Kongres KPSI bahas kembalinya SP dan Persijap
Senin, 08 Oktober 2012 - 20:37 WIB
Kongres KPSI bahas kembalinya SP dan Persijap
A
A
A
Sindonews.com - Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia (KPSI) akan menggelar kongres pada 10 November mendatang. Rencananya, kongres tersebut akan mengagendakan pengesahan masuknya Semen Padang (SP) dan Persijap Jepara ke kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2012/2013.
SP dan Persijap yang musim lalu berlaga di kompetisi Indonesia Premier League (IPL), memang berniat untuk kembali ke ISL pada musim kompetisi mendatang. Berbagai cara untuk berlaga di ISL pun sudah dilakukan manajemen Kabau Sirah, julukan SP, dan Persijap, dan dikabarkan kongres nanti akan dijadikan proses resmi kembalinya kedua klub tersebut.
Anggota KPSI, Djamal Aziz, menegaskan, jika dalam kongres nanti masalah kompetisi saja yang jadi pembahasan. KPSI tidak mau, jika masuknya SP dan Persijap tidak melalui proses yang benar. Dalam kongres nanti pun, para klub-klub anggota pun yang akan menentukan apakah SP dan Persijap bisa kembali berlaga di ISL atau tidak.
"Agendanya tentang pembahasan masuknya kedua klub (SP dan Persijap). Sebelum diterima, kami ingin semuanya masuk melalui proses kongres. Kami minta kepada anggota kongres. Jika anggota mau, kami akan terima (SP dan Persijap)," ungkap Djamal.
"Pertemuan pun termasuk membahas soal putaran kompetisi di musim mendatang. Kami menentukan apakah ISL akan diputar Desember atau Januari. Tapi kemungkinan Desember akan sulit terlaksana, karena kondisi sepak bola kita juga masih seperti ini. Kemungkinan akan dijalani Januari, Desember mungkin ada beberapa pertandingan persahabatan," sambung pria yang juga menjabat sebagai wakil ketua tim Joint Committee (JC) tersebut.
Apakah keinginan KPSI menggelar kongres, melanggar statuta? Djamal dengan tegas membantah hal tersebut. Menurutnya, kondisi persepakbolaan Indonesia sedang dalam kondisi yang tidak normal. Jadi apapun yang dilakukan KPSI sah-sah saja, tanpa harus meminta persetujuan terlebih dari kepada PSSI.
"Apakah itu melanggar statuta? Saya rasa tidak, karena semua yg ada jangan dulu bicara statuta. Kalau ada statuta, dipastikan tidak akan ada Joint Committee (JC). Kenapa AFC membuat JC, karena memang kondisi sepak bola saat ini sedang abnormal (tidak normal," papar pria yang juga menjabat sebagai anggota Komisi X DPR RI tersebut.
"Kalau dalam kondisi normal, baru boleh kita sama-sama berbicara dan mengedepankan statuta. Jadi saat ini, apa saja yang terbaik untuk persepakbolaan Indonesia pasti AFC mengerti. KPSI pun sejauh ini terus mencoba untuk melakukan penawaran seperti contohnya keinginan menggelar laga uji coba dua timnas. Tapi sampai saat ini juga, PSSI tidak berikan respon," tutup Djamal.
SP dan Persijap yang musim lalu berlaga di kompetisi Indonesia Premier League (IPL), memang berniat untuk kembali ke ISL pada musim kompetisi mendatang. Berbagai cara untuk berlaga di ISL pun sudah dilakukan manajemen Kabau Sirah, julukan SP, dan Persijap, dan dikabarkan kongres nanti akan dijadikan proses resmi kembalinya kedua klub tersebut.
Anggota KPSI, Djamal Aziz, menegaskan, jika dalam kongres nanti masalah kompetisi saja yang jadi pembahasan. KPSI tidak mau, jika masuknya SP dan Persijap tidak melalui proses yang benar. Dalam kongres nanti pun, para klub-klub anggota pun yang akan menentukan apakah SP dan Persijap bisa kembali berlaga di ISL atau tidak.
"Agendanya tentang pembahasan masuknya kedua klub (SP dan Persijap). Sebelum diterima, kami ingin semuanya masuk melalui proses kongres. Kami minta kepada anggota kongres. Jika anggota mau, kami akan terima (SP dan Persijap)," ungkap Djamal.
"Pertemuan pun termasuk membahas soal putaran kompetisi di musim mendatang. Kami menentukan apakah ISL akan diputar Desember atau Januari. Tapi kemungkinan Desember akan sulit terlaksana, karena kondisi sepak bola kita juga masih seperti ini. Kemungkinan akan dijalani Januari, Desember mungkin ada beberapa pertandingan persahabatan," sambung pria yang juga menjabat sebagai wakil ketua tim Joint Committee (JC) tersebut.
Apakah keinginan KPSI menggelar kongres, melanggar statuta? Djamal dengan tegas membantah hal tersebut. Menurutnya, kondisi persepakbolaan Indonesia sedang dalam kondisi yang tidak normal. Jadi apapun yang dilakukan KPSI sah-sah saja, tanpa harus meminta persetujuan terlebih dari kepada PSSI.
"Apakah itu melanggar statuta? Saya rasa tidak, karena semua yg ada jangan dulu bicara statuta. Kalau ada statuta, dipastikan tidak akan ada Joint Committee (JC). Kenapa AFC membuat JC, karena memang kondisi sepak bola saat ini sedang abnormal (tidak normal," papar pria yang juga menjabat sebagai anggota Komisi X DPR RI tersebut.
"Kalau dalam kondisi normal, baru boleh kita sama-sama berbicara dan mengedepankan statuta. Jadi saat ini, apa saja yang terbaik untuk persepakbolaan Indonesia pasti AFC mengerti. KPSI pun sejauh ini terus mencoba untuk melakukan penawaran seperti contohnya keinginan menggelar laga uji coba dua timnas. Tapi sampai saat ini juga, PSSI tidak berikan respon," tutup Djamal.
(aww)