Benny Sihotang: PSMS harus bisa dijual!
Senin, 22 Oktober 2012 - 18:46 WIB
Benny Sihotang: PSMS harus bisa dijual!
A
A
A
Sindonews.com - Rapat Anggota Luar Biasa (RULB) PSMS versi pengurus harian di Hotel Santika Dyandra Medan, Minggu (21/10), resmi menetapkan Benny Heriyanto Sihotang menjadi ketua umum periode 2012-2016. Dua kandidat lain yang mundur sebelum pemilihan, Wahyu Wahab dan Freddy Hutabarat, membuat Dirut PD Pasar Kota Medan ini resmi menjadi calon tunggal dan terpilih aklamasi.
Dari 28 klub yang diklaim diverifikasi, 25 klub hadir pada kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB itu. Yakni PS Posindo, PS Telkom, PS Kurnia, PS PTPN IV, PS Sinar Sakti, PS Tasbih, PS Naga Karimata, PS Padang Lawas Putra, PSK USU, PS Bintang Utara, PS Bintang Selatan, PS Mesran Prima, PS Putra Buana, PS Medan Putra, PS Deli Putra, PS Kesawan Putra, PS PTPN 3, PS Darma Putra, PS Dinamo, PS Pratama, PS Biranta, PS Perisai Pajak, PO Polisi, PS Indian Football dan PS Angkasa.
RALB diawali laporan pertanggungjawaban pengurus lama yang dibacakan Idris sebagai sekum merangkap CEO PSMS versi ISL yang diwarnai perdebatan soal siapa yang menanggungjawabi pembayarannya. Keputusan forum akhirnya menyatakan, persoalan utang diserahkan kepada pengurus lama.
Penyampaian visi dan misi diawali Benny Sihotang, lalu Freddy Hutabarat dan penutup oleh Wahyu Wahab yang malah menjadi pernyataan kemundurannya dari calon ketua umum. ''Saya datang dari Pro Duta, PSMS aset masyarakat Medan harus dipatenkan. PSMS tidak butuh nama besar karena mereka sendiri yang punya potensi untuk besar. Jadi saya pikir ini bukan saat yang tepat untuk maju,” ungkapnya.
Pasca tersisa dua calon, terjadi perdebatan soal kemana kompetisi PSMS yang akan diikuti. Freddy lantas maju ke podium mengajukan pertanyaan kompetisi PSMS musim ini. "Sekarang PSMS ini mau ke mana? Di sini ada manajemen IPL dan ISL," katanya namun pimpinan sidang, Doli Siregar memotong pernyataan Freddy. "Kalau gitu saya mundur," katanya disambut protes salah satu peserta rapat.
Kondisi itu membuat Benny Sihotang pun menjadi calon tunggal. Setelah terpilih, Benny pun menyampaikan program-programnya soal PSMS.Bahkan dia langsung mengarahkan PSMS akan berkompetisi di bawah bendera PSSI sebagai asosiasi tertinggi sepak bola di tanah air yang diambut tepuk tangan oleh undangan dan peserta rapat. Sontak keputusan ini mengundang protes Julius Raja yang menanggapi keputusan itu terlalu dini. Namun Benny bergeming.
”Saya sebagai ketua umum harus tegas. Saya ibaratkan ini (PSMS) suatu produk. Saya lemparkan produk dan saya mau lihat berapa banyak yang merespons. Saya akui prosesnya masih terlalu jauh karena masih ketua umum yang terpilih. Ketua umum tidak boleh one man show. Tapi saya mendengar ada yang ke sana dan ke sini. Jadi saya mau tegaskan. Satu lagi saya tidak suka intervensi. Saya siap mundur jika arus terlalu deras ke saya,” katanya.
Benny menjanjikan perbaikan manajemen yang harus mencari pendanaan tanpa dukungan APBD. ''Saya mau membenahi dari sisi manajemen. Saya tahu APBD tidak lagi diberikan kepada PSMS dan saya lebih suka itu. Karena kami mau menjalankan PSMS lebih profesional. Ini industri dan harus mulai menuju ke situ. PSMS harus bisa dijual. Tapi saya belum bisa hitung-hitungan soal dana,” ungkapnya.
Benny menegaskan akan secepatnya menentukan komposisi kepengurusan. Terpilihnya Benny menegaskan dualisme di kepengurusan PSMS. Lantas bagaimana dengan kepengurusan PSMS versi Indra Sakti Harahap?
”Saya akan tetap berusaha mendekati beliau (Indra Sakti Harahap) agar PSMS menjadi satu. Biar menjadi contoh di pusat yang berseteru PSSI dan KPSI-nya kalau PSMS bisa satu. Apalagi PSMS ini kan bukan milik pengurus tapi masyarakat Medan. Saya optimistis. Kalau tidak lebih baik saya tidak usah jadi ketua umum PSMS.Tapi kalau tidak terangkul apa boleh buat,” pungkasnya.
