Pelatih PSMS apresiasi semangat pemain amatir
Rabu, 10 Oktober 2012 - 18:51 WIB
Pelatih PSMS apresiasi semangat pemain amatir
A
A
A
Sindonews.com - Tim pelatih PSMS Medan masih terus memantau calon pemain yang akan mengisi skuad musim 2012/2013. Simulasi pertandingan atau game masih menjadi menu seleksi yang harus dilahap para peserta seleksi yang kini mencapai total 100 pemain dari pemain amatir.
Untuk skuad amatir, pelatih PSMS Suimin Diharja mengaparesiasi semangat yang ditunjukkan pemain yang mayoritas diisi peemain muda usia tersebut. Kondisi itu membuat pihaknya akan sangat selektif memilih. "Ya, sangat ngotot mereka main. Ini akan membuat seleksi sangat kompetitif," ujar Suimin.
Menetapkan pemain yang layak mengisi tempat di skuad PSMS, tim pelatih memiliki kriteria acuan. Suimin yang memantau seleksi sejak awal melihat beberapa hal yang harus dipenuhi para peserta. Dia dan asisten Suharto, membaginya dalam tiga kategori.
Beberapa hal yang menjadi perhatian adalah tinggi badan, berat badan ideal, kemampuan teknik, taktik dan fisik. Untuk kategori A, para pemain nyaris punya fisik dan skill yang sangat baik. “Untuk tinggi badan minimal 175 cm, dengan berat ideal dan kemampuan teknik, taktik yang bagus. Nah kalau para pemain tersebut bisa memenuhi kategori ini sangat baik. Artinya ini sangat disarankan,” katanya.
Untuk kategori selanjutnya, tinggi dan berat badan ideal tetap memegang peranan penting. Artinya untuk skill teknik bisa ditawar.“Kalau skillnya lumayan dan tidak terlalu bagus. Tapi berat dan tinggi
badannya ideal itu bisa masuk kategori yang kedua,” ujarnya.
Bagaimana untuk para pemain yang tinggi badannya kurang ideal atau tidak memenuhi kriteria minimal 175 yang ditetapkan? Pantauan dari peserta seleksi tidak sedikit yang berpostur mungil. Suimin tak lantas menutup tempat bagi mereka. Namun hal yang harus dipenuhi adalah skill yang di atas rata-rata atau terbilang bagus.
''Kalau untuk pemain yang tidak memenuhi tinggi dan berat badan ideal atau bisa dibilang pendek, bukan berarti terbuang. Mereka harus punya keistimewaan untuk masuk. Misalnya skill yang bagus,” paparnya menjelaskan.
Selain itu setiap posisi juga tentu punya kriteria yang tidak bisa ditawar untuk dipenuhi. Misalnya bek sentral, para pemain harus punya tinggi badan yang ideal 180 cm ke atas. Lain halnya dengan wing bek yang lebih mengutamakan kecepatan, namun, tinggi badan tidak terlalu dipatokkan. Hal itu biasanya dipenuhi para pemain yang tinggi badannya tidak jangkung.
''Kalau bek tengah sudah pasti harus tinggi. Itu wajib. Nah, kalau wing bek itu tidak masalah. Karena yang diperlukan kecepatan dan kemampuan untuk membantu serangan maupun pertahanan. Juga gelandang tidak harus mematok tinggi badan. Tapi untuk striker diharapkan bisa punya postur
ideal karena akan sulit nantinya jika berduel dengan stopper asing yang rata-rata punya tinggi badan di atas rata-rata,” pungkasnya.
Untuk skuad amatir, pelatih PSMS Suimin Diharja mengaparesiasi semangat yang ditunjukkan pemain yang mayoritas diisi peemain muda usia tersebut. Kondisi itu membuat pihaknya akan sangat selektif memilih. "Ya, sangat ngotot mereka main. Ini akan membuat seleksi sangat kompetitif," ujar Suimin.
Menetapkan pemain yang layak mengisi tempat di skuad PSMS, tim pelatih memiliki kriteria acuan. Suimin yang memantau seleksi sejak awal melihat beberapa hal yang harus dipenuhi para peserta. Dia dan asisten Suharto, membaginya dalam tiga kategori.
Beberapa hal yang menjadi perhatian adalah tinggi badan, berat badan ideal, kemampuan teknik, taktik dan fisik. Untuk kategori A, para pemain nyaris punya fisik dan skill yang sangat baik. “Untuk tinggi badan minimal 175 cm, dengan berat ideal dan kemampuan teknik, taktik yang bagus. Nah kalau para pemain tersebut bisa memenuhi kategori ini sangat baik. Artinya ini sangat disarankan,” katanya.
Untuk kategori selanjutnya, tinggi dan berat badan ideal tetap memegang peranan penting. Artinya untuk skill teknik bisa ditawar.“Kalau skillnya lumayan dan tidak terlalu bagus. Tapi berat dan tinggi
badannya ideal itu bisa masuk kategori yang kedua,” ujarnya.
Bagaimana untuk para pemain yang tinggi badannya kurang ideal atau tidak memenuhi kriteria minimal 175 yang ditetapkan? Pantauan dari peserta seleksi tidak sedikit yang berpostur mungil. Suimin tak lantas menutup tempat bagi mereka. Namun hal yang harus dipenuhi adalah skill yang di atas rata-rata atau terbilang bagus.
''Kalau untuk pemain yang tidak memenuhi tinggi dan berat badan ideal atau bisa dibilang pendek, bukan berarti terbuang. Mereka harus punya keistimewaan untuk masuk. Misalnya skill yang bagus,” paparnya menjelaskan.
Selain itu setiap posisi juga tentu punya kriteria yang tidak bisa ditawar untuk dipenuhi. Misalnya bek sentral, para pemain harus punya tinggi badan yang ideal 180 cm ke atas. Lain halnya dengan wing bek yang lebih mengutamakan kecepatan, namun, tinggi badan tidak terlalu dipatokkan. Hal itu biasanya dipenuhi para pemain yang tinggi badannya tidak jangkung.
''Kalau bek tengah sudah pasti harus tinggi. Itu wajib. Nah, kalau wing bek itu tidak masalah. Karena yang diperlukan kecepatan dan kemampuan untuk membantu serangan maupun pertahanan. Juga gelandang tidak harus mematok tinggi badan. Tapi untuk striker diharapkan bisa punya postur
ideal karena akan sulit nantinya jika berduel dengan stopper asing yang rata-rata punya tinggi badan di atas rata-rata,” pungkasnya.
(aww)