Kahn: Permainan Jerman unik & bodoh
Jum'at, 19 Oktober 2012 - 14:28 WIB
Kahn: Permainan Jerman unik & bodoh
A
A
A
Sindonews.com - Mantan kiper nasional Jerman Oliver Kahn mengkritik permainan skuad berjuluk Der Panzer setelah ditahan imbang Swedia dengan skor 4-4 meski sempat unggul empat gol terlebih dahulu. Menurutnya, penampilan tim asuhan Joachim Loew itu harus memiliki mental yang kuat.
Pada pertandingan itu, Jerman sempat unggul 4-0 lebih dulu. Namun, setelah itu penampilan mereka sangat buruk. Bahkan, dalam 30 menit terarkhir, mereka kebobolan empat gol hingga pertandingan berakhir imbang 4-4. Menurut Kahn ia tidak percaya dengan apa yang terjadi, hal itu sungguh diluar dugaan.
"Hal itu tidak disangka, mengingat Jerman telah mendominasi pertandingan hingga sampai menit ke 60. Itu benar-benar kebodohan yang unik," ucap Kahn seperti dilansir Soccerway, Jumat (19/10/2012).
"Ketika skor sudah menjadi 4-2, harusnya fokus diperkuat untuk mempertahankan keunggulan, dengan juga memperkuat pertahanan. Saya menangkap kesan, tim ini tak bisa bereaksi dengan benar dalam menghadapi situasi ekstrem," sambungnya.
"Di lapangan saya lihat ada komunikasi minim antar pemain. Setelah kami menang 4-2 melawan Swedia saya mendapat kesan kami takut untuk bermain secara kolektif. Ketika Anda memimpin seperti ini, Anda harus menurunkan tempo permainan secara otomatis," terangnya.
"Ketika Anda memimpin dan kemudian lawan mulai bangkit, Anda akan kehilangan banyak hal dari sebelumnya. Kemudian, kedudukan dengan cepat berubah menjadi 4-3 dan Anda mulai panik sebagai konsekuensi logis. Lawan tiba-tiba makin bangkit. Tapi, tim yang berada di lapangan sudah cukup berpengalaman untuk tak membiarkan hal ini terjadi," tandasnya.
Pada pertandingan itu, Jerman sempat unggul 4-0 lebih dulu. Namun, setelah itu penampilan mereka sangat buruk. Bahkan, dalam 30 menit terarkhir, mereka kebobolan empat gol hingga pertandingan berakhir imbang 4-4. Menurut Kahn ia tidak percaya dengan apa yang terjadi, hal itu sungguh diluar dugaan.
"Hal itu tidak disangka, mengingat Jerman telah mendominasi pertandingan hingga sampai menit ke 60. Itu benar-benar kebodohan yang unik," ucap Kahn seperti dilansir Soccerway, Jumat (19/10/2012).
"Ketika skor sudah menjadi 4-2, harusnya fokus diperkuat untuk mempertahankan keunggulan, dengan juga memperkuat pertahanan. Saya menangkap kesan, tim ini tak bisa bereaksi dengan benar dalam menghadapi situasi ekstrem," sambungnya.
"Di lapangan saya lihat ada komunikasi minim antar pemain. Setelah kami menang 4-2 melawan Swedia saya mendapat kesan kami takut untuk bermain secara kolektif. Ketika Anda memimpin seperti ini, Anda harus menurunkan tempo permainan secara otomatis," terangnya.
"Ketika Anda memimpin dan kemudian lawan mulai bangkit, Anda akan kehilangan banyak hal dari sebelumnya. Kemudian, kedudukan dengan cepat berubah menjadi 4-3 dan Anda mulai panik sebagai konsekuensi logis. Lawan tiba-tiba makin bangkit. Tapi, tim yang berada di lapangan sudah cukup berpengalaman untuk tak membiarkan hal ini terjadi," tandasnya.
(akr)