Demi keutuhan, Persib lupakan Jamie
Minggu, 14 Oktober 2012 - 11:54 WIB
Demi keutuhan, Persib lupakan Jamie
A
A
A
Sindonews.com– Demi keutuhan tim, Persib Bandung melupakan kebintangan Michael James Coyne. Langkah tegas dilakukan manajemen Persib Bandung dengan membatalkan rencana mengontrak bek tangguh asal Australia tersebut.
Meski hingga saat ini Francis Yonga yang merupakan agen Jamie –panggilan James Coyne- di Indonesia, masih berusaha membujuk kliennya tersebut agar bersedia menerima fasilitas apartemen yang diberikan manajemen. Namun, Maung Bandung sepertinya terlanjur mengurangi sikap respek terhadap Jamie.
Jamie mangkir dari program pemusatan latihan Persib yang dilaksanakan di Ciamis dan Purbalingga karena tuntutannya mendapatkan fasilitas tempat tinggal berupa apartemen seharga Rp 120 juta tidak dipenuhi. Apa yang diinginkan Jamie terkesan jika dirinya ingin mendapatkan perlakuan istimewa dibandingkan pemain lainnya.
Kondisi ini dinilai berpotensi memicu terjadinya kecemburuan dan manajemen Persib akhirnya memilih langkah tegas dengan memutuskan kesepakatan kontrak yang sudah dilakukan dengan Jamie, sekitar satu pekan lalu. Dengan demikian Jamie diwajibkan mengembalikan uang down payment (DP) sebesar Rp 150 juta yang sudah diterimanya.
“Manajemen lebih tahu persis permasalahannya seperti apa. Tapi saya sudah dapat laporan dan informasi dari manajemen ada beberapa poin dalam kontrak yang tidak disepakati. Buat saya ini berarti sinyal untuk kembali mencari pemain tambahan di lini belakang,” ungkap Djadjang.
Keputusan Persib ini, tentu bukan tanpa resiko. Sebab diakui Djadjang tidak mudah mencari bek asing Asia yang berkualitas. “Mungkin lebih mudah mencari pemain non Asia. Tapi karena kouta pemain asing non Asia semuanya sudah dimaksimalkan mau tidak mau kita harus mencari penggantinya meski tidak akan mudah. Insya Allah dalam sepekan kedepan kita sudah dapat calon pengganti,” papar Djadjang.
Pihak manajemen Persib sendiri sebenarnya belum bisa dikatakan 100% menutup pintu kepada Jamie. Sebab seperti diungkapkan Manajer Persib, Umuh Muchtar, pihaknya menyerahkan masalah Jamie kepada agennya, Francis Yonga yang juga memegang kunci dibalik negosiasi Persib dengan George Parfait Mbida Messi dan Dzumafo Herman Epandi.
“Sebenarnya ini urusannya sudah dengan agen. Jamie meminta apartemen yang nilainya lebih besar dari yang biasa kami sediakan untuk pemain asing. Boleh saja minta, tapi harus yang rasional lah. Jangan sampai menimbulkan masalah di internal tim itu sendiri,” tegas Umuh.
Setelah melalui proses negosiasi, Jamie sebenarnya sudah tidak mempersoalkan fasilitas apartemen seharga Rp 60 juta. Namun, masalah kembali muncul karena istri Jamie tetap keukeuh agar suaminya menuntut kepada manajemen Persib untuk disediakan apartemen sesuai yang diinginkannya.
Sikap istri Jamie ini justru menjadi blunder buat Jamie sendiri. Sebab jika resmi diputus kontraknya sudah dipastikan Jamie harus mencari klub baru di Indonesia. Untuk kembali ke negaranya dan bermain di kompetisi domestik setempat, Jamie kemungkinan bakal kesulitan mendapatkan klub sebab kompetisi sepak bola di Australia sudah berjalan sejak awal bulan Oktober ini.
