 m, sehingga ia menjadi atlet pertama yang memenangkan medali emas secara berturut-turut di kejuaraan tersebut.
Di sisi lain, dalam kehidupan pribadinya, Mo Farah aktif dalam komunitas Muslim Britania Raya, ia juga dikenal sebagai penganut Islam yang taat. Farah berusaha tetap beribadah puasa Ramadhan meskipun harus latihan fisik yang berat ketika mengikuti Olimpiade London. "Selama Ramadhan, saya sellu berpuasa meski itu bukan hal yang mudah bagi atlet. Saya seorang muslim, jadi saya harus menjalankan lima rukun Islam," ujarnya kala itu, seperti dikutip beberapa media setempat.
Seperti dilaporkan The Sun, Sabtu (6/10), Mo Farah mendapatkan penghargaan itu sehari setelah atlet Inggris lainnya, Jessica Ennis, meraih gelar serupa untuk kategori perempuan. Sukses ini pun membuat Inggris mampu mengawinkan gelar terbaik untuk kali pertama setelah 19 tahun.
Farah, yang memenangi emas Olimpiade di dua nomor cabang atletik 5.000 m dan 10.000 m, menjadi atlet kedua yang secara berturut-turut meraih gelar European Athlete of the Year menyusul atlet Swedia, Christian Olsson (2003 dan 2004).
Atlet berusia 29 tahun itu juga mempertahankan gelar kejuaraan Eropa di nomor 5.000 m, sehingga ia menjadi atlet pertama yang memenangkan medali emas secara berturut-turut di kejuaraan tersebut.
Di sisi lain, dalam kehidupan pribadinya, Mo Farah aktif dalam komunitas Muslim Britania Raya, ia juga dikenal sebagai penganut Islam yang taat. Farah berusaha tetap beribadah puasa Ramadhan meskipun harus latihan fisik yang berat ketika mengikuti Olimpiade London. "Selama Ramadhan, saya sellu berpuasa meski itu bukan hal yang mudah bagi atlet. Saya seorang muslim, jadi saya harus menjalankan lima rukun Islam," ujarnya kala itu, seperti dikutip beberapa media setempat.
(wbs)