PSASI Jabar siapkan atlet ski air unggulan
Senin, 08 Oktober 2012 - 20:29 WIB
PSASI Jabar siapkan atlet ski air unggulan
A
A
A
Sindonews.com - Cabang olahraga ski air Jabar akan melakukan regenerasi atlet sebagai persiapan menghadapi PON XIX/2016 di Jawa Barat. Sebab, Jabar memiliki potensi dari atlet-atlet muda yang sekarang dipersiapkan.
''Ski air masih berpotensi menjadi penyumbang medali di PON Jabar. Karena itu, mulai sekarang kita harus melakukan pembinaan sejak dini. Jabar masih punya atlet-atlet muda,” kata Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov Persatuan Ski Air Seluruh Indonesia (PSASI) Jabar, Darwin Suratman kepada SINDO kemarin.
Menurutnya, pembinaan sejak dini harus dilakukan agar Jabar tidak perlu bingung dan kesulitan mendapatkan atlet pelapis. Atlet muda Jabar harus terus diasah kualitasnya. “Kini saat yang tepat untuk mematangkan atlet muda kita,” tegasnya.
Dia optimis pembinaan atletnya ke depan, akan berjalan lancar kika sarana dan prasarana yang representatif mendukung untuk berjalannya pembinaan. Mengenai hal itu, Pengda akan koordinasi dengan KONI Jabar, pasalnya masih banyak kendala dilapangan yang nantinya hasil evaluasi bersama akan segera dilaporkan. "Sebenarnya ada sedikit kendala, terutama masalah danau, karena saat ini sudah banyak jaring apung masyarakat yang sudah semakin menjamur,"ujar Darwin.
Atlet ski air Jabar saat ini kembali ke pencab masing-masing. Dikarenakan Jabar akan menjadi tuan rumah jadi kita persiapkan pendaataan sejak dini. Pengda akan melakukan koordinasi internal akan ada rekruitmen atlet yang berpotensi untuk PON nanti.
Darwin tetap optimistis dengan program yang jelas dan fasilitas yang refresntatif, akan dapat menghasilkan atlet yang bagus. Kelak Ski air Jabar bisa menjadi andalan di even-even nasional, khususnya PON beberapa tahun ke depan.
Sekarang ini, tambahnya, persaingan ski air di tanah air cukup ketat. Beberapa daerah kini memiliki atlet yang bagus-bagus. Seperti, DKI Jakarta, Jatim dan Kepulauan Riau. “Kami akan melakukan evaluasi atas hasil yang diraih di PON Riau kemarin. Ini perlu dilakukan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan saat tampil di PON lalu,” tuturnya.
Memang untuk olahraga ski air ini termasuk ke dalam cabong olahraga yang tidak terlalu populer, belum begitu memasyarakat.Namun Pengda akan melakukan upaya-upaya untuk menjaring atlet potensial yang bisa memberikan kontribusi untuk Jabar.
Kini Jabar masih memiliki delapan atlet muda yang akan dipersiapkan. Dan nomor yang akan dipertandingkan nanti berjumlah tujuh nomor, namun Darwin akan mencoba mengusulkan untuk menambahkan nomor jumping, karena Jabar memiliki potensi pada nomor itu."Nanti saya akan coba mengusulkan nomor jumping, jadi nantinya Overall.atlet bisa melakukan trik, slalom, dan jumping, itu satu medali emas. Karena waktu PON Riau jamping tidak dipertandingkan, padahal di kaltim dipertandingkan,"katanya.
Pada PON XVIII Riau, Jabar sukses menyumbangkan oleh Febiandi Andri Muhammad, unggul 200 poin dari atlet DKI Jakarta, Zulkarnain Maliki yang memperoleh medali perak. Penampilan Febiandi pada final termasuk luar biasa. Bahkan, jika dibandingkan dengan penampilannya saat babak penyisihan, penampilan di final sangatlah mengejutkan. Saat penyisihan, Febiandi hanya berhasil mencetak nilai 2.510 dan itu menempatkannya hanya di posisi lima akhir pertandingan.
