Persib berupaya perbaiki sistem kontrak pemain
Senin, 08 Oktober 2012 - 13:42 WIB
Persib berupaya perbaiki sistem kontrak pemain
A
A
A
Sindonews.com – Pelatih anyar Persib Bandung Djadjang Nurdjaman menilai ada beberapa persyaratan yang harus dimiliki seorang pemain agar bisa mendapatkan kontrak lebih dari satu musim. Djadjang menegaskan seorang pemain dengan status cadangan atau jarang bermain, bukan berarti tidak pantas mendapatkan kontrak jangka panjang.
Setelah merekomendasikan Atep, Jajang Sukmara dan Tony Sucipto dikontrak selama dua musim. Djadjang juga mengaku masih memilah-milah pemain yang dianggap pantas diikat lebih dari satu musim kompetisi.
“Paling utama pemain tersebut potensial, dia bisa menunjukan penampilan lebih baik, baik ketika latihan maupun saat tim bertandingan. Dengan harapan kedepannya mereka bisa diharapkan untuk bermain lebih lama untuk di Persib,” ungkap Djadjang kepada wartawan di mes Persib, Senin (8/10/2012).
Djadjang sendiri mengaku sejauh ini, ia belum memutuskan siapa pemain yang pantas mengikuti jejak Atep, Jajang dan Tony. “Belum bisa diputuskan, karena kami juga kan punya pemain yang saat ini membela timnas. Mereka juga harus di libatkan dalam memikirkan masalah ini. Maksudnya mereka juga masuk kandidat untuk dikontrak dua tahun,” ujar Djadjang.
Pola penerapan kontrak jangka panjang di Persib sendiri mulai diterapkan musim ini. Ada beberapa keuntungan yang bisa dipetik Persib dari upaya ini, diantaranya bisa mencegah upaya klub lain membajak pemain seperti pada kasus hengkangnya Eka Ramdani ke Persisam Samarinda musim lalu. Kala itu, meski Persib memasukan Eka dalam daftar pemain yang dipertahankan. Namun, Eka lebih memilih menerima tawaran dari Persisam.
Kasus serupa juga terjadi pada Siswanto. Pemain sayap yang lincah ini memutuskan hengkang ke Sriwijaya FC meski sebelumnya sudah diminta bertahan. Keuntungan lainnya adalah jika ada pemain yang diminati klub lain. Persib minimal bisa meraup keuntungan finansial dari hasil kesepakatan proses transfer pemain.
Maung Bandung mungkin tidak akan terlalu dibuat marah ketika Eka pergi ke Persisam. Andai kala itu Eka masih memiliki ikatan kontrak selama satu musim kedepan, isi kas Persib bisa jadi bakal bertambah dari hasil penjualan Eka ke Persisam.
Setelah merekomendasikan Atep, Jajang Sukmara dan Tony Sucipto dikontrak selama dua musim. Djadjang juga mengaku masih memilah-milah pemain yang dianggap pantas diikat lebih dari satu musim kompetisi.
“Paling utama pemain tersebut potensial, dia bisa menunjukan penampilan lebih baik, baik ketika latihan maupun saat tim bertandingan. Dengan harapan kedepannya mereka bisa diharapkan untuk bermain lebih lama untuk di Persib,” ungkap Djadjang kepada wartawan di mes Persib, Senin (8/10/2012).
Djadjang sendiri mengaku sejauh ini, ia belum memutuskan siapa pemain yang pantas mengikuti jejak Atep, Jajang dan Tony. “Belum bisa diputuskan, karena kami juga kan punya pemain yang saat ini membela timnas. Mereka juga harus di libatkan dalam memikirkan masalah ini. Maksudnya mereka juga masuk kandidat untuk dikontrak dua tahun,” ujar Djadjang.
Pola penerapan kontrak jangka panjang di Persib sendiri mulai diterapkan musim ini. Ada beberapa keuntungan yang bisa dipetik Persib dari upaya ini, diantaranya bisa mencegah upaya klub lain membajak pemain seperti pada kasus hengkangnya Eka Ramdani ke Persisam Samarinda musim lalu. Kala itu, meski Persib memasukan Eka dalam daftar pemain yang dipertahankan. Namun, Eka lebih memilih menerima tawaran dari Persisam.
Kasus serupa juga terjadi pada Siswanto. Pemain sayap yang lincah ini memutuskan hengkang ke Sriwijaya FC meski sebelumnya sudah diminta bertahan. Keuntungan lainnya adalah jika ada pemain yang diminati klub lain. Persib minimal bisa meraup keuntungan finansial dari hasil kesepakatan proses transfer pemain.
Maung Bandung mungkin tidak akan terlalu dibuat marah ketika Eka pergi ke Persisam. Andai kala itu Eka masih memiliki ikatan kontrak selama satu musim kedepan, isi kas Persib bisa jadi bakal bertambah dari hasil penjualan Eka ke Persisam.
(akr)