Seleksi tahap II PSMS fokus taktik dan strategi
Jum'at, 12 Oktober 2012 - 19:30 WIB
Seleksi tahap II PSMS fokus taktik dan strategi
A
A
A
Sindonews.com - Seleksi pemain PSMS Medan tahap pertama akan memasuki babak akhir. Siang ini, (Sabtu 13/10), perdebatan penentuan calon penggawa PSMS yang lolos seleksi tahap I akan digelar di Hotel Garuda Plaza Medan.
Kendati pengumuman baru akan digelar besok, namun, pelatih PSMS, Suimin Diharja sudah memersiapkan materi untuk digelar pada seleksi putaran kedua mulai Senin (15/10) mendatang. Suimin memaparkan, seleksi tahap kedua akan memfokuskan sumber daya manusia (SDM) pemain yang dilakukan dalam latihan taktik dan strategi.
"Saya sedang mempersiapkan materi latihan pada seleksi tahap kedua yang dimulai minggu depan. Seleksi akan memfokuskan penilaian SDM pemain lewat rencana taktik. Pada pertemuan penentuan pemain lolos tahap I besok (hari ini), saya akan paparkan programnya," kata Suimin.
Suimin menjelaskan, tingkatan intelejensia pemain berbeda-beda. Menurutnya, perbedaan tersebut akan terlihat dan memermudah tim pelatih dan pemandu bakat untuk kembali mengerucutkan pemain yang dinilai masuk kategori seleksi tahap II. "Contohnya seperti ini. Ada pemain, yang saat dijelaskan skema bertahan dan menyerang, dia langsung bisa aplikasikan di lapangan. Ada pula pemain yang saat di lapangan, dia baru mengerti,''ujar Suimin.
''Ada pemain yang ketika dijelaskan, dia tidak mengerti, namun mengerti setelah disampaikan ulang di lapangan. Ada lagi pemain yang ketika di jelaskan, dia tidak mengerti dan setelah diaplikasikan di lapangan dia juga tetap tidak mengerti. Macam-macam. Nah, tentunya dari situ, kami pelatih bisa melakukan penilaian terkait SDM pemain itu," papar pelatih yang gemar memakai topi pet ala pelukis Tino Sidin itu.
Di sisi lain, Suimin mengatakan, pihaknya tetap akan mempertimbangkan mengoptimalkan peran pemain senior untuk keseimbangan di dalam tim. Untuk itu, tim pelatih tidak memberikan batasan umur kepada pemain yang ikut seleksi, terutama pemain non amatir. Memang, pada seleksi PSMS, ada beberapa nama pemain yang sudah masuk dalam kategori pemaib senior, misalnya M Afan Lubis.
"Kalau untuk pemain senior, memang fisik dan kelincahannya tidak lagi seperti pemain-pemain lain yang lebih muda usianya kendati latihan fisik yang padat. Tapi mereka masih bisa di push hingga mencapai performa terbaik seperti yang pernah dia capai sebelumnya," ungkap pria tambun ini.
Sekretaris Umum PSMS Medan, Martius Latuperissa, mengatakan pengurus juga turut memberikan penilaian dari pantauan seleksi pemain. Kendati begitu, ia menegaskan sifatnya bukan intervensi. Tetap saja pengurus menerima rekomendasi dari hasil penjaringan pemain oleh tim pelatih dan talent scouting. "Pengurus juga kan punya penilaian dari hasil amatan langsung. Metode rekrutmen ini memang benar-benar fair. Media juga kan kita libatkan juga," katanya.
Perihal sodoran nama pemain profesional untuk seleksi tahap kedua, Martius menegaskan tidak akan melakukannya. "Enggak akan ada cara seperti itu. Kalau begitu, kecenderungannya pengurus menerima pemain titipan. Pemain profesional diberlakukan sama dengan pemain amatir. Mereka tetap harus melalui dua tahap seleksi lagi, barulah ada penyodoran nama. Tidak ada pengecualian," ujarnya.
Menurut Martius, mentalitas adalah penilaian paling dasar yang diberikan. "Meski dia bagus kualitas permainannya, tapi kalau mentalitasnya buruk, tidak kita pakai. Yang kita ambil adalah pemain profesional yang mau bela PSMS, bukan yang mau cari makan di sini," lanjutnya.
Martius meengatakan, pihaknya tidak kuatir kualitas skuad PSMS musim depan tidak akan mampu bersaing di Divisi Utama lantaran banyaknya bibit-bibit pemain yang potensial.
