4 Pelatih lamar Persis Solo
Kamis, 18 Oktober 2012 - 15:36 WIB
4 Pelatih lamar Persis Solo
A
A
A
Sindonews.com - Persis Solo tampaknya masih menjadi daya tarik bagi para pelatih untuk membesutnya, mengingat mereka hanya berlaga di Divisi Utama LPIS. Setidaknya sudah ada 4 pelatih yang mengajukan lamaran kepada manajemen klub berjuluk Laskar Sambernyawa tersebut.
Manajer Persis LPIS Joni Sofyan Erwandi mengatakan, Persis Solo termasuk klub yang memiliki persoalan gaji seperti yang terjadi seperti musim lalu. Namun, hal itu tidak membuat sejumlah pelatih tidak ingin menjadi nakhoda Persis musim depan. "Sudah ada 4 pelatih yang secara resmi sudah mengajukan lamaran kepada manajemen," katanya, Kamis (18/10/2012).
Empat pelatih yang sudah melamar ke Persis sebelumnya sudah malang melintang di dunia kepelatihan tim-tim di Indonesia. Mereka lain Widiantoro (Mantan Pelatih PPSM KN Magelang, PSS Sleman), Edy Paryono (Mantan Pelatih Persik Kediri, PSIM Yogyakarta, PSIS Semarang), Yudi Suryata (Mantan Pelatih PSS Sleman, Persewangi, Persipura Jayapura, Deltras Sidoarjo, PSBI Blitar, Persijap Jepara). "Satunya lagi saya lupa namanya," imbuh Joni.
Sejumlah usulan juga mengemuka agar manajemen menunjuk Eduard Tjong sebagai pelatih Persis musim depan. Usulan tersebut mengemuka berdasarkan asas lokalitas, di mana Eduard Tjong tercatat sebagai warga asli Solo yang juga legenda tim era Galatama asal Solo, Arseto. Edu, sapaan akrabnya juga pernah menukangi Persis Solo yang saat ini didaulat menjadi pelatih Persis Solo Selection pada PSSI Batik Cup 2012 yang digelar hari ini.
Joni mengaku tidak mempermasalahkan usulan tersebut. Dia menggarisbawahi bahwa Edu memang ditunjuk sebagai Pelatih Persis Solo Selection pada Batik Cup 2012. Namun, hal itu bukan jaminan Edu menjadi kandidat terkuat sebagai pelatih Persis musim depan. "Yang menunjuk Edu (pelatih Persis Solo Selection) adalah gagasan panitia penyelenggara, bukan kita (managemen). Jadi itu bukan jaminan bakal menjadi pelatih Persis Solo," ujar Joni.
Pengusaha transportasi ini menambahkan, sosok yang akan menjadi pelatih Persis harus tetap menjalani prosedur seperti mengajukan lamaran yang disertai track record dan sertifikat kepelatihan, menjalani mekanisme seleksi secara fair dan lainnya. "Boleh saja mengusulkan nama (calon pelatih Persis). Tapi yang perlu diingat, semua harus sesuai prosedur, ada mekanisme seleksi dan lainnya," tandasnya.
Manajer Persis LPIS Joni Sofyan Erwandi mengatakan, Persis Solo termasuk klub yang memiliki persoalan gaji seperti yang terjadi seperti musim lalu. Namun, hal itu tidak membuat sejumlah pelatih tidak ingin menjadi nakhoda Persis musim depan. "Sudah ada 4 pelatih yang secara resmi sudah mengajukan lamaran kepada manajemen," katanya, Kamis (18/10/2012).
Empat pelatih yang sudah melamar ke Persis sebelumnya sudah malang melintang di dunia kepelatihan tim-tim di Indonesia. Mereka lain Widiantoro (Mantan Pelatih PPSM KN Magelang, PSS Sleman), Edy Paryono (Mantan Pelatih Persik Kediri, PSIM Yogyakarta, PSIS Semarang), Yudi Suryata (Mantan Pelatih PSS Sleman, Persewangi, Persipura Jayapura, Deltras Sidoarjo, PSBI Blitar, Persijap Jepara). "Satunya lagi saya lupa namanya," imbuh Joni.
Sejumlah usulan juga mengemuka agar manajemen menunjuk Eduard Tjong sebagai pelatih Persis musim depan. Usulan tersebut mengemuka berdasarkan asas lokalitas, di mana Eduard Tjong tercatat sebagai warga asli Solo yang juga legenda tim era Galatama asal Solo, Arseto. Edu, sapaan akrabnya juga pernah menukangi Persis Solo yang saat ini didaulat menjadi pelatih Persis Solo Selection pada PSSI Batik Cup 2012 yang digelar hari ini.
Joni mengaku tidak mempermasalahkan usulan tersebut. Dia menggarisbawahi bahwa Edu memang ditunjuk sebagai Pelatih Persis Solo Selection pada Batik Cup 2012. Namun, hal itu bukan jaminan Edu menjadi kandidat terkuat sebagai pelatih Persis musim depan. "Yang menunjuk Edu (pelatih Persis Solo Selection) adalah gagasan panitia penyelenggara, bukan kita (managemen). Jadi itu bukan jaminan bakal menjadi pelatih Persis Solo," ujar Joni.
Pengusaha transportasi ini menambahkan, sosok yang akan menjadi pelatih Persis harus tetap menjalani prosedur seperti mengajukan lamaran yang disertai track record dan sertifikat kepelatihan, menjalani mekanisme seleksi secara fair dan lainnya. "Boleh saja mengusulkan nama (calon pelatih Persis). Tapi yang perlu diingat, semua harus sesuai prosedur, ada mekanisme seleksi dan lainnya," tandasnya.
(akr)