Bonus Rp425juta untuk modal menikah
Jum'at, 19 Oktober 2012 - 23:19 WIB
Bonus Rp425juta untuk modal menikah
A
A
A
Sindonews.com - Cairnya bonus PON dari KONI Jatim membawa kebahagiaan bagi sejumlah atlet, termasuk pesenam Agus Adi Prayogo. Maklum bonus ratusan juta dinanti sebagai modal membangun rumah tangga yang baru dibina.
Wajar jika bonus dinanti Agus Adi Prayogo. Sebab, dia termasuk menjadi salah satu atlet Jatim peraih bonus tertinggi. Dengan total perolehan 3 emas, 1 perak dan 1 perunggu, bonus sebesar Rp 425 juta masuk ke kantong. "Saya belum menghitung dapat berapa, yang pasti memang berharap bonus PON bisa cepat cair, " ujarnya.
Dalam PON Riau lalu, Agus berhasil meraih tiga emas. Masing-masing dari nomor perorangan meja lompat, gelang-gelang dan kategori beregu. Emas perorangan dihargai bonus sebesar Rp 150 juta, sedangan emas perorangan empat orang diberikan bonus senilai Rp 75 juta.
Selain itu, dia juga menyabet medali perak di nomor lantai perorangan dan perunggu di nomor all round (semua jenis peralatan). Emas perak dan perunggu berkisar Rp 25 juta dan Rp 20 juta. ''Bonus ini sebagai kado pernikahan buat istri dan keluarga baru saya, ” ujar pria yang baru melangsungkan pernikahan belum lama ini.
Usai berakhirnya PON, Agus melangsungkan pernikahan pada 17 September dengan mempersunting Dewi Prahara, mantan pesenam andalan Jatim dan Indonesia di pentas Internasional. "Awalnya bonus untuk modal menikah, tapi karena baru cair sekarang yang kado terlambat, tapi tidak masalah," ujarnya tersenyum.
Bagi pesenam berusia 23 tahun ini, PON Riau merupakan penampilan terbaik dari dua PON yang sebelumnya sudah diikuti. Di Palembang, pada PON 2004, Agus cuma mendapat satu perak. Sedangkan di Kalimantan Timur tahun 2008 meningkat satu emas, tiga perak dan satu perunggu. "PON Riau paling istimewa, dapat tiga emas, satu perak dan satu perunggu. Lebih termotivasi juga untuk cari modal menikah,” uangkapnya.
Selain memberikan kado dan bulan muda bagi istrinya, sebagian uang bonus akan dimanfaatkan Agus untuk membuka usaha. "Mungkin sebagian ditabung, sebagaian buat usaha, sampai sekarang belum tahu usaha apa yang cocok, " ucapnya.
Agus sendiri terlahir bukan dari keluarga pesenam, karena kedua orang tuanya Kamsidi dan Sulastri hanya karyawan swasta. Mengenal dunia senam juga tidak sengaja. “Saat itu ada guru olahraga yang menantang ke semua siswa, jika ada yang bisa cium lutut maka akan diajari senam. Dan saya satu-satunya siswa yang sukses saat itu, dan akhirnya sampai sekarang bergelut dengan senam ” kenangnya.
Wajar jika bonus dinanti Agus Adi Prayogo. Sebab, dia termasuk menjadi salah satu atlet Jatim peraih bonus tertinggi. Dengan total perolehan 3 emas, 1 perak dan 1 perunggu, bonus sebesar Rp 425 juta masuk ke kantong. "Saya belum menghitung dapat berapa, yang pasti memang berharap bonus PON bisa cepat cair, " ujarnya.
Dalam PON Riau lalu, Agus berhasil meraih tiga emas. Masing-masing dari nomor perorangan meja lompat, gelang-gelang dan kategori beregu. Emas perorangan dihargai bonus sebesar Rp 150 juta, sedangan emas perorangan empat orang diberikan bonus senilai Rp 75 juta.
Selain itu, dia juga menyabet medali perak di nomor lantai perorangan dan perunggu di nomor all round (semua jenis peralatan). Emas perak dan perunggu berkisar Rp 25 juta dan Rp 20 juta. ''Bonus ini sebagai kado pernikahan buat istri dan keluarga baru saya, ” ujar pria yang baru melangsungkan pernikahan belum lama ini.
Usai berakhirnya PON, Agus melangsungkan pernikahan pada 17 September dengan mempersunting Dewi Prahara, mantan pesenam andalan Jatim dan Indonesia di pentas Internasional. "Awalnya bonus untuk modal menikah, tapi karena baru cair sekarang yang kado terlambat, tapi tidak masalah," ujarnya tersenyum.
Bagi pesenam berusia 23 tahun ini, PON Riau merupakan penampilan terbaik dari dua PON yang sebelumnya sudah diikuti. Di Palembang, pada PON 2004, Agus cuma mendapat satu perak. Sedangkan di Kalimantan Timur tahun 2008 meningkat satu emas, tiga perak dan satu perunggu. "PON Riau paling istimewa, dapat tiga emas, satu perak dan satu perunggu. Lebih termotivasi juga untuk cari modal menikah,” uangkapnya.
Selain memberikan kado dan bulan muda bagi istrinya, sebagian uang bonus akan dimanfaatkan Agus untuk membuka usaha. "Mungkin sebagian ditabung, sebagaian buat usaha, sampai sekarang belum tahu usaha apa yang cocok, " ucapnya.
Agus sendiri terlahir bukan dari keluarga pesenam, karena kedua orang tuanya Kamsidi dan Sulastri hanya karyawan swasta. Mengenal dunia senam juga tidak sengaja. “Saat itu ada guru olahraga yang menantang ke semua siswa, jika ada yang bisa cium lutut maka akan diajari senam. Dan saya satu-satunya siswa yang sukses saat itu, dan akhirnya sampai sekarang bergelut dengan senam ” kenangnya.
(aww)