Sementara itu, dukungan disampaikan salah seorang pengurus teras Viking Persib Fans Club, Yana Mulyana. Menurut Yana, tindakan manajemen sudah cukup tegas dan tepat. “Jadi biar tertanam sikap yang lebih profesional. Prestasi dulu, baru bisa menuntut ini itu. Jangan sebaliknya, belum apa-apa sudah banyak menuntut,” tandas Yana
Meski hingga saat ini Francis Yonga yang merupakan agen Jamie –panggilan James Coyne- di Indonesia, masih berusaha membujuk kliennya tersebut agar bersedia menerima fasilitas apartemen yang diberikan manajemen. Namun, Maung Bandung sepertinya terlanjur mengurangi sikap respek terhadap Jamie.
Jamie mangkir dari program pemusatan latihan Persib yang dilaksanakan di Ciamis dan Purbalingga karena tuntutannya mendapatkan fasilitas tempat tinggal berupa apartemen seharga Rp 120 juta tidak dipenuhi. Apa yang diinginkan Jamie terkesan jika dirinya ingin mendapatkan perlakuan istimewa dibandingkan pemain lainnya.
Kondisi ini dinilai berpotensi memicu terjadinya kecemburuan dan manajemen Persib akhirnya memilih langkah tegas dengan memutuskan kesepakatan kontrak yang sudah dilakukan dengan Jamie, sekitar satu pekan lalu. Dengan demikian Jamie diwajibkan mengembalikan uang down payment (DP) sebesar Rp 150 juta yang sudah diterimanya.
“Manajemen lebih tahu persis permasalahannya seperti apa. Tapi saya sudah dapat laporan dan informasi dari manajemen ada beberapa poin dalam kontrak yang tidak disepakati. Buat saya ini berarti sinyal untuk kembali mencari pemain tambahan di lini belakang,” ungkap Djadjang.
Keputusan Persib ini, tentu bukan tanpa resiko. Sebab diakui Djadjang tidak mudah mencari bek asing Asia yang berkualitas. “Mungkin lebih mudah mencari pemain non Asia. Tapi karena kouta pemain asing non Asia semuanya sudah dimaksimalkan mau tidak mau kita harus mencari penggantinya meski tidak akan mudah. Insya Allah dalam sepekan kedepan kita sudah dapat calon pengganti,” papar Djadjang.
Pihak manajemen Persib sendiri sebenarnya belum bisa dikatakan 100% menutup pintu kepada Jamie. Sebab seperti diungkapkan Manajer Persib, Umuh Muchtar, pihaknya menyerahkan masalah Jamie kepada agennya, Francis Yonga yang juga memegang kunci dibalik negosiasi Persib dengan George Parfait Mbida Messi dan Dzumafo Herman Epandi.
“Sebenarnya ini urusannya sudah dengan agen. Jamie meminta apartemen yang nilainya lebih besar dari yang biasa kami sediakan untuk pemain asing. Boleh saja minta, tapi harus yang rasional lah. Jangan sampai menimbulkan masalah di internal tim itu sendiri,” tegas Umuh.
Setelah melalui proses negosiasi, Jamie sebenarnya sudah tidak mempersoalkan fasilitas apartemen seharga Rp 60 juta. Namun, masalah kembali muncul karena istri Jamie tetap keukeuh agar suaminya menuntut kepada manajemen Persib untuk disediakan apartemen sesuai yang diinginkannya.
Sikap istri Jamie ini justru menjadi blunder buat Jamie sendiri. Sebab jika resmi diputus kontraknya sudah dipastikan Jamie harus mencari klub baru di Indonesia. Untuk kembali ke negaranya dan bermain di kompetisi domestik setempat, Jamie kemungkinan bakal kesulitan mendapatkan klub sebab kompetisi sepak bola di Australia sudah berjalan sejak awal bulan Oktober ini.
Sementara itu, dukungan disampaikan salah seorang pengurus teras Viking Persib Fans Club, Yana Mulyana. Menurut Yana, tindakan manajemen sudah cukup tegas dan tepat. “Jadi biar tertanam sikap yang lebih profesional. Prestasi dulu, baru bisa menuntut ini itu. Jangan sebaliknya, belum apa-apa sudah banyak menuntut,” tandas Yana
(wbs)