Penentuan skuad PSMS bakal berjalan alot
Senin, 22 Oktober 2012 - 20:05 WIB
Penentuan skuad PSMS bakal berjalan alot
A
A
A
Sindonews.com - Diperkirakan, negosiasi kontrak menjadi proses paling alot dalam penentuan skuad PSMS Medan musim ini kendati komposisi tim tidak akan mengalami banyak perubahan kecuali penambahan skuad asing sebagai pelengkap awal perjuangan klub berjuluk Ayam Kinantan ini di kasta kedua.
Untuk skuad asing, pelatih PSMS, Suimin Diharja telah menyiapkan program perekrutannya. Dijumai di Gedung Mantan Pemain PSMS Medan, Komplek Stadion Kebun Bunga kemarin, Suimin mengatakan, skuad asing akan melalui tahap seleksi mulai pekan depan. "Tranining Camp (pemusatan latihan) sudah akan digelar mulai Senin (29/10). Di saat itu, pemain asing sudah ikut berlatih secara reguler yang juga merupakan masa seleksi bagi mereka," kata Suimin.
Namun, dia mengaku tidak menginginkan kehadiran pemain ekspatriat yang datang berbondong-bondong, tetapi hanya tiga orang setiap sesi. "Manajemen yang nantinya mengontak agen untuk mendatangkan pemain asing. Satu orang setiap posisi, jadi tiga orang. Mana pemain yang berpeluang akan bertahan, mana yang tidak mampu, akan dipulangkan. Jadi tidak datang banyak-banyak, tiga saja. Itu pun kalau rencana seperti yang kami jadwalkan terpenuhi, bisa fleksibel," ujarnya.
Di sisi lain, pihaknya juga sudah menyerahkan nama-nama 34 pemain yang lolos seleksi tahap II kepada manajemen yang selanjutnya proses negosiasinya akan dilanjutkan ketika pemain tersebut lolos tahapan tes kesehatan dan tes fisik. "Nama 34 pemain sudah diserahkan ke manajemen, manajemen menindaklanjuti. Tes fisik di unimed, dan jika lolos dua taha itu, selanjutnya negosiasi kontrak dengan manajemen," bebernya.
Kelulusan tes fisik, pemain harus memiliki asupan oksigen maksimal (VO2 max) di atas 50. Sedangkan tes kesehatan, pemain yang punya riwayat cedera permanen dipastikan tidak lolos. "Kalau pemain punya riwayat cedera permanen pasti tidak lolos dan VO2 Max di bawah 50 akan gagal. Begitu juga pemain yang negosiasinya enggak sesuai," beber mantan pelatih Persijap Jepara itu.
Kenapa pihaknya memilih total 34 pemain yang masing-masing posisi dipilih tiga terbaik, menurutnya hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kegagalan di tahap akhir tes. "Jadi, 34 pemain itu belum tentu masuk semua, dan sebagai antisipasinya, ranking keempat yang sebelumnya gagal, dinaikkan lagi untuk diberikan kesempatan bergabung," katanya lagi.
Untuk skuad asing, pelatih PSMS, Suimin Diharja telah menyiapkan program perekrutannya. Dijumai di Gedung Mantan Pemain PSMS Medan, Komplek Stadion Kebun Bunga kemarin, Suimin mengatakan, skuad asing akan melalui tahap seleksi mulai pekan depan. "Tranining Camp (pemusatan latihan) sudah akan digelar mulai Senin (29/10). Di saat itu, pemain asing sudah ikut berlatih secara reguler yang juga merupakan masa seleksi bagi mereka," kata Suimin.
Namun, dia mengaku tidak menginginkan kehadiran pemain ekspatriat yang datang berbondong-bondong, tetapi hanya tiga orang setiap sesi. "Manajemen yang nantinya mengontak agen untuk mendatangkan pemain asing. Satu orang setiap posisi, jadi tiga orang. Mana pemain yang berpeluang akan bertahan, mana yang tidak mampu, akan dipulangkan. Jadi tidak datang banyak-banyak, tiga saja. Itu pun kalau rencana seperti yang kami jadwalkan terpenuhi, bisa fleksibel," ujarnya.
Di sisi lain, pihaknya juga sudah menyerahkan nama-nama 34 pemain yang lolos seleksi tahap II kepada manajemen yang selanjutnya proses negosiasinya akan dilanjutkan ketika pemain tersebut lolos tahapan tes kesehatan dan tes fisik. "Nama 34 pemain sudah diserahkan ke manajemen, manajemen menindaklanjuti. Tes fisik di unimed, dan jika lolos dua taha itu, selanjutnya negosiasi kontrak dengan manajemen," bebernya.
Kelulusan tes fisik, pemain harus memiliki asupan oksigen maksimal (VO2 max) di atas 50. Sedangkan tes kesehatan, pemain yang punya riwayat cedera permanen dipastikan tidak lolos. "Kalau pemain punya riwayat cedera permanen pasti tidak lolos dan VO2 Max di bawah 50 akan gagal. Begitu juga pemain yang negosiasinya enggak sesuai," beber mantan pelatih Persijap Jepara itu.
Kenapa pihaknya memilih total 34 pemain yang masing-masing posisi dipilih tiga terbaik, menurutnya hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kegagalan di tahap akhir tes. "Jadi, 34 pemain itu belum tentu masuk semua, dan sebagai antisipasinya, ranking keempat yang sebelumnya gagal, dinaikkan lagi untuk diberikan kesempatan bergabung," katanya lagi.
(aww)