Untuk pemusatan latihan, Pengda PSASI Jabar akan melakukan pembicaraan dengan Pengcab Purwakarta dan Pengcab Bandung Barat. Sehingga nanti program untuk keberhasilan ke depan bisa berjalan dengan lancar.
''Ski air masih berpotensi menjadi penyumbang medali di PON Jabar. Karena itu, mulai sekarang kita harus melakukan pembinaan sejak dini. Jabar masih punya atlet-atlet muda,” kata Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov Persatuan Ski Air Seluruh Indonesia (PSASI) Jabar, Darwin Suratman kepada SINDO kemarin.
Menurutnya, pembinaan sejak dini harus dilakukan agar Jabar tidak perlu bingung dan kesulitan mendapatkan atlet pelapis. Atlet muda Jabar harus terus diasah kualitasnya. “Kini saat yang tepat untuk mematangkan atlet muda kita,” tegasnya.
Dia optimis pembinaan atletnya ke depan, akan berjalan lancar kika sarana dan prasarana yang representatif mendukung untuk berjalannya pembinaan. Mengenai hal itu, Pengda akan koordinasi dengan KONI Jabar, pasalnya masih banyak kendala dilapangan yang nantinya hasil evaluasi bersama akan segera dilaporkan. "Sebenarnya ada sedikit kendala, terutama masalah danau, karena saat ini sudah banyak jaring apung masyarakat yang sudah semakin menjamur,"ujar Darwin.
Atlet ski air Jabar saat ini kembali ke pencab masing-masing. Dikarenakan Jabar akan menjadi tuan rumah jadi kita persiapkan pendaataan sejak dini. Pengda akan melakukan koordinasi internal akan ada rekruitmen atlet yang berpotensi untuk PON nanti.
Darwin tetap optimistis dengan program yang jelas dan fasilitas yang refresntatif, akan dapat menghasilkan atlet yang bagus. Kelak Ski air Jabar bisa menjadi andalan di even-even nasional, khususnya PON beberapa tahun ke depan.
Sekarang ini, tambahnya, persaingan ski air di tanah air cukup ketat. Beberapa daerah kini memiliki atlet yang bagus-bagus. Seperti, DKI Jakarta, Jatim dan Kepulauan Riau. “Kami akan melakukan evaluasi atas hasil yang diraih di PON Riau kemarin. Ini perlu dilakukan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan saat tampil di PON lalu,” tuturnya.
Memang untuk olahraga ski air ini termasuk ke dalam cabong olahraga yang tidak terlalu populer, belum begitu memasyarakat.Namun Pengda akan melakukan upaya-upaya untuk menjaring atlet potensial yang bisa memberikan kontribusi untuk Jabar.
Kini Jabar masih memiliki delapan atlet muda yang akan dipersiapkan. Dan nomor yang akan dipertandingkan nanti berjumlah tujuh nomor, namun Darwin akan mencoba mengusulkan untuk menambahkan nomor jumping, karena Jabar memiliki potensi pada nomor itu."Nanti saya akan coba mengusulkan nomor jumping, jadi nantinya Overall.atlet bisa melakukan trik, slalom, dan jumping, itu satu medali emas. Karena waktu PON Riau jamping tidak dipertandingkan, padahal di kaltim dipertandingkan,"katanya.
Pada PON XVIII Riau, Jabar sukses menyumbangkan oleh Febiandi Andri Muhammad, unggul 200 poin dari atlet DKI Jakarta, Zulkarnain Maliki yang memperoleh medali perak. Penampilan Febiandi pada final termasuk luar biasa. Bahkan, jika dibandingkan dengan penampilannya saat babak penyisihan, penampilan di final sangatlah mengejutkan. Saat penyisihan, Febiandi hanya berhasil mencetak nilai 2.510 dan itu menempatkannya hanya di posisi lima akhir pertandingan.
Untuk pemusatan latihan, Pengda PSASI Jabar akan melakukan pembicaraan dengan Pengcab Purwakarta dan Pengcab Bandung Barat. Sehingga nanti program untuk keberhasilan ke depan bisa berjalan dengan lancar.
(aww)