Tiga calon ketum PSMS berebut dukungan klub
Senin, 15 Oktober 2012 - 17:56 WIB
Tiga calon ketum PSMS berebut dukungan klub
A
A
A
Sindonews.com - Tiga figur dipastikan akan bersaing memperebutkan posisi ketua umum (Ketum) PSMS Medan versi rapat umum luar biasa (RULB) pengurus harian di Hotel Grand Aston, Minggu (21/10). Dirut PD Pasar, Benny Sitohang, eks CEO PSMS Medan IPL Freddy Hutabarat dan CEO Pro Duta FC, Wahyu Wahab Usman bakal merapat ke klub-klub anggota PSMS untuk mendapatkan dukungan.
Namun, pencalonan Wahyu Wahab dinilai mengejutkan. Betapa tidak, pria berdarah Aceh itu masih aktif pada klub berjuluk Kuda Pegasus. Begitupun sosoknya yang masih belum terlalu dikenal di lingkungan Kebun Bunga, komplek PSMS. Pencalonannya merupakan kejutan, karena tidak ada yang memperkirakan pria yang juga calon CEO PSMS musim 2011/2012 lalu itu akan bersaing untuk mendapatkan tampuk pimpinan di klub Ayam Kinantan-julukan PSMS Medan.
Wahyu hanya sekadar meramaikan bursa calon ketum, komentar yang muncul di masyarakat. Namun, Wahyu menegaskan komitmennya tanpa harus melepaskan Pro Duta FC. Kendati mengaku sulit masuk ke wilayah Kebun Bunga, dia mengaku akan berjuang.
''Saya serius, walau saya tahu tidak gampang masuk ke lingkungan PSMS, Apalagi, saya belum ada pendekatan ke klub-klub. Kalau musim lalu (calon CEO), saya diminta oleh Pak Sihar, kalau yang kali ini kan dari hati,” ujarnya.
Secara gamblang, Wahyu mengutarakan sudah membawa agenda untuk pengelolaan PSMS yang lebih baik untuk musim 2012/2013. Tak tangung-tanggung, Wahyu menegaskan akan membuat PSMS dan Pro Duta berada dalam satu holding company.
''Ya semacam holding company. Saya enggak ada masalah, karena keduanya berada di dua level kompetisi berbeda. Ibarat PT Ancora yang membawahi PSIS di divisi utama dan Arema di IPL. Jadi PSMS divisi utama, Pro Duta kan promosi ke IPL,” ujarnya.
Wahyu yang diberondong pertanyaan perihal penggiringan PSMS ke divisi utama LPIS, tegas membantahnya. Saat ini, sebenarnya keberadaan Freddy Hutabarat, eks CEO PSMS IPL sudah menyiratkan mau dibawa PSMS versi pengurus harian, namun masuknya masuk akan menguat agenda tersebut. ''Enggak ada saya untuk menggiring PSMS ke LPIS. LPIS saja berantakan mengatur kompetisi musim lalu,” akunya.
Petinggi perusahan transportasi massa darat, CV Kurnia Group ini memaparkan, jika kehadirannya di PSMS agar bisa dikelola dengan benar. Dia yakin, jika klub-klub PSMS memang ingin klub kebanggaan kota Medan berkembang, akan memuluskan langkahnya.
''Intinya, kalau mau PSMS berkembang, klub-klub anggota PSMS pasti membiarkan pengelolaannya nanti dalam bentuk saham. Saya tahu bakal enggak gampang, karena di PSMS ini banyak kepala daripada ekor. Saya tahu tidak akan mudah, dibilang nekat, ya saya nekat, apa lagi saingan-saingan berat. Dua saingan saya punya uang banyak, saya maju enggak pakai uang,” tuturnya.
Selain soal holding company, Wahyu memaparkan visi-misinya bahwa PSMS akan tetap memprioritaskan pemain Medan, seperti klub Pro Duta. ''Anak PON Sumut saja sudah cukup, tinggal nambah dua atau tiga pemain bintang. Sedangkan untuk klub-klub PSMS, saya punya rencana, agar klub-klub mendapatkan sharing (keuntungan) dari pemain-pemainnya yang memperkuat PSMS,” pungkasnya.
Sebelumnya, dua kandidat ketum lain, Benny Sitohang dan Fredd juga telah memaparkan visi misinya untuk PSMS. Freddy mengemukakan akan memperbaiki kondisi internal PSMS yang saat ini terbilang kacau. Terutama manajemen yang selama ini menjadi tonggak terdepan untuk mengurusi urusan tim. ''Ya target pertama awal memang kondisi internal. Baru kita perbaiki eksternal. Jika manajemen sudah bagus, urusannya akan lebih mudah,”katanya.
