Didemo Bonek, Ibnu Grahan tenang
Senin, 22 Oktober 2012 - 19:19 WIB
Didemo Bonek, Ibnu Grahan tenang
A
A
A
Sindonews.com - Tensi dalam tubuh Persebaya mulai memanas. Salah satu pemicunya, bonek menolak Ibnu Grahan menjadi pelatih kepala menggantikan Divaldo Alves dalam aksi demo di Gedung Grahadi dan Mess Eri Erianto, Senin (22/10). Apa kata Ibnu?
Meski posisinya digoyang, Ibnu Grahan masih bersikap tenang. Sebab, sampai saat ini dirinya belum memengang secara resmi jabatan pelatih kepala karena menunggu kedatangan Gede Widiade dari ibadah haji, 28 Oktober mendatang, "Saya sendiri belum ada SK masih menunggu Pak Gede pulang ibadah haji," ujarnya.
Sebelumnya, Gede Widiade yang hingga sekarang belum memegang SK CEO mengatakan kepada sejumlah wartawan jika sudah menunjuk secara lisan Ibnu Grahan sebagai pelatih kepala menggantikan Divaldo Alves, pada akhir Agustus lalu. Bahkan, juga sempat ada rencana mengangkat Fernando Soler sebagai asisten pelatih.
Ditambahkan Ibnu, sikap penolakan bonek dianggap tidak salah. Sebab, selama ini memang kurang pengalaman sebagai pelatih kepala. "Kalau memang dari kacamata bonek saya diragukan itu tidak ada masalah, mungkin karena saya jarang sebagai pelatih kepala, " ucapnya.
Yang pasti, Ibnu berharap penolakan yang dilakukan bonek terhadap dirinya merupakan murni suara dari suporter. "Sikap seperti itu bagus. Yang penting tidak ada unsur-unsur lain jika memang meragukan saya sebagai pelatih, " ucap pria yang pernah menjebol gawang AC Milan di era 90 an ini.
Selama berkiprah di pentas sepak bola, Ibnu Grahan memang dikenal sebagai " asisten abadi". Sudah bermusim-musim di Persebaya, Ibnu memegang jabatan asisten pelatih. Mulai dari mendampingi pelatih Jacksen F Tiago, Fredy Mulli, Gildo Rodriques, Aji Santodo hingga Danurwindo.
Ibnu pernah sekali menjadi pelatih Persebaya saat mengantikan posisi Gildo Roriquez yang dipecat saat Persebaya berkiprah di Divisi Utama musim 2007. Namun prestasi memang tidak menonjol. Setelah itu, Ibnu kembali menjadi asisten pelatih lagi. "Yang perlu diingat saya adalah arek Suroboyo asli, " tandasnya.
Meski tidak menjelaskan maksud pernyataannya, namun bisa ditebak sebagai orang Surabaya dan pemain Persebaya, Ibnu Grahan ingin memastikan jika tidak akan pernah ada niat menghancurkan tim yang telah membesarkan namanya.
Meski posisinya digoyang, Ibnu Grahan masih bersikap tenang. Sebab, sampai saat ini dirinya belum memengang secara resmi jabatan pelatih kepala karena menunggu kedatangan Gede Widiade dari ibadah haji, 28 Oktober mendatang, "Saya sendiri belum ada SK masih menunggu Pak Gede pulang ibadah haji," ujarnya.
Sebelumnya, Gede Widiade yang hingga sekarang belum memegang SK CEO mengatakan kepada sejumlah wartawan jika sudah menunjuk secara lisan Ibnu Grahan sebagai pelatih kepala menggantikan Divaldo Alves, pada akhir Agustus lalu. Bahkan, juga sempat ada rencana mengangkat Fernando Soler sebagai asisten pelatih.
Ditambahkan Ibnu, sikap penolakan bonek dianggap tidak salah. Sebab, selama ini memang kurang pengalaman sebagai pelatih kepala. "Kalau memang dari kacamata bonek saya diragukan itu tidak ada masalah, mungkin karena saya jarang sebagai pelatih kepala, " ucapnya.
Yang pasti, Ibnu berharap penolakan yang dilakukan bonek terhadap dirinya merupakan murni suara dari suporter. "Sikap seperti itu bagus. Yang penting tidak ada unsur-unsur lain jika memang meragukan saya sebagai pelatih, " ucap pria yang pernah menjebol gawang AC Milan di era 90 an ini.
Selama berkiprah di pentas sepak bola, Ibnu Grahan memang dikenal sebagai " asisten abadi". Sudah bermusim-musim di Persebaya, Ibnu memegang jabatan asisten pelatih. Mulai dari mendampingi pelatih Jacksen F Tiago, Fredy Mulli, Gildo Rodriques, Aji Santodo hingga Danurwindo.
Ibnu pernah sekali menjadi pelatih Persebaya saat mengantikan posisi Gildo Roriquez yang dipecat saat Persebaya berkiprah di Divisi Utama musim 2007. Namun prestasi memang tidak menonjol. Setelah itu, Ibnu kembali menjadi asisten pelatih lagi. "Yang perlu diingat saya adalah arek Suroboyo asli, " tandasnya.
Meski tidak menjelaskan maksud pernyataannya, namun bisa ditebak sebagai orang Surabaya dan pemain Persebaya, Ibnu Grahan ingin memastikan jika tidak akan pernah ada niat menghancurkan tim yang telah membesarkan namanya.
(aww)