Indra Sakti bawa dualisme PSMS ke Pengadilan
Rabu, 24 Oktober 2012 - 21:13 WIB
Indra Sakti bawa dualisme PSMS ke Pengadilan
A
A
A
Sindonews.com - Dualisme PSMS Medan masih belum berakhir. Di tengah upaya untuk membenahi kondisi PSMS Medan yang sedang terpuruk, PSMS Medan versi kepengurusan Indra Sakti Harahap harus disibukkan dengan kehadiran PSMS lain yang diketuai Benny Sihotang yang juga mengusung perbaikan terhadap keadaan klub berjuluk Ayam Kinantan.
Namun, namanya dualisme, kondisi tersebut tetap menjadi permasalahan besar, lantaran kedua-dua pihak mengaku sebagai yang sah dan paling benar. RULB versi Hotel Candi Medan yang memilih Indra Sakti Harahap didukung oleh 27 klub anggota PSMS, sedangkan RALB pengurus harian PSMS mengklaim didukung 25 klub. Ada beberapa klub yang mendukung Indra Sakti namun juga tercantum pada RALB di Hotel Santika Dyandra Minggu (21/10) lalu.
Kondisi ini tak ayal membuat geram kubu Indra Sakti dan klub yang mengaku namanya dicatut pada RALB pengurus harian. Setelah menggelar beberapa pertemuan sebelumnya dengan pengurus klub yang mendukung, hari ini, kubu Indra Sakti Harahap bakal kembali mengundang klub-klub tersebut, untuk menegaskab sikap dukungan kepada Indra Sakti.
"Kami mau undang 26 klub yang mendukung kemarin, sebagai penegasan sikap 26 klub ini terhadap kepengurusan PSMS yang diketuai Indra Sakti dan sika mereka terhadap RALB yang mengatasnamakan PSMS, sekaligus sika klub kepada pihak-pihak yang mendompleng nama klub," ujar Bendahara PSMS Medan, Sugeng Rahayu kemarin.
Bahkan, pertemuan yang direncanakan digelar di Gedung Mantan PSMS Medan siang ini juga menurut Sugeng merupakan penyatuan sikap untuk membawa masalah pencatutan nama klub ke pengadilan. "Menegaskan bahwa klub PSMS mendukung yang mana. Kalau mereka (klub) tidak mau dan bersedia, buat apa kami lanjutkan mengurusi PSMS. Yang jelas, masalah ini mau kami bawa ke pengadilan," kata Sugeng.
Sugeng menjelaskan, klub-klub yang mendukung Indra Sakti akan membuat pernyataan di atas segel soal sikap dan dukungannya terhadap Indra Sakti dan menolak klaim yang menyebutkan klub tersebut mendukung figur lainnya. "Intinya, klub akan membuat pernyataan di atas segel. Siapa yang benar, siapa yang salah di sini akan ketahuan," ungkapnya.
Berdasarkan informasi yang didapat pihak PSMS Indra, banyak orang-orang yang mengaku perwakilan klub merupakan orang-orang yang asal catut, alias orang yang tidak berhak memberikan suara. " Di sini akan ketahuan mana yang asli dan palsu. Kami sudah melapporkan ini ke kepolisian resort Medan, tapi belum ada tindakan dan sepertinya kurang ditanggapi, makanya kami memutuskan membawanya ke pengadillan. " ungkapnya.
Kondisi dualisme itu pula menurut Sugeng yang membuat pihaknya belum meneruskan pembentukan tim. "Kepengurusan juga masih ada masalah seperti ini, melanjutkan tim ini setelah masalahnya selesai," ucap Sugeng.
PO Polisi, PS Telkom, PS Medan Putra merupakan beberapa klub yang merasa namanya dicatutu bersama klub-klub lainnya. Untuk itu, beberapa ketum klub anggota PSMS akan datang ppada kegiatan tersebut. Kompol Jono (Ketua PS PO Polisi) juga akan hadir, dia mengatakan akan membawa orang yang mengatasnamakan PO Polisi ke ranah hukum," beber Sugeng.
Menurut Sugeng, sejumlah pihak berniat menghancurkan sepakbola di Kota Medan di tengah upaya pihaknya untuk membangun kembali atmosfer sepakbola di Kota Medan menjadi lebih baik. "Mereka yang menghancurkan sepak bola itu mereka itu. Mereka memaksakan membuat PSM lain di saat kita perlahan-lahan sudah mengelolanya bagus-bagus," ungkapnya.
Sementara Sekretaris Umum PSMS versi RULB Hotel Candi, Martius Latuperissa menegaskan, akan melaorkan pihak-pihak yang mengatasnamakan PSMS ke ranah hukum. "Yang mengaku perwakilan klub dan orang-orang yang mengondisikan orang lain sebagai perwakilan klub sedang kami selidiki dan akan kami bawa ke jalur hukum," tegas Martius.
Namun, namanya dualisme, kondisi tersebut tetap menjadi permasalahan besar, lantaran kedua-dua pihak mengaku sebagai yang sah dan paling benar. RULB versi Hotel Candi Medan yang memilih Indra Sakti Harahap didukung oleh 27 klub anggota PSMS, sedangkan RALB pengurus harian PSMS mengklaim didukung 25 klub. Ada beberapa klub yang mendukung Indra Sakti namun juga tercantum pada RALB di Hotel Santika Dyandra Minggu (21/10) lalu.
Kondisi ini tak ayal membuat geram kubu Indra Sakti dan klub yang mengaku namanya dicatut pada RALB pengurus harian. Setelah menggelar beberapa pertemuan sebelumnya dengan pengurus klub yang mendukung, hari ini, kubu Indra Sakti Harahap bakal kembali mengundang klub-klub tersebut, untuk menegaskab sikap dukungan kepada Indra Sakti.
"Kami mau undang 26 klub yang mendukung kemarin, sebagai penegasan sikap 26 klub ini terhadap kepengurusan PSMS yang diketuai Indra Sakti dan sika mereka terhadap RALB yang mengatasnamakan PSMS, sekaligus sika klub kepada pihak-pihak yang mendompleng nama klub," ujar Bendahara PSMS Medan, Sugeng Rahayu kemarin.
Bahkan, pertemuan yang direncanakan digelar di Gedung Mantan PSMS Medan siang ini juga menurut Sugeng merupakan penyatuan sikap untuk membawa masalah pencatutan nama klub ke pengadilan. "Menegaskan bahwa klub PSMS mendukung yang mana. Kalau mereka (klub) tidak mau dan bersedia, buat apa kami lanjutkan mengurusi PSMS. Yang jelas, masalah ini mau kami bawa ke pengadilan," kata Sugeng.
Sugeng menjelaskan, klub-klub yang mendukung Indra Sakti akan membuat pernyataan di atas segel soal sikap dan dukungannya terhadap Indra Sakti dan menolak klaim yang menyebutkan klub tersebut mendukung figur lainnya. "Intinya, klub akan membuat pernyataan di atas segel. Siapa yang benar, siapa yang salah di sini akan ketahuan," ungkapnya.
Berdasarkan informasi yang didapat pihak PSMS Indra, banyak orang-orang yang mengaku perwakilan klub merupakan orang-orang yang asal catut, alias orang yang tidak berhak memberikan suara. " Di sini akan ketahuan mana yang asli dan palsu. Kami sudah melapporkan ini ke kepolisian resort Medan, tapi belum ada tindakan dan sepertinya kurang ditanggapi, makanya kami memutuskan membawanya ke pengadillan. " ungkapnya.
Kondisi dualisme