Pemain PSM tunggu kepastian kontrak
Rabu, 10 Oktober 2012 - 17:28 WIB
Pemain PSM tunggu kepastian kontrak
A
A
A
Sindonews.com - Jadwal kompetisi Indonesian Premier Lague (IPL) musim 2012/2013 masih gelap. Imbasnya adalah tertundanya kontrak pemain. Walau begitu, ada penggawa Juku Eja yang mau bersabar menunggu kepastian.
Pemain muda PSM Makassar Hendra Wijaya mengatakan, rata-rata saat ini, pemain ingin secepatnya menerima draf kontrak, untuk memastikan tenaganya dipakai atau tidak untuk kompetisi musim mendatang.
Jika tidak dibutuhkan lagi, pilihannya adalah mencari klub lain sebagai tempat berlabuh. ”Namun jika kontrak ditunda karena masih harus menunggu kepastian jadwal, saya serahkan sepenuhnya ke manajemen,” katanya.
Dia mengaku siap bersabar sampai ada titik terang, mengenai teknis pelaksaan liga dan kepastian kontrak musim mendatang. ''Sampai sekarang hati saya masih di PSM dan tidak ada masalah menunggu kepastian jadwal,”sebutnya.
CEO PSM Makassar, Rully Habibi mengakui, saat ini pengurus dalam posisi dilematis soal kontrak pemain. Termasuk hal penting lainnya. ''Sebelum dikontrak, kita harus tahu dulu regulasi musim depan itu seperti apa,” tandasnya.
Berangkat dari regulasi itu menurut Rully, manajemen kemudian membuat program perencanaan untuk kerja satu tahun. ''Tidak mungkin kami membuat perencanaan yang sifatnya kira-kira atau hanya asumsi,” ucapnya.
Apalagi menurut dia, untuk kompetisi mendatang, Asian Football Confederation (AFC), sudah mewajibkan klub, dikelola secara profesional dan transparan. ''Mulai dari keuangan sampai manajemen lainnya,” kata dia.
Makanya dia mendesak PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), bekerja cepat dan mengeluarkan jadwal liga, regulasi, termasuk jumlah peserta. ''Bayangkan, sampai sekarang jumlah klub untuk musim depan belum jelas,” tegasnya.
Rully mengatakan, jika operator LPIS terlambat mengeluarkan jadwal, regulasi dan peserta liga, diprediksi kompeitisi musim depan berjalan tidak maksimal. ''Ini persoalan serius dan tidak bisa main-main,”paparnya.
Mantan bendahara PSM untuk Liga Super Indonesia, Suhardi Hamid memberikan masukan untuk persoalan kontrak pemain. ''Bisa saja kontrak pemain dilakukan sebelum keluarnya regulasi dan jadwal liga,” ucapnya.
Namun, menurut dia, harus ada konsekuensi yang siap diterima pemain. Misalnya. Kontrak bisa berubah jika ada regulasi baru. ''Karena jika tidak, akan muncul masalah di belakang hari,” jelasnya.
Selain itu, hak dan kewajiban, belum berjalan sebelum ada kepastian jadwal termasuk regulasi. ''Jika poin-poin tersebut dilaksanakan, persoalannya tidak akan serumit sekarang,”pungkasnya.
Pemain muda PSM Makassar Hendra Wijaya mengatakan, rata-rata saat ini, pemain ingin secepatnya menerima draf kontrak, untuk memastikan tenaganya dipakai atau tidak untuk kompetisi musim mendatang.
Jika tidak dibutuhkan lagi, pilihannya adalah mencari klub lain sebagai tempat berlabuh. ”Namun jika kontrak ditunda karena masih harus menunggu kepastian jadwal, saya serahkan sepenuhnya ke manajemen,” katanya.
Dia mengaku siap bersabar sampai ada titik terang, mengenai teknis pelaksaan liga dan kepastian kontrak musim mendatang. ''Sampai sekarang hati saya masih di PSM dan tidak ada masalah menunggu kepastian jadwal,”sebutnya.
CEO PSM Makassar, Rully Habibi mengakui, saat ini pengurus dalam posisi dilematis soal kontrak pemain. Termasuk hal penting lainnya. ''Sebelum dikontrak, kita harus tahu dulu regulasi musim depan itu seperti apa,” tandasnya.
Berangkat dari regulasi itu menurut Rully, manajemen kemudian membuat program perencanaan untuk kerja satu tahun. ''Tidak mungkin kami membuat perencanaan yang sifatnya kira-kira atau hanya asumsi,” ucapnya.
Apalagi menurut dia, untuk kompetisi mendatang, Asian Football Confederation (AFC), sudah mewajibkan klub, dikelola secara profesional dan transparan. ''Mulai dari keuangan sampai manajemen lainnya,” kata dia.
Makanya dia mendesak PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), bekerja cepat dan mengeluarkan jadwal liga, regulasi, termasuk jumlah peserta. ''Bayangkan, sampai sekarang jumlah klub untuk musim depan belum jelas,” tegasnya.
Rully mengatakan, jika operator LPIS terlambat mengeluarkan jadwal, regulasi dan peserta liga, diprediksi kompeitisi musim depan berjalan tidak maksimal. ''Ini persoalan serius dan tidak bisa main-main,”paparnya.
Mantan bendahara PSM untuk Liga Super Indonesia, Suhardi Hamid memberikan masukan untuk persoalan kontrak pemain. ''Bisa saja kontrak pemain dilakukan sebelum keluarnya regulasi dan jadwal liga,” ucapnya.
Namun, menurut dia, harus ada konsekuensi yang siap diterima pemain. Misalnya. Kontrak bisa berubah jika ada regulasi baru. ''Karena jika tidak, akan muncul masalah di belakang hari,” jelasnya.
Selain itu, hak dan kewajiban, belum berjalan sebelum ada kepastian jadwal termasuk regulasi. ''Jika poin-poin tersebut dilaksanakan, persoalannya tidak akan serumit sekarang,”pungkasnya.
(aww)