KONI Jabar ngotot 43 cabor di PON 2016
Senin, 15 Oktober 2012 - 19:28 WIB
KONI Jabar ngotot 43 cabor di PON 2016
A
A
A
Sindonews.com - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat bertekad mempertandingkan 43 cabang olahraga (cabor) di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016. Karena itu, KONI Jabar ngotot akan mempertahankan 43 cabor tersebut saat Musyawarah Olahraga Nasional (Musornas) pada awal tahun depan.
''Jabar pasti akan mempertandingkan 43 cabor, kita ingin mengembalikan misi dan visi dari perhelatan PON,” ucap Sekretaris I KONI Jabar, Lili Rolina.
Lili mengatakan, keinginan Jabar tersebut sudah disosialisasikan saat Jabar menghadiri acara Silaturahim Nasional KONI Provinsi Se-Indonesia, di Pekanbaru, pada 6-8 Oktober lalu. Dalam pertemuan itu, Jabar sempat menjadi pusat perhatian para peserta silaturahim. Pasalnya, yang akan menjadi tuan rumah PON XIX adalah Jabar.
''Saat itu, Jabar sudah mencoba untuk mengutarakannya di acara yang dihadiri kurang lebih 20 KONI daerah dari seluruh Indonesia, meski baru sekadar pembicaraan, kita jelaskan bahwa di Jabar akan mempertandingan 43 cabor,”jelasnya.
Meski begitu, pihaknya menyadari dan sudah bisa memprediksi, bahwa dengan dipertandingkannya 43 cabor ini tidak akan diterima dengan mudah para kontestan PON. Hal itu sudah terlihat dari adanya wacana pengurangan cabor di PON, yang hanya akan mempertandingkan cabor olimpiade. ''Memang harus ada penjelasan, misi utama PON ini adalah sebagai alat pemersatu bangsa, jadi berbeda dengan SEA Games atau bahkan Olimpiade,”singkatnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, muncul wacana dari Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng yang berharap hanya cabor olympic saja yang diperlombakan pada PON XIX. Hal ini berkaca dari prestasi olahraga nasional yang makin meredup. Ironisnya, pada PON Riau lalu, meski mencoret cabor dansa dan drumband, namun cabor olympic seperti hoki dan berkuda juga tidak dipertandingan pada pesta olahraga level nasional empat tahunan itu.
Menurut Lili, memang harus ada keberanian untuk menjelaskan misi dari PON ini. Pasalnya, pada PON Riau lalu, PB PON sudah melanggar dari misi PON itu sendiri dengan mengurangi jumlah cabor yang dipertandingkan menjadi 39 cabor. Sehingga, untuk PON selanjutnya, Jabar membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, terutama insan olahraga yang akan hadir pada Musornas nanti, sehingga 43 cabor bisa dipertandingkan.
''Saya kira bukan Jabar saja yang mempunyai niat untuk mengembalikan misi PON, provinsi lain yang mengerti tentang PON akan sepakat bahwa nilai PON sebagai pemersatu bangsa sudah hilang pada PON Riau lalu,” ungkapnya.
''Jabar pasti akan mempertandingkan 43 cabor, kita ingin mengembalikan misi dan visi dari perhelatan PON,” ucap Sekretaris I KONI Jabar, Lili Rolina.
Lili mengatakan, keinginan Jabar tersebut sudah disosialisasikan saat Jabar menghadiri acara Silaturahim Nasional KONI Provinsi Se-Indonesia, di Pekanbaru, pada 6-8 Oktober lalu. Dalam pertemuan itu, Jabar sempat menjadi pusat perhatian para peserta silaturahim. Pasalnya, yang akan menjadi tuan rumah PON XIX adalah Jabar.
''Saat itu, Jabar sudah mencoba untuk mengutarakannya di acara yang dihadiri kurang lebih 20 KONI daerah dari seluruh Indonesia, meski baru sekadar pembicaraan, kita jelaskan bahwa di Jabar akan mempertandingan 43 cabor,”jelasnya.
Meski begitu, pihaknya menyadari dan sudah bisa memprediksi, bahwa dengan dipertandingkannya 43 cabor ini tidak akan diterima dengan mudah para kontestan PON. Hal itu sudah terlihat dari adanya wacana pengurangan cabor di PON, yang hanya akan mempertandingkan cabor olimpiade. ''Memang harus ada penjelasan, misi utama PON ini adalah sebagai alat pemersatu bangsa, jadi berbeda dengan SEA Games atau bahkan Olimpiade,”singkatnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, muncul wacana dari Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng yang berharap hanya cabor olympic saja yang diperlombakan pada PON XIX. Hal ini berkaca dari prestasi olahraga nasional yang makin meredup. Ironisnya, pada PON Riau lalu, meski mencoret cabor dansa dan drumband, namun cabor olympic seperti hoki dan berkuda juga tidak dipertandingan pada pesta olahraga level nasional empat tahunan itu.
Menurut Lili, memang harus ada keberanian untuk menjelaskan misi dari PON ini. Pasalnya, pada PON Riau lalu, PB PON sudah melanggar dari misi PON itu sendiri dengan mengurangi jumlah cabor yang dipertandingkan menjadi 39 cabor. Sehingga, untuk PON selanjutnya, Jabar membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, terutama insan olahraga yang akan hadir pada Musornas nanti, sehingga 43 cabor bisa dipertandingkan.
''Saya kira bukan Jabar saja yang mempunyai niat untuk mengembalikan misi PON, provinsi lain yang mengerti tentang PON akan sepakat bahwa nilai PON sebagai pemersatu bangsa sudah hilang pada PON Riau lalu,” ungkapnya.
(aww)