Pemilik tolak dua klub di RULB PSMS
Kamis, 11 Oktober 2012 - 23:27 WIB
Pemilik tolak dua klub di RULB PSMS
A
A
A
Sindonews.com - Masuknya nama PS Medan Putra dan PS Telkom dalam rencana RULB pengurus harian PSMS menuai kritik. Pihak yang mengaku merupakan yang dititahkan pengelolaan klub tersebut mengaku tidak pernah memberikan rekomendasi kepada siapapun untuk mengatasnamakan klub pada RULB 21 Oktober mendatang.
Nama PS Medan Putra dan PS Telkom disebut-sebut bakal memberikan hak suara pada RULB pengurus harian di Hotel Grand Aston. Namun, Ketua PS Telkom, Alwi Nasution menolak hal tersebut. Menurutnya, pihaknya yang telah memberikan suara pada RULB Hotel Candi tidak mungkin memberikan suara di RULB lain.
"Kami mengantongi Surat Penyerahan Pengelolaan PS Pramindo Telkom/PS Telkom oleh pemilik, Bambang Wasito kepada saya sebagai ketua dan Juanda sebagai sekretaris hingga tahun 2016 nanti," ujar Alwi ditemui di Gedung Mantan PSMS kemarin.
Alwi menjelaskan, PS Telkom bukan merupakan kepemilikan institusi seperti PS PO Polisi atau PS Perisai Pajak, melainkan pribadi. "Tahun 1995 lalu, klub PS Telkom yang dulu namanya X Ray dimiliki Tan Abeng mengikuti kompetisi. Kemudian pengelolaannya diberikan kepada Parlin Siagian. Setelahnya, Parlin mengajukan ke Abeng dari Aben plus parlin memberikan hak pengelolaan dan kepemilikan kepada Bambang Wasito yang kemudian menamakan klub itu jadi Pramindo.
Bambang Wasito yang merupakan pimpinan Pramindo punya kerjasama dengan Telkom dan mengubah namanya jadi Pramindo Telkom . Di tahun 2006 namanya berubah jadi PS Telkom juara 1 di Divisi . Setelah gonjang-ganjing ini, pengelolaan diserahkan kepada saya sebagai ketua dan Juanda sebagai sekretaris," ungkapnya seraya menunjukkan surat pengalihan pengelolaan tersebut.
Begitu pula dengan PS Medan Putra yang disebut-sebut merupakan milik Freddy Hutabarat. Ketua PS Medan Putra Syahriful yang biasa disapa Ipung mengatakan, PS Medan putra merupakan milik Tengku Amanan yang dialihkan kepada Tengku Asnawi.
"Pengelolaan tersebut akhirnya mengangkat Abdul Majid Hutabarat sebagai sekretaris yang juga bapak dari Freddy Hutabarat. Sempat tidak terurus, pengelolaan dilanjutkan oleh Abdul Majid, namun kepemilikan tetap punya pemilik," kisah Syahriful.
Salah satu pewaris yang merupakan putra Tengku Amanan, Tengku Syarifullah, akhirnya mencari kerabat di Medan untuk diserahkan pengelolaan klub tersebut. "Akhirnya, Tengku Jefri sebagai kerabat, diserahkan pengelolaan klub tersebut," turut Syahriful.
Baik Alwi maupun Ipung menyatakan, klub yang mengaku merupakan Medan putra dan PS telkom tersebut tidak berafiliasi dengan PSMS. Untuk itu, pihaknya akan mengajukan somasi jika ada pihak yang mengatasnamakan dua klub itu. "Yang pasti mereka harus mencabut dan kalau tidak kami akan tuntut. Yang jelas, mereka tidak berafiliasi ke PSMS," tandas Alwi.
Nama PS Medan Putra dan PS Telkom disebut-sebut bakal memberikan hak suara pada RULB pengurus harian di Hotel Grand Aston. Namun, Ketua PS Telkom, Alwi Nasution menolak hal tersebut. Menurutnya, pihaknya yang telah memberikan suara pada RULB Hotel Candi tidak mungkin memberikan suara di RULB lain.
"Kami mengantongi Surat Penyerahan Pengelolaan PS Pramindo Telkom/PS Telkom oleh pemilik, Bambang Wasito kepada saya sebagai ketua dan Juanda sebagai sekretaris hingga tahun 2016 nanti," ujar Alwi ditemui di Gedung Mantan PSMS kemarin.
Alwi menjelaskan, PS Telkom bukan merupakan kepemilikan institusi seperti PS PO Polisi atau PS Perisai Pajak, melainkan pribadi. "Tahun 1995 lalu, klub PS Telkom yang dulu namanya X Ray dimiliki Tan Abeng mengikuti kompetisi. Kemudian pengelolaannya diberikan kepada Parlin Siagian. Setelahnya, Parlin mengajukan ke Abeng dari Aben plus parlin memberikan hak pengelolaan dan kepemilikan kepada Bambang Wasito yang kemudian menamakan klub itu jadi Pramindo.
Bambang Wasito yang merupakan pimpinan Pramindo punya kerjasama dengan Telkom dan mengubah namanya jadi Pramindo Telkom . Di tahun 2006 namanya berubah jadi PS Telkom juara 1 di Divisi . Setelah gonjang-ganjing ini, pengelolaan diserahkan kepada saya sebagai ketua dan Juanda sebagai sekretaris," ungkapnya seraya menunjukkan surat pengalihan pengelolaan tersebut.
Begitu pula dengan PS Medan Putra yang disebut-sebut merupakan milik Freddy Hutabarat. Ketua PS Medan Putra Syahriful yang biasa disapa Ipung mengatakan, PS Medan putra merupakan milik Tengku Amanan yang dialihkan kepada Tengku Asnawi.
"Pengelolaan tersebut akhirnya mengangkat Abdul Majid Hutabarat sebagai sekretaris yang juga bapak dari Freddy Hutabarat. Sempat tidak terurus, pengelolaan dilanjutkan oleh Abdul Majid, namun kepemilikan tetap punya pemilik," kisah Syahriful.
Salah satu pewaris yang merupakan putra Tengku Amanan, Tengku Syarifullah, akhirnya mencari kerabat di Medan untuk diserahkan pengelolaan klub tersebut. "Akhirnya, Tengku Jefri sebagai kerabat, diserahkan pengelolaan klub tersebut," turut Syahriful.
Baik Alwi maupun Ipung menyatakan, klub yang mengaku merupakan Medan putra dan PS telkom tersebut tidak berafiliasi dengan PSMS. Untuk itu, pihaknya akan mengajukan somasi jika ada pihak yang mengatasnamakan dua klub itu. "Yang pasti mereka harus mencabut dan kalau tidak kami akan tuntut. Yang jelas, mereka tidak berafiliasi ke PSMS," tandas Alwi.
(aww)