"Medan ini punya banyak bibit. Banyak pemain amatir yang punya kualitas tak jauh. Buktinya, di laga antara pemain amatir menghadapi profesional, yang amatir menang 2-1. Artinya, secara kualitas enggak jauh berbeda. Kita cari yang punya mental. Mereka harus ikuti seleksi dua tahap lagi," ungkapnya
Kendati pengumuman baru akan digelar besok, namun, pelatih PSMS, Suimin Diharja sudah memersiapkan materi untuk digelar pada seleksi putaran kedua mulai Senin (15/10) mendatang. Suimin memaparkan, seleksi tahap kedua akan memfokuskan sumber daya manusia (SDM) pemain yang dilakukan dalam latihan taktik dan strategi.
"Saya sedang mempersiapkan materi latihan pada seleksi tahap kedua yang dimulai minggu depan. Seleksi akan memfokuskan penilaian SDM pemain lewat rencana taktik. Pada pertemuan penentuan pemain lolos tahap I besok (hari ini), saya akan paparkan programnya," kata Suimin.
Suimin menjelaskan, tingkatan intelejensia pemain berbeda-beda. Menurutnya, perbedaan tersebut akan terlihat dan memermudah tim pelatih dan pemandu bakat untuk kembali mengerucutkan pemain yang dinilai masuk kategori seleksi tahap II. "Contohnya seperti ini. Ada pemain, yang saat dijelaskan skema bertahan dan menyerang, dia langsung bisa aplikasikan di lapangan. Ada pula pemain yang saat di lapangan, dia baru mengerti,''ujar Suimin.
''Ada pemain yang ketika dijelaskan, dia tidak mengerti, namun mengerti setelah disampaikan ulang di lapangan. Ada lagi pemain yang ketika di jelaskan, dia tidak mengerti dan setelah diaplikasikan di lapangan dia juga tetap tidak mengerti. Macam-macam. Nah, tentunya dari situ, kami pelatih bisa melakukan penilaian terkait SDM pemain itu," papar pelatih yang gemar memakai topi pet ala pelukis Tino Sidin itu.
Di sisi lain, Suimin mengatakan, pihaknya tetap akan mempertimbangkan mengoptimalkan peran pemain senior untuk keseimbangan di dalam tim. Untuk itu, tim pelatih tidak memberikan batasan umur kepada pemain yang ikut seleksi, terutama pemain non amatir. Memang, pada seleksi PSMS, ada beberapa nama pemain yang sudah masuk dalam kategori pemaib senior, misalnya M Afan Lubis.
"Kalau untuk pemain senior, memang fisik dan kelincahannya tidak lagi seperti pemain-pemain lain yang lebih muda usianya kendati latihan fisik yang padat. Tapi mereka masih bisa di push hingga mencapai performa terbaik seperti yang pernah dia capai sebelumnya," ungkap pria tambun ini.
Sekretaris Umum PSMS Medan, Martius Latuperissa, mengatakan pengurus juga turut memberikan penilaian dari pantauan seleksi pemain. Kendati begitu, ia menegaskan sifatnya bukan intervensi. Tetap saja pengurus menerima rekomendasi dari hasil penjaringan pemain oleh tim pelatih dan talent scouting. "Pengurus juga kan punya penilaian dari hasil amatan langsung. Metode rekrutmen ini memang benar-benar fair. Media juga kan kita libatkan juga," katanya.
Perihal sodoran nama pemain profesional untuk seleksi tahap kedua, Martius menegaskan tidak akan melakukannya. "Enggak akan ada cara seperti itu. Kalau begitu, kecenderungannya pengurus menerima pemain titipan. Pemain profesional diberlakukan sama dengan pemain amatir. Mereka tetap harus melalui dua tahap seleksi lagi, barulah ada penyodoran nama. Tidak ada pengecualian," ujarnya.
Menurut Martius, mentalitas adalah penilaian paling dasar yang diberikan. "Meski dia bagus kualitas permainannya, tapi kalau mentalitasnya buruk, tidak kita pakai. Yang kita ambil adalah pemain profesional yang mau bela PSMS, bukan yang mau cari makan di sini," lanjutnya.
Martius meengatakan, pihaknya tidak kuatir kualitas skuad PSMS musim depan tidak akan mampu bersaing di Divisi Utama lantaran banyaknya bibit-bibit pemain yang potensial.
"Medan ini punya banyak bibit. Banyak pemain amatir yang punya kualitas tak jauh. Buktinya, di laga antara pemain amatir menghadapi profesional, yang amatir menang 2-1. Artinya, secara kualitas enggak jauh berbeda. Kita cari yang punya mental. Mereka harus ikuti seleksi dua tahap lagi," ungkapnya
(aww)