Klub ngotot tunggu putusan JC
Rabu, 17 Oktober 2012 - 21:58 WIB
Klub ngotot tunggu putusan JC
A
A
A
Sindonews.com - PSSI merilis jika Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) secara tegas menyatakan, jika tim nasional (timnas) bentukan PSSI yang berhak berlaga di Piala AFF 2012, November mendatang. Namun dari sebagian klub yang pemainnya dipanggil, merasa semua masalah ini harus diselesaikan lebih dari oleh tim Joint Committee (JC).
Konflik di tubuh timnas Garuda, memang belum menemukan titik temu. Padahal even yang akan diikuti timnas di Piala AFF 2012 semakin dekat. Namun, PSSI terus berkeyakinan jika mereka yang memiliki hak penuh dalam mengatur timnas tanpa ada campur tangan dari JC.
Dalam situs resmi PSSI, organisasi tertinggi sepak bola Indonesia di bawah kepemimpinan Djohar Arifin Husin menyatakan, jika AFF telah mengesahkan timnas PSSI yang akan berlaga di Piala AFF. Dalam situs tersebut pun ada pernyataan langsung dari Deputy kompetisi AFF, Tran Quoc Tuan.
Quoc Tuan menyatakan, Asosiasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) telah mendapatkan pengakuan legitimasi dari FIFA dan AFC. Dan timnas yang dikelola PSSI, juga mempunyai hak untuk mewakili negara mengikuti turnamen di bawah FIFA, AFC, dan AFF.
''Setelah mendengarkan keterangan terkini dari asosiasi sepak bola Indonesia, Dewan AFF memberikan dukungan terhadap organisasi ini (PSSI). Artinya yang mewakili Indonesia di AFF Suzuki Cup 2012 adalah tim nasional yang dikelola asosiasi sepak bola nasional di bawah Djohar Arifin yang sekarang sedang berada di Vietnam,” ungkap Quoc Tuan, seperti dilansir situs resmi PSSI, pssi.or.id.
Siapa yang sebenarnya berhak mengurusi timnas saat ini, sebenarnya boleh dibilang masih rancu. Apalagi setelah adanya putusan tim JC, yang dihadiri perwakilan PSSI, Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia (KPSI), dan AFC, jika JC ditugaskan untuk mengharmonisasi timnas.
''Lebih baik masalah ini dibahas terlebih dahulu di JC secara tuntas. Bukankah JC dibentuk untuk menyelesaikan masalah ini? Seharusnya JC bisa bergerak lebih cepat, untuk menentukan satu kata sepakat. Masa sih sampai saat ini tidak juga menemukan satu hal pun yang disepakati,” terang salah satu pengurus Pelita Jaya FC.
Pelita Jaya sendiri memang menjadi klub yang memiliki kepentingan di tubuh timnas bentukan PSSI. Hal itu terkait dipanggilnya dua pemain mereka seperti Victor Igbonefo dan Greg Nwokolo, di dalam tubuh timnas bentukan Nilmaizar.
Adapun beberapa pemain Indonesia Super League (ISL) lainnya yang juga turut dipanggil ada nama-nama seperti Bambang Pamungkas (Persija Jakarta ISL), Firman Utina dan I Made Wirawan (Persib Bandung), Hamka Hamzah dan Ahmad Bustomi (Mitra Kukar), dan satu pemain lainnya adalah Patrich Wanggai (Persipura Jayapura).
Sementara itu, Persib yang dua pemainnya juga dipanggil PSSI, menurut sang juru taktik Jajang Nurjaman menyerahkan semua masalah timnas kepada pengurus Maung Bandung, julukan Persib. Jajang menyatakan, dirinya tidak mau terlebih dahulu berkomentar lebih dalam menyangkut timnas.
''Tentang timnas sendiri saya tidak mau banyak komentar. Kalau memang keputusan seperti itu apa boleh buat. Tapi kembali lagi, semua kebijakan itu ada manajemen Persib. Kami hanya ikuti instruksinya saja,” tandas Jajang.
Konflik di tubuh timnas Garuda, memang belum menemukan titik temu. Padahal even yang akan diikuti timnas di Piala AFF 2012 semakin dekat. Namun, PSSI terus berkeyakinan jika mereka yang memiliki hak penuh dalam mengatur timnas tanpa ada campur tangan dari JC.
Dalam situs resmi PSSI, organisasi tertinggi sepak bola Indonesia di bawah kepemimpinan Djohar Arifin Husin menyatakan, jika AFF telah mengesahkan timnas PSSI yang akan berlaga di Piala AFF. Dalam situs tersebut pun ada pernyataan langsung dari Deputy kompetisi AFF, Tran Quoc Tuan.
Quoc Tuan menyatakan, Asosiasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) telah mendapatkan pengakuan legitimasi dari FIFA dan AFC. Dan timnas yang dikelola PSSI, juga mempunyai hak untuk mewakili negara mengikuti turnamen di bawah FIFA, AFC, dan AFF.
''Setelah mendengarkan keterangan terkini dari asosiasi sepak bola Indonesia, Dewan AFF memberikan dukungan terhadap organisasi ini (PSSI). Artinya yang mewakili Indonesia di AFF Suzuki Cup 2012 adalah tim nasional yang dikelola asosiasi sepak bola nasional di bawah Djohar Arifin yang sekarang sedang berada di Vietnam,” ungkap Quoc Tuan, seperti dilansir situs resmi PSSI, pssi.or.id.
Siapa yang sebenarnya berhak mengurusi timnas saat ini, sebenarnya boleh dibilang masih rancu. Apalagi setelah adanya putusan tim JC, yang dihadiri perwakilan PSSI, Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia (KPSI), dan AFC, jika JC ditugaskan untuk mengharmonisasi timnas.
''Lebih baik masalah ini dibahas terlebih dahulu di JC secara tuntas. Bukankah JC dibentuk untuk menyelesaikan masalah ini? Seharusnya JC bisa bergerak lebih cepat, untuk menentukan satu kata sepakat. Masa sih sampai saat ini tidak juga menemukan satu hal pun yang disepakati,” terang salah satu pengurus Pelita Jaya FC.
Pelita Jaya sendiri memang menjadi klub yang memiliki kepentingan di tubuh timnas bentukan PSSI. Hal itu terkait dipanggilnya dua pemain mereka seperti Victor Igbonefo dan Greg Nwokolo, di dalam tubuh timnas bentukan Nilmaizar.
Adapun beberapa pemain Indonesia Super League (ISL) lainnya yang juga turut dipanggil ada nama-nama seperti Bambang Pamungkas (Persija Jakarta ISL), Firman Utina dan I Made Wirawan (Persib Bandung), Hamka Hamzah dan Ahmad Bustomi (Mitra Kukar), dan satu pemain lainnya adalah Patrich Wanggai (Persipura Jayapura).
Sementara itu, Persib yang dua pemainnya juga dipanggil PSSI, menurut sang juru taktik Jajang Nurjaman menyerahkan semua masalah timnas kepada pengurus Maung Bandung, julukan Persib. Jajang menyatakan, dirinya tidak mau terlebih dahulu berkomentar lebih dalam menyangkut timnas.
''Tentang timnas sendiri saya tidak mau banyak komentar. Kalau memang keputusan seperti itu apa boleh buat. Tapi kembali lagi, semua kebijakan itu ada manajemen Persib. Kami hanya ikuti instruksinya saja,” tandas Jajang.
(aww)