Fasilitas jelek, Persib batal TC di Cirebon
Rabu, 10 Oktober 2012 - 20:45 WIB
Fasilitas jelek, Persib batal TC di Cirebon
A
A
A
Sindonews.com - Akibat kendala fasilitas yang kurang memadai, pelatih Persib Bandung, Jajang Nurjaman akhirnya memutuskan program pemusatan latihan atau training center (TC) serta uji coba, hanya akan dilaksanakan di Ciamis dan Purbalingga.
Kota Cirebon batal jadi salah satu kota yang disinggahi Persib karena dari hasil survei yang dilakukan ke Kota Udang, beberapa fasilitas lapangan termasuk Stadion Bima dinilai kurang memadai. Program TC sendiri rencananya akan berlangsung selama 12 hari yang dimulai Kamis (11/10) sampai Minggu (21/10).
''Ya TC tetap akan kita laksanakan sesuai dengan rencana awal, tanggal 11 kita berangkat, tanggal 12 ujicoba lawan PSGC Ciamis lalu tanggal 13 berangkat ke Purbalingga untuk melakukan ujicoba besoknya (tanggal 14) lawan Persibangga, kemudian tanggal 15 kita kembali ke Ciamis dan pulang ke Bandung tanggal 21 Oktober,” ujar Jajang.
Soal pembatalan berkunjung ke Cirebon, Jajang membenarkan keputusan membatalkan TC di Cirebon berdasarkan hasil survei yang menunjukan ternyata di kota Cirebon tidak ada lapangan yang memenuhi syarat untuk Persib berlatih. ''Saya inginnya lapangan yang bagus agar bisa mematangkan pemain dengan sentuhan bola-bola pendek,” jelasnya.
Djadjang berharap setelah melakukan uji coba di Purbalingga, pasukannya bisa kembali melakukan uji coba di Ciamis dengan tim yang satu level atau tingkatannya lebih bagus dari sebelumnya. Namun hingga saat ini belum menemukan lawan yang pas untuk uji coba terakhir di Ciamis nanti. ''Lawan uji coba terakhir selama TC memang belum ada, tapi rencananya kita akan mengundang klub dari kota lain tapi mainnya di Ciamis,” ungkapnya.
Sementara itu, striker asing Persib Herman Dzumafo Epandi mengaku tidak masalah dengan kembali berubahnya pelaksanaan TC. ''Kita hanya melanjutkan persiapan. Jadi menurut saya TC itu biasa saja. Mungkin untuk membentuk kekompakan tim juga nantinya, saya siap menjalaninya” ujar Dzumafo.
Pemain asal Kamerun itu menargetkan selama melakukan TC fisiknya bisa lebih meningkat dari sekarang agar lebih bagus pada saat berjalannya kompetisi resmi ISL musim ini. ''Fisik memang wajib, tapi hal lainnya seperti kekompakan di lapangan dan di luar lapangan pun penting dah harus diperkuat, mumpung kita masih punya waktu,” tandas pemain yang musim lalu membela Arema Indonesia tersebut
Kota Cirebon batal jadi salah satu kota yang disinggahi Persib karena dari hasil survei yang dilakukan ke Kota Udang, beberapa fasilitas lapangan termasuk Stadion Bima dinilai kurang memadai. Program TC sendiri rencananya akan berlangsung selama 12 hari yang dimulai Kamis (11/10) sampai Minggu (21/10).
''Ya TC tetap akan kita laksanakan sesuai dengan rencana awal, tanggal 11 kita berangkat, tanggal 12 ujicoba lawan PSGC Ciamis lalu tanggal 13 berangkat ke Purbalingga untuk melakukan ujicoba besoknya (tanggal 14) lawan Persibangga, kemudian tanggal 15 kita kembali ke Ciamis dan pulang ke Bandung tanggal 21 Oktober,” ujar Jajang.
Soal pembatalan berkunjung ke Cirebon, Jajang membenarkan keputusan membatalkan TC di Cirebon berdasarkan hasil survei yang menunjukan ternyata di kota Cirebon tidak ada lapangan yang memenuhi syarat untuk Persib berlatih. ''Saya inginnya lapangan yang bagus agar bisa mematangkan pemain dengan sentuhan bola-bola pendek,” jelasnya.
Djadjang berharap setelah melakukan uji coba di Purbalingga, pasukannya bisa kembali melakukan uji coba di Ciamis dengan tim yang satu level atau tingkatannya lebih bagus dari sebelumnya. Namun hingga saat ini belum menemukan lawan yang pas untuk uji coba terakhir di Ciamis nanti. ''Lawan uji coba terakhir selama TC memang belum ada, tapi rencananya kita akan mengundang klub dari kota lain tapi mainnya di Ciamis,” ungkapnya.
Sementara itu, striker asing Persib Herman Dzumafo Epandi mengaku tidak masalah dengan kembali berubahnya pelaksanaan TC. ''Kita hanya melanjutkan persiapan. Jadi menurut saya TC itu biasa saja. Mungkin untuk membentuk kekompakan tim juga nantinya, saya siap menjalaninya” ujar Dzumafo.
Pemain asal Kamerun itu menargetkan selama melakukan TC fisiknya bisa lebih meningkat dari sekarang agar lebih bagus pada saat berjalannya kompetisi resmi ISL musim ini. ''Fisik memang wajib, tapi hal lainnya seperti kekompakan di lapangan dan di luar lapangan pun penting dah harus diperkuat, mumpung kita masih punya waktu,” tandas pemain yang musim lalu membela Arema Indonesia tersebut
(aww)