Mantan pemain optimistis PSMS bangkit
Kamis, 18 Oktober 2012 - 20:02 WIB
Mantan pemain optimistis PSMS bangkit
A
A
A
Sindonews.com - Seleksi pemain PSMS Medan yang digelar sejak Senin (8/10) lalu memasuki babak akhir. Besok, penentuan sekitar 25 pemain yang lolos akah kembali digelar. Optimisme pun membumbung di pengujung tahapan penentuan.
Tidak hanya bagi tim pelatih, eks pemain PSMS Medan juga meyakini, skuad yang bakal terbentuk bakal memberikan kejutan. Komentar positif berdatangan dari beberapa eks pemain PSMS Medan yang juga menjadi tim pemantau atau pembanding pada seleksi pemain PSMS yang terdiri dari Nobon Kayamudin, Tumsila, Ismail Ruslan, dan eks pemain PSDS Deliserdang, Legirin.
Ditemui di Gedung Mantan PSMS Komplek Stadion Kebun Bunga Kamis (18/10), Tumsila mengatakan optimismenya pada skuad seleksi besutan Suimin Diharja. "Kalau materi pemainnya seperti itu, saya yakin, PSMS mampu kembali berlaga di kompetisi tertinggi sepak bola di tanah air. Pola perekrutan ini saya setuju dan seharusnya memang seperti ini. Ini menunjukkan kecintaan pemain lokal pada PSMS itu tinggi," ujarnya didampingi Ismail Ruslan.
Sebagai anggota tim pembanding, dirinya mengaku tetap akan memberikan saran kepada tim pelatih. Kendati tidak menjadi penentu lolos tidaknya pemain tersebut, namun, masukan yang diberikan kepada pelatih bakal menjadi perhatian, agar pemain yang nantinya direkrut merupakan pilar yang bisa membangun kembali PSMS.
Sebagai tim yang mengawasi, pihaknya juga berjanji tidak akan mencampuri urusan perekrutan pemain, seperti saat proses negosiasi manajemen dan pemain. "Negosiasi merupakan urusan manajemen dan pemain, dan kami tidak ikut campur, kami hanya memberikan masukan," tambahnya.
Dia bahkan menuturkan, dengan materi pemain yang ada, PSMS tinggal membutuhkan jasa tiga pemain asing sebagai penyeimbang. Pemain PSMS era 70-an tersebut menyatakan, tiga legiun impor akan mengisi posisi vital yang dianggap menjadi bagian yang perlu dibenahi.
"Kalau striker sudah bagus, tinggal cari pemain tengah dan belakang. Begitu juga kalau belakang sudah solid, perlu penyeimbang di lini tengah dan penggedor di lini depan," papar pemain keturunan India itu.
Ismail Ruslan menyatakan, kebersamaan dan kerja sama yang diusung tim pelatih dan "Kami tetap akan memberikan masukan kepada pelatih. Dan kami sangat mengharapkan kerja sama dan kebersamaan dengan tim pelatih memberikan atmosfer positif bagi PSMS," ungkapnya.
Bagi Ismail, kebersamaan yang terjalin antara pelatih dan tim peninjau akan menjadikan PSMS lebih baik di masa mendatang. Menurut Suimin, hadirnya para senior-seniornya di PSMS menjadi hal positif, lantaran dirinya menerima masukan-masukan yang membangun.
"Kita semua ingin PSMS maju, dan saran dan masukan dari senior-senior saya ini sangat diperlukan untuk membentuk tim yang solid. Hal ini sudah lama saya rindukan di PSMS," ungkapnya.
Tidak hanya bagi tim pelatih, eks pemain PSMS Medan juga meyakini, skuad yang bakal terbentuk bakal memberikan kejutan. Komentar positif berdatangan dari beberapa eks pemain PSMS Medan yang juga menjadi tim pemantau atau pembanding pada seleksi pemain PSMS yang terdiri dari Nobon Kayamudin, Tumsila, Ismail Ruslan, dan eks pemain PSDS Deliserdang, Legirin.
Ditemui di Gedung Mantan PSMS Komplek Stadion Kebun Bunga Kamis (18/10), Tumsila mengatakan optimismenya pada skuad seleksi besutan Suimin Diharja. "Kalau materi pemainnya seperti itu, saya yakin, PSMS mampu kembali berlaga di kompetisi tertinggi sepak bola di tanah air. Pola perekrutan ini saya setuju dan seharusnya memang seperti ini. Ini menunjukkan kecintaan pemain lokal pada PSMS itu tinggi," ujarnya didampingi Ismail Ruslan.
Sebagai anggota tim pembanding, dirinya mengaku tetap akan memberikan saran kepada tim pelatih. Kendati tidak menjadi penentu lolos tidaknya pemain tersebut, namun, masukan yang diberikan kepada pelatih bakal menjadi perhatian, agar pemain yang nantinya direkrut merupakan pilar yang bisa membangun kembali PSMS.
Sebagai tim yang mengawasi, pihaknya juga berjanji tidak akan mencampuri urusan perekrutan pemain, seperti saat proses negosiasi manajemen dan pemain. "Negosiasi merupakan urusan manajemen dan pemain, dan kami tidak ikut campur, kami hanya memberikan masukan," tambahnya.
Dia bahkan menuturkan, dengan materi pemain yang ada, PSMS tinggal membutuhkan jasa tiga pemain asing sebagai penyeimbang. Pemain PSMS era 70-an tersebut menyatakan, tiga legiun impor akan mengisi posisi vital yang dianggap menjadi bagian yang perlu dibenahi.
"Kalau striker sudah bagus, tinggal cari pemain tengah dan belakang. Begitu juga kalau belakang sudah solid, perlu penyeimbang di lini tengah dan penggedor di lini depan," papar pemain keturunan India itu.
Ismail Ruslan menyatakan, kebersamaan dan kerja sama yang diusung tim pelatih dan "Kami tetap akan memberikan masukan kepada pelatih. Dan kami sangat mengharapkan kerja sama dan kebersamaan dengan tim pelatih memberikan atmosfer positif bagi PSMS," ungkapnya.
Bagi Ismail, kebersamaan yang terjalin antara pelatih dan tim peninjau akan menjadikan PSMS lebih baik di masa mendatang. Menurut Suimin, hadirnya para senior-seniornya di PSMS menjadi hal positif, lantaran dirinya menerima masukan-masukan yang membangun.
"Kita semua ingin PSMS maju, dan saran dan masukan dari senior-senior saya ini sangat diperlukan untuk membentuk tim yang solid. Hal ini sudah lama saya rindukan di PSMS," ungkapnya.
(aww)