Persib masih jauh dari ideal
Minggu, 21 Oktober 2012 - 22:10 WIB
Persib masih jauh dari ideal
A
A
A
BANDUNG – Secara hasil, Persib Bandung mendapatkan dua kali kemenangan dan satu kali kalah sepanjang menggelat pemusatan latihan (TC) di Ciamis dan Purbalingga. Secara nyata, pelatih Djadjang Nurdjaman mengakui tim besutannya itu masih jauh dari ideal. Menurutnya masih banyak pekerjaan rumah yang mesti dibenahi sebelum Maung Bandung bertarung di Indonesia Super League (ISL), awal Januari mendatang.
Sejumlah kesimpulan didapatkan Djadjang usai TC di Ciamis. Salah satunya adalah belum maksimalnya penyelesaian akhir. Hal itu terlihat dalam dua kali uji coba melawan Persibangga Purbalingga. Pada pertemuan pertama di Purbalingga, Minggu (14/10) lalu, Persib gagal untuk memaksakan hasil imbang dan membalikkan keadaan karena faktor buruknya finishing touch para pemain.
Kondisi serupa juga terjadi ketika Persib kembali berlaga melawan Persibangga di Ciamis, kemarin (20/10). Akibat tidak maksimalnya penyelesaian akhir, Maung Bandung harus menunggu hingga menit 89 untuk memastikan kemenangan. “Kalau sampai kembali kalah kita tidak tahu alasan apa yang akan kita sampaikan,” ucap Manajer Persib Umuh Muchtar mengomentari kemenangan 1-0 Persib atas Persibangga.
Secara teknis, pelatih Djadjang Nurdjaman mengakui jika anak asuhnya belum menemukan ritme permainan yang ideal. Hal itu dikarenakan dari sisi program latihan sendiri, masih menekankan antara peningkatan fisik pemain dengan penerapan taktik dan strategi. “Banyak hal yang kita peroleh selama melaksanakan pemusatan latiha,” ungkap Djadjang.
“Secara hasil kita tidak nol sama sekali seperti di pertandingan uji coba sebelumnya. Secara permainan juga ada sedikit peningkatan, walaupun tidak ada Kenji Adachihara di depan, alur bola sudah ada. Pemain juga masih kelelahan karena latihan kita masih dibarengi dengan latihan fisik,” imbuhnya.
Lebih dari itu, Djadjang mengakui timnya masih memiliki kendala yang cukup berarti, terutama di lini depan dan tengah. Itu, menurutnya, terlihat usai melakukan uji coba lawan Persibangga. “Saya lihat kendala Persib masih di lini depan dan lini tengah. Memang lini depan kita tidak teruji oleh lawan, apalagi Persibangga bermain negatif football, ya tidak teruji."
Djadjang mengaku, masih memerlukan waktu untuk memantapkan pasukannya jelang mengarungi kompetisi sesungguhnya (ISL) nanti. “Yang jelas kita masih perlu waktu dan akan terus memperbaiki ke depannya,” jelasnya.
Soal formasi, Djadjang menilai hingga saat ini masih memakai formasi sesuai dengan pemain yang ada yakni 4-2-3-1. Djadjang yakin jika lima pemain yang sebelumnya harus membela timnas versi KPSI sudah bergabung, ia bisa lebih leluasa dalam melakukan improvisasi skema permainan. “Saya masih melihat materi pemain yang ada saat ini. Tidak adanya Ridwan, Firman berpengaruh juga. Jadi saya harus melihat sisi itu. Selain itu disesuaikan juga dengan lawan yang kita hadapi. Memang materi saat ini masih melihat kejelekan,” tandasnya.
Sejumlah kesimpulan didapatkan Djadjang usai TC di Ciamis. Salah satunya adalah belum maksimalnya penyelesaian akhir. Hal itu terlihat dalam dua kali uji coba melawan Persibangga Purbalingga. Pada pertemuan pertama di Purbalingga, Minggu (14/10) lalu, Persib gagal untuk memaksakan hasil imbang dan membalikkan keadaan karena faktor buruknya finishing touch para pemain.
Kondisi serupa juga terjadi ketika Persib kembali berlaga melawan Persibangga di Ciamis, kemarin (20/10). Akibat tidak maksimalnya penyelesaian akhir, Maung Bandung harus menunggu hingga menit 89 untuk memastikan kemenangan. “Kalau sampai kembali kalah kita tidak tahu alasan apa yang akan kita sampaikan,” ucap Manajer Persib Umuh Muchtar mengomentari kemenangan 1-0 Persib atas Persibangga.
Secara teknis, pelatih Djadjang Nurdjaman mengakui jika anak asuhnya belum menemukan ritme permainan yang ideal. Hal itu dikarenakan dari sisi program latihan sendiri, masih menekankan antara peningkatan fisik pemain dengan penerapan taktik dan strategi. “Banyak hal yang kita peroleh selama melaksanakan pemusatan latiha,” ungkap Djadjang.
“Secara hasil kita tidak nol sama sekali seperti di pertandingan uji coba sebelumnya. Secara permainan juga ada sedikit peningkatan, walaupun tidak ada Kenji Adachihara di depan, alur bola sudah ada. Pemain juga masih kelelahan karena latihan kita masih dibarengi dengan latihan fisik,” imbuhnya.
Lebih dari itu, Djadjang mengakui timnya masih memiliki kendala yang cukup berarti, terutama di lini depan dan tengah. Itu, menurutnya, terlihat usai melakukan uji coba lawan Persibangga. “Saya lihat kendala Persib masih di lini depan dan lini tengah. Memang lini depan kita tidak teruji oleh lawan, apalagi Persibangga bermain negatif football, ya tidak teruji."
Djadjang mengaku, masih memerlukan waktu untuk memantapkan pasukannya jelang mengarungi kompetisi sesungguhnya (ISL) nanti. “Yang jelas kita masih perlu waktu dan akan terus memperbaiki ke depannya,” jelasnya.
Soal formasi, Djadjang menilai hingga saat ini masih memakai formasi sesuai dengan pemain yang ada yakni 4-2-3-1. Djadjang yakin jika lima pemain yang sebelumnya harus membela timnas versi KPSI sudah bergabung, ia bisa lebih leluasa dalam melakukan improvisasi skema permainan. “Saya masih melihat materi pemain yang ada saat ini. Tidak adanya Ridwan, Firman berpengaruh juga. Jadi saya harus melihat sisi itu. Selain itu disesuaikan juga dengan lawan yang kita hadapi. Memang materi saat ini masih melihat kejelekan,” tandasnya.
(aww)