Vivian Harris gantung sarung tinju
Selasa, 09 Oktober 2012 - 07:30 WIB
Vivian Harris gantung sarung tinju
A
A
A
Sindonews.com - Setelah usia menginjak 34 tahun, petinju Guyana, Vivian Harris, menyatakan gantung sarung tinju. Mantan juara kelas welter junior IBA dan WBA itu mencatatkan hasil yang kurang memuaskan di akhir karirnya.
Sejak kemenangan atas Octavio Narvaez pada 29 Oktober 2008 di New Jersey, AS, pemilik julukan Vicious itu sepertinya lupa cara memenangkan pertarungan, ia secara bergiliran dikalahkan lawan-lawannya. Dari delapan kali pertarungannya, tercatat dia berhasil dikalahkan lawannya sebanyak enam kali, sementara satu duel lainnya berakhir imbang dan satu lagi dinyatakan no contest. Terakhir, ia kalah TKO dari Brian Rose pada 5 Oktober kemarin di Blackpool, Inggris.
"Saya ingin berterima kasih kepada Tuhan atas karir tinju saya yang hebat ini, yang membuat saya meraih gelar juara dan mempertahankannya selama empat kali," tulisnya dalam akun Facebook miliknya, yang dikutip Fight News, Selasa (9/10). "Setelah pertarungan (melawan Rose) saya menyadari jika saya tidak memiliki keinginan dan kelaparan apapun karena saya sudah tidak mampu tampil sebaik seperti sebelumnya."
Harris juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada keluarga dan teman-temannya yang selalu mendukung karirnya dan keputusan tersebut. "Saya juga ingin berterima kasih kepada semua orang di dunia tinju yang telah memberi saya kesempatan untuk menjadi juara dunia dan memberikan beberapa pertarungan hebat yang akan selalu diingat oleh penggemarku," imbuhnya.
"Saya akan turut aktif mencetak petinju masa depan yang memiliki keinginan untuk menjadi juara dunia berikutnya."
Selama karirnya di dunia tinju profesional, Harris mencatatkan rekor 29 kali menang (19KO), sembilan kali kalah, satu kali seri, dan sekali no contest.
Sejak kemenangan atas Octavio Narvaez pada 29 Oktober 2008 di New Jersey, AS, pemilik julukan Vicious itu sepertinya lupa cara memenangkan pertarungan, ia secara bergiliran dikalahkan lawan-lawannya. Dari delapan kali pertarungannya, tercatat dia berhasil dikalahkan lawannya sebanyak enam kali, sementara satu duel lainnya berakhir imbang dan satu lagi dinyatakan no contest. Terakhir, ia kalah TKO dari Brian Rose pada 5 Oktober kemarin di Blackpool, Inggris.
"Saya ingin berterima kasih kepada Tuhan atas karir tinju saya yang hebat ini, yang membuat saya meraih gelar juara dan mempertahankannya selama empat kali," tulisnya dalam akun Facebook miliknya, yang dikutip Fight News, Selasa (9/10). "Setelah pertarungan (melawan Rose) saya menyadari jika saya tidak memiliki keinginan dan kelaparan apapun karena saya sudah tidak mampu tampil sebaik seperti sebelumnya."
Harris juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada keluarga dan teman-temannya yang selalu mendukung karirnya dan keputusan tersebut. "Saya juga ingin berterima kasih kepada semua orang di dunia tinju yang telah memberi saya kesempatan untuk menjadi juara dunia dan memberikan beberapa pertarungan hebat yang akan selalu diingat oleh penggemarku," imbuhnya.
"Saya akan turut aktif mencetak petinju masa depan yang memiliki keinginan untuk menjadi juara dunia berikutnya."
Selama karirnya di dunia tinju profesional, Harris mencatatkan rekor 29 kali menang (19KO), sembilan kali kalah, satu kali seri, dan sekali no contest.
(wbs)