Sementara Benny, senda dengan Freddy, akan memprioritaskan pembenaan manajemen. “Kita sama-sama tahu betapa karut marutnya kondisi PSMS saat ini. Kesalahan fundamentalnya ada di manajemen. Ini poin utama yang saya perbaiki jika mendapat mandat nantinya. Jadi, saya fokus untuk membenahi internal, perbaikan eksternal pasti menyusul,” ucapnya
Namun, pencalonan Wahyu Wahab dinilai mengejutkan. Betapa tidak, pria berdarah Aceh itu masih aktif pada klub berjuluk Kuda Pegasus. Begitupun sosoknya yang masih belum terlalu dikenal di lingkungan Kebun Bunga, komplek PSMS. Pencalonannya merupakan kejutan, karena tidak ada yang memperkirakan pria yang juga calon CEO PSMS musim 2011/2012 lalu itu akan bersaing untuk mendapatkan tampuk pimpinan di klub Ayam Kinantan-julukan PSMS Medan.
Wahyu hanya sekadar meramaikan bursa calon ketum, komentar yang muncul di masyarakat. Namun, Wahyu menegaskan komitmennya tanpa harus melepaskan Pro Duta FC. Kendati mengaku sulit masuk ke wilayah Kebun Bunga, dia mengaku akan berjuang.
''Saya serius, walau saya tahu tidak gampang masuk ke lingkungan PSMS, Apalagi, saya belum ada pendekatan ke klub-klub. Kalau musim lalu (calon CEO), saya diminta oleh Pak Sihar, kalau yang kali ini kan dari hati,” ujarnya.
Secara gamblang, Wahyu mengutarakan sudah membawa agenda untuk pengelolaan PSMS yang lebih baik untuk musim 2012/2013. Tak tangung-tanggung, Wahyu menegaskan akan membuat PSMS dan Pro Duta berada dalam satu holding company.
''Ya semacam holding company. Saya enggak ada masalah, karena keduanya berada di dua level kompetisi berbeda. Ibarat PT Ancora yang membawahi PSIS di divisi utama dan Arema di IPL. Jadi PSMS divisi utama, Pro Duta kan promosi ke IPL,” ujarnya.
Wahyu yang diberondong pertanyaan perihal penggiringan PSMS ke divisi utama LPIS, tegas membantahnya. Saat ini, sebenarnya keberadaan Freddy Hutabarat, eks CEO PSMS IPL sudah menyiratkan mau dibawa PSMS versi pengurus harian, namun masuknya masuk akan menguat agenda tersebut. ''Enggak ada saya untuk menggiring PSMS ke LPIS. LPIS saja berantakan mengatur kompetisi musim lalu,” akunya.
Petinggi perusahan transportasi massa darat, CV Kurnia Group ini memaparkan, jika kehadirannya di PSMS agar bisa dikelola dengan benar. Dia yakin, jika klub-klub PSMS memang ingin klub kebanggaan kota Medan berkembang, akan memuluskan langkahnya.
''Intinya, kalau mau PSMS berkembang, klub-klub anggota PSMS pasti membiarkan pengelolaannya nanti dalam bentuk saham. Saya tahu bakal enggak gampang, karena di PSMS ini banyak kepala daripada ekor. Saya tahu tidak akan mudah, dibilang nekat, ya saya nekat, apa lagi saingan-saingan berat. Dua saingan saya punya uang banyak, saya maju enggak pakai uang,” tuturnya.
Selain soal holding company, Wahyu memaparkan visi-misinya bahwa PSMS akan tetap memprioritaskan pemain Medan, seperti klub Pro Duta. ''Anak PON Sumut saja sudah cukup, tinggal nambah dua atau tiga pemain bintang. Sedangkan untuk klub-klub PSMS, saya punya rencana, agar klub-klub mendapatkan sharing (keuntungan) dari pemain-pemainnya yang memperkuat PSMS,” pungkasnya.
Sebelumnya, dua kandidat ketum lain, Benny Sitohang dan Fredd juga telah memaparkan visi misinya untuk PSMS. Freddy mengemukakan akan memperbaiki kondisi internal PSMS yang saat ini terbilang kacau. Terutama manajemen yang selama ini menjadi tonggak terdepan untuk mengurusi urusan tim. ''Ya target pertama awal memang kondisi internal. Baru kita perbaiki eksternal. Jika manajemen sudah bagus, urusannya akan lebih mudah,”katanya.
Sementara Benny, senda dengan Freddy, akan memprioritaskan pembenaan manajemen. “Kita sama-sama tahu betapa karut marutnya kondisi PSMS saat ini. Kesalahan fundamentalnya ada di manajemen. Ini poin utama yang saya perbaiki jika mendapat mandat nantinya. Jadi, saya fokus untuk membenahi internal, perbaikan eksternal pasti menyusul,” ucapnya
(aww)