Penggawa Persebaya jalani 21 tahapan tes fisik
Kamis, 18 Oktober 2012 - 21:50 WIB
Penggawa Persebaya jalani 21 tahapan tes fisik
A
A
A
Sindonews.com - Gagal mendapatkan tambahan pemain dalam seleksi tahap kedua, tidak membuat Persebaya berhenti memburu pemain baru. Terbukti, tim berjuluk Bleduk Ijo mendatangkan mantan pemain belakang Persibo Harry Saputra.
Mantan pemain yang sempat membela Timnas Indonesia itu sudah datang Rabu (17/10) dan menjalani tes fisik di Laboratorium SSC Unesa, Kamis (18/10). "Meski baru bergabung sekarang, statusnya masih tetap seleksi seperti pemain lain," ujar Pelatih Persebaya Ibnu Grahan.
Ditambahkan Ibnu, proses seleksi Harry berbeda dengan pemain lainnya. Sebab, akan menjalani tes fisik dulu baru kualitas di lapangan. "Tidak ada masalah, stelah tes fisik baru kita lihat di lapangan," ucapnya.
Secara usia, Harry Saputra memang sudah tak muda lagi kerena berusia 31 tahun. Namun dari segi pengalaman, pemain betubuh jangkung itu sudah tak diragukan "Kita izinkan karena dia memenuhi kriteria yang kita cari. Tapi kita harus lihat dulu selama seleksi," lanjutnya.
Nama Harry mulai melambung di awal tahun 2000 lalu. Saat itu, dia sempat membela Persija dan Persib. Harry juga pernah bermain untuk PSIM, Persis, dan Persema. Sebenarnya, sejak tahun 2004, dia sudah menyandang status sebagai pemain Timnas. Sempat meredup dan kembali bangkit bersama Persibo.
Sementara dalam tes fisik, Persebaya mewajibkan seluruh calon pemain untuk ikut tes. Hasil tes fisik itu akan dijadikan pertimbangan pelatih merekrut serta membuat program berlatih ke depan, "Ini penting juga untuk menyesuaikan dengan program yang akan kita buat nanti," ujarnya.
Seleksi yang digelar di Sport Science Fitness Centre (SSFC) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu diikuti 22 calon pemain Persebaya. Selain tidak ada Hary Saputra, Andik Vermansyah, Taufiq, Endra Prasetya Bima Ragil juga absen lantaran memenuhi panggilan Timnas.
Dalam tes fisik, setiap pemain harus melakoni 21 tahapan. Di antaranya, tes tinggi badan (TB), berat badan (BB), indeks massa tubuh (IMT), tekanan darah, resting, volume paru, skinfold thicknes, whole body reaction (WBR) visual, whole body reaction (WBR) audio, speed anticipation, agility, flexibility dan keseimbangan.
Selain itu vertical jump, back strength, leg strength, grip strength, expanding strength, sit yp (30 detik), push up (30 detik), power aki, VO2 Max serta recovery (5 Menit). "Tes fisik ini untuk melihat kemampuan masing-masing pemain dan tim secara keseluruhan. Juga menjadi salah satu pertimbangan untuk perekrutan pemain" terang Ibnu Grahan.
Tahapan tes fisik membutuhkan waktu lama diperkirakan berlangsung hingga tadi malam. Karena membutuhkan waktu panjang, maka tim pelatih membagi pemain dalam dua kelompok. Kelompok pertama start mulai pukul 08.00. Sedangkan kelompok kedua mulai pukul 12.00. "Saya belum lihat persis dan secara detail. Mungkin besok atau lusa," lanjut Ibnu.
Setelah menjalani tes fisik, lanjut Ibnu, calon pemain Persebaya masih harus mengikuti tes medis. Bila tahapan ini sudah dilalui dan dinyatakan lolos, maka manajemen akan memulai melakukan negoisasi kontrak.
Mantan pemain yang sempat membela Timnas Indonesia itu sudah datang Rabu (17/10) dan menjalani tes fisik di Laboratorium SSC Unesa, Kamis (18/10). "Meski baru bergabung sekarang, statusnya masih tetap seleksi seperti pemain lain," ujar Pelatih Persebaya Ibnu Grahan.
Ditambahkan Ibnu, proses seleksi Harry berbeda dengan pemain lainnya. Sebab, akan menjalani tes fisik dulu baru kualitas di lapangan. "Tidak ada masalah, stelah tes fisik baru kita lihat di lapangan," ucapnya.
Secara usia, Harry Saputra memang sudah tak muda lagi kerena berusia 31 tahun. Namun dari segi pengalaman, pemain betubuh jangkung itu sudah tak diragukan "Kita izinkan karena dia memenuhi kriteria yang kita cari. Tapi kita harus lihat dulu selama seleksi," lanjutnya.
Nama Harry mulai melambung di awal tahun 2000 lalu. Saat itu, dia sempat membela Persija dan Persib. Harry juga pernah bermain untuk PSIM, Persis, dan Persema. Sebenarnya, sejak tahun 2004, dia sudah menyandang status sebagai pemain Timnas. Sempat meredup dan kembali bangkit bersama Persibo.
Sementara dalam tes fisik, Persebaya mewajibkan seluruh calon pemain untuk ikut tes. Hasil tes fisik itu akan dijadikan pertimbangan pelatih merekrut serta membuat program berlatih ke depan, "Ini penting juga untuk menyesuaikan dengan program yang akan kita buat nanti," ujarnya.
Seleksi yang digelar di Sport Science Fitness Centre (SSFC) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu diikuti 22 calon pemain Persebaya. Selain tidak ada Hary Saputra, Andik Vermansyah, Taufiq, Endra Prasetya Bima Ragil juga absen lantaran memenuhi panggilan Timnas.
Dalam tes fisik, setiap pemain harus melakoni 21 tahapan. Di antaranya, tes tinggi badan (TB), berat badan (BB), indeks massa tubuh (IMT), tekanan darah, resting, volume paru, skinfold thicknes, whole body reaction (WBR) visual, whole body reaction (WBR) audio, speed anticipation, agility, flexibility dan keseimbangan.
Selain itu vertical jump, back strength, leg strength, grip strength, expanding strength, sit yp (30 detik), push up (30 detik), power aki, VO2 Max serta recovery (5 Menit). "Tes fisik ini untuk melihat kemampuan masing-masing pemain dan tim secara keseluruhan. Juga menjadi salah satu pertimbangan untuk perekrutan pemain" terang Ibnu Grahan.
Tahapan tes fisik membutuhkan waktu lama diperkirakan berlangsung hingga tadi malam. Karena membutuhkan waktu panjang, maka tim pelatih membagi pemain dalam dua kelompok. Kelompok pertama start mulai pukul 08.00. Sedangkan kelompok kedua mulai pukul 12.00. "Saya belum lihat persis dan secara detail. Mungkin besok atau lusa," lanjut Ibnu.
Setelah menjalani tes fisik, lanjut Ibnu, calon pemain Persebaya masih harus mengikuti tes medis. Bila tahapan ini sudah dilalui dan dinyatakan lolos, maka manajemen akan memulai melakukan negoisasi kontrak.
(aww)