Kontra Swedia, Lahm ketakutan
Senin, 15 Oktober 2012 - 04:07 WIB
Kontra Swedia, Lahm ketakutan
A
A
A
Sindonews.com - Kapten tim nasional Jerman Philipp Lahm mengingatkan kepada rekan-rekannya untuk tidak meremehkan Swedia dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2014 pada Selasa 16 Oktober 2012 mendatang. Menurutnya Swedia merupakan lawan yang berbahaya ditambah mereka memiliki penyerang sekelas striker Zlatan Ibrahimovic.
"Swedia adalah lawan yang berbahaya, mungkin tim terkuat yang akan kami hadapi di grup ini. Mereka memiliki organisasi permainan yang bagus dalam pertahanan. Dan, dalam Ibrahimovic, mereka memiliki striker komplit yang bisa menjadi sangat berbahaya," ungkap Lahm seperti dilansir Soccerway, Senin (15/10/2012).
Lahm juga menyambut positif komentar gelandang Jerman Bastian Schweinsteiger yang mengkritik semangat timnya dan Lahm menekankan agar para rekan setimnya mendengarkan perkataan Schweinsteiger.
"Saya melihat komentar Bastian sebagai hal yang positif, kami semua harus mendengarkan apa yang dia katakan dan bertanya kepada diri sendiri. Aku tidak tahu apakah dapat menyalahkan tekanan, tetapi kami semua tahu tidak ada yang menjamin untuk dapat memenangkan gelar," ujarnya.
"Tidak peduli berapa kali kami mencapai semi-final, atau final. Pada setiap turnamen mengalahkan empat atau lima tim secara terus menerus akan sulit," tandasnya.
"Swedia adalah lawan yang berbahaya, mungkin tim terkuat yang akan kami hadapi di grup ini. Mereka memiliki organisasi permainan yang bagus dalam pertahanan. Dan, dalam Ibrahimovic, mereka memiliki striker komplit yang bisa menjadi sangat berbahaya," ungkap Lahm seperti dilansir Soccerway, Senin (15/10/2012).
Lahm juga menyambut positif komentar gelandang Jerman Bastian Schweinsteiger yang mengkritik semangat timnya dan Lahm menekankan agar para rekan setimnya mendengarkan perkataan Schweinsteiger.
"Saya melihat komentar Bastian sebagai hal yang positif, kami semua harus mendengarkan apa yang dia katakan dan bertanya kepada diri sendiri. Aku tidak tahu apakah dapat menyalahkan tekanan, tetapi kami semua tahu tidak ada yang menjamin untuk dapat memenangkan gelar," ujarnya.
"Tidak peduli berapa kali kami mencapai semi-final, atau final. Pada setiap turnamen mengalahkan empat atau lima tim secara terus menerus akan sulit," tandasnya.
(akr)