Kehebatan individu pemain Persib belum cukup
Jum'at, 12 Oktober 2012 - 20:36 WIB
Kehebatan individu pemain Persib belum cukup
A
A
A
Sindonews.com - Indra Mohammad Tohir atau Indra Tohir yang kini bercokol sebagai penasehat teknik Persib Bandung menilai, kejayaan Persib Bandung sebagaimana pernah dirancangnya bukan tidak mungkin untuk kembali diraih.
Menurut pria kelahiran Bandung, 7 Juli 1941 ini, bobotoh sudah haus ingin melihat jagoanya kembali menjuarai berbagai pertandingan sepakbola nasional maupun di luar. Menurutnya, salah satu yang memungkinkan persib untuk menjadi juara yaitu kekompakan tim.
“Kehebatan individu yang dimiliki pemain di Persib saat ini belum cukup untuk membangunkan kejayaan Persib,” kata Tohir dalam perbincangan di sela pemusatan latihan Persib di Stadion Ciamis, kemarin.
Menurut Tohir, kekuatan dan kehebatan individu pemain yang dimiliki Persib saat ini sudah bagus. Jika dikemas dengan lebih baik, sangat memungkinkan bagi Persib untuk menorehkan sejarah merajai dunia sepak bola.
“Salah satu kunci yang selalu saya tekankan, yaitu kekompakan tim. Kehebatan yang dimiliki masing-masing individu ini tidak akan ada gunanya tanpa kekompakan tim,” terang Tohir yang pernah membawa tim Persib Bandung menjadi juara Liga Indonesia I (Liga Dunhill) ini.
Tohir mengatakan, salah satu tujuan pemusatan latihan yang dilakukan Persib Bandung di Ciamis, yaitu untuk meningkatkan kekompakan tim. Di mata Tohir, hadirnya pemain asing tidak jadi jaminan membuat persib kembali berjaya.
“Bukan berarti saya anti asing. Tapi berbicara sejarah, dulu saja tanpa pemain asing Persib bisa menembus Asia. Intinya bukan asing dan non asing tapi kekompakan,” tegas Tohir.
Tohir mengenang, salah satu usahanya menghantarkan Persib ke perempat-final Liga Champions Asia yang merupakan prestasi tertinggi yang pernah dicapai klub di Indonesia. Dengan penampilanya yang kalem, dia tetap optimis kejayaan Persib sudah ada di depan mata.
“Kapasitas saya hanya memberikan nasehat, dengan pendekatan kekeluargaan saya coba perkuat kekompakan ini,” tandas Tohir.
Tohir merasakan, kesusksesan yang pernah di raih Persib sudah dirasakan dekat untuk diraih kembali. “Saya dengan Jajang sudah seperti keluarga karena dulu melatih bersama, dengan pemain inti juga ada beberapa yang dulu kami bersama. Momen ini seperti reuni, dan ini menjadi modal awal bagi kami untuk lebih kompak,” tandas Tohir.
Hanya saja, lanjut Tohir, pelaung itu bisa kembali menjauh. Jika, kekompakan yang sedang dibangun ini kembali pudar. Di sisi lain, tim lawan juga saat ini kondisinya sudah semakin baik, maka Persib harus semakin lebih baik lagi.
“Kemenaggan dan kejayaan bukan hal yang tidak mungkin untuk kita rebut kembali,” ujar pria yang sempat memberikan kuliah untuk mahasiswa di Ciamis ini.
Tohir berharap, dengan pelatihan yang digelar di Ciamis, apa yang diinginkan olehnya dan persib bisa tercapai.
“Saya tahu persis karakteristik Ciamis, diharapkan ini bisa membawa angin segar untuk persib. Sekalipun dalam sesi latihan ini, kami belum berencana berlatih di dekat pantai. Namun, pengalaman di Ciamis akan memberikan pengalaman tersendiri bagi Persib, apalagi sekarang sudah di dukung dengan kondisi lapangan di Ciamis yang bagus,” pungkas Tohir.
Menurut pria kelahiran Bandung, 7 Juli 1941 ini, bobotoh sudah haus ingin melihat jagoanya kembali menjuarai berbagai pertandingan sepakbola nasional maupun di luar. Menurutnya, salah satu yang memungkinkan persib untuk menjadi juara yaitu kekompakan tim.
“Kehebatan individu yang dimiliki pemain di Persib saat ini belum cukup untuk membangunkan kejayaan Persib,” kata Tohir dalam perbincangan di sela pemusatan latihan Persib di Stadion Ciamis, kemarin.
Menurut Tohir, kekuatan dan kehebatan individu pemain yang dimiliki Persib saat ini sudah bagus. Jika dikemas dengan lebih baik, sangat memungkinkan bagi Persib untuk menorehkan sejarah merajai dunia sepak bola.
“Salah satu kunci yang selalu saya tekankan, yaitu kekompakan tim. Kehebatan yang dimiliki masing-masing individu ini tidak akan ada gunanya tanpa kekompakan tim,” terang Tohir yang pernah membawa tim Persib Bandung menjadi juara Liga Indonesia I (Liga Dunhill) ini.
Tohir mengatakan, salah satu tujuan pemusatan latihan yang dilakukan Persib Bandung di Ciamis, yaitu untuk meningkatkan kekompakan tim. Di mata Tohir, hadirnya pemain asing tidak jadi jaminan membuat persib kembali berjaya.
“Bukan berarti saya anti asing. Tapi berbicara sejarah, dulu saja tanpa pemain asing Persib bisa menembus Asia. Intinya bukan asing dan non asing tapi kekompakan,” tegas Tohir.
Tohir mengenang, salah satu usahanya menghantarkan Persib ke perempat-final Liga Champions Asia yang merupakan prestasi tertinggi yang pernah dicapai klub di Indonesia. Dengan penampilanya yang kalem, dia tetap optimis kejayaan Persib sudah ada di depan mata.
“Kapasitas saya hanya memberikan nasehat, dengan pendekatan kekeluargaan saya coba perkuat kekompakan ini,” tandas Tohir.
Tohir merasakan, kesusksesan yang pernah di raih Persib sudah dirasakan dekat untuk diraih kembali. “Saya dengan Jajang sudah seperti keluarga karena dulu melatih bersama, dengan pemain inti juga ada beberapa yang dulu kami bersama. Momen ini seperti reuni, dan ini menjadi modal awal bagi kami untuk lebih kompak,” tandas Tohir.
Hanya saja, lanjut Tohir, pelaung itu bisa kembali menjauh. Jika, kekompakan yang sedang dibangun ini kembali pudar. Di sisi lain, tim lawan juga saat ini kondisinya sudah semakin baik, maka Persib harus semakin lebih baik lagi.
“Kemenaggan dan kejayaan bukan hal yang tidak mungkin untuk kita rebut kembali,” ujar pria yang sempat memberikan kuliah untuk mahasiswa di Ciamis ini.
Tohir berharap, dengan pelatihan yang digelar di Ciamis, apa yang diinginkan olehnya dan persib bisa tercapai.
“Saya tahu persis karakteristik Ciamis, diharapkan ini bisa membawa angin segar untuk persib. Sekalipun dalam sesi latihan ini, kami belum berencana berlatih di dekat pantai. Namun, pengalaman di Ciamis akan memberikan pengalaman tersendiri bagi Persib, apalagi sekarang sudah di dukung dengan kondisi lapangan di Ciamis yang bagus,” pungkas Tohir.
(wbs)