Sementara, Wali Kota Medan, Rahudman Harahap dalam sambutannya jelang membuka RALB berharap, PSMS bisa kembali andil dengan memberikan pesepak bola-pesepak bola andal sebagai kontribusi pada perkembangan sepak bola nasional.
Dari 28 klub yang diklaim diverifikasi, 25 klub hadir pada kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB itu. Yakni PS Posindo, PS Telkom, PS Kurnia, PS PTPN IV, PS Sinar Sakti, PS Tasbih, PS Naga Karimata, PS Padang Lawas Putra, PSK USU, PS Bintang Utara, PS Bintang Selatan, PS Mesran Prima, PS Putra Buana, PS Medan Putra, PS Deli Putra, PS Kesawan Putra, PS PTPN 3, PS Darma Putra, PS Dinamo, PS Pratama, PS Biranta, PS Perisai Pajak, PO Polisi, PS Indian Football dan PS Angkasa.
RALB diawali laporan pertanggungjawaban pengurus lama yang dibacakan Idris sebagai sekum merangkap CEO PSMS versi ISL yang diwarnai perdebatan soal siapa yang menanggungjawabi pembayarannya. Keputusan forum akhirnya menyatakan, persoalan utang diserahkan kepada pengurus lama.
Penyampaian visi dan misi diawali Benny Sihotang, lalu Freddy Hutabarat dan penutup oleh Wahyu Wahab yang malah menjadi pernyataan kemundurannya dari calon ketua umum. ''Saya datang dari Pro Duta, PSMS aset masyarakat Medan harus dipatenkan. PSMS tidak butuh nama besar karena mereka sendiri yang punya potensi untuk besar. Jadi saya pikir ini bukan saat yang tepat untuk maju,” ungkapnya.
Pasca tersisa dua calon, terjadi perdebatan soal kemana kompetisi PSMS yang akan diikuti. Freddy lantas maju ke podium mengajukan pertanyaan kompetisi PSMS musim ini. "Sekarang PSMS ini mau ke mana? Di sini ada manajemen IPL dan ISL," katanya namun pimpinan sidang, Doli Siregar memotong pernyataan Freddy. "Kalau gitu saya mundur," katanya disambut protes salah satu peserta rapat.
Kondisi itu membuat Benny Sihotang pun menjadi calon tunggal. Setelah terpilih, Benny pun menyampaikan program-programnya soal PSMS.Bahkan dia langsung mengarahkan PSMS akan berkompetisi di bawah bendera PSSI sebagai asosiasi tertinggi sepak bola di tanah air yang diambut tepuk tangan oleh undangan dan peserta rapat. Sontak keputusan ini mengundang protes Julius Raja yang menanggapi keputusan itu terlalu dini. Namun Benny bergeming.
”Saya sebagai ketua umum harus tegas. Saya ibaratkan ini (PSMS) suatu produk. Saya lemparkan produk dan saya mau lihat berapa banyak yang merespons. Saya akui prosesnya masih terlalu jauh karena masih ketua umum yang terpilih. Ketua umum tidak boleh one man show. Tapi saya mendengar ada yang ke sana dan ke sini. Jadi saya mau tegaskan. Satu lagi saya tidak suka intervensi. Saya siap mundur jika arus terlalu deras ke saya,” katanya.
Benny menjanjikan perbaikan manajemen yang harus mencari pendanaan tanpa dukungan APBD. ''Saya mau membenahi dari sisi manajemen. Saya tahu APBD tidak lagi diberikan kepada PSMS dan saya lebih suka itu. Karena kami mau menjalankan PSMS lebih profesional. Ini industri dan harus mulai menuju ke situ. PSMS harus bisa dijual. Tapi saya belum bisa hitung-hitungan soal dana,” ungkapnya.
Benny menegaskan akan secepatnya menentukan komposisi kepengurusan. Terpilihnya Benny menegaskan dualisme di kepengurusan PSMS. Lantas bagaimana dengan kepengurusan PSMS versi Indra Sakti Harahap?
”Saya akan tetap berusaha mendekati beliau (Indra Sakti Harahap) agar PSMS menjadi satu. Biar menjadi contoh di pusat yang berseteru PSSI dan KPSI-nya kalau PSMS bisa satu. Apalagi PSMS ini kan bukan milik pengurus tapi masyarakat Medan. Saya optimistis. Kalau tidak lebih baik saya tidak usah jadi ketua umum PSMS.Tapi kalau tidak terangkul apa boleh buat,” pungkasnya.
Sementara, Wali Kota Medan, Rahudman Harahap dalam sambutannya jelang membuka RALB berharap, PSMS bisa kembali andil dengan memberikan pesepak bola-pesepak bola andal sebagai kontribusi pada perkembangan sepak bola nasional.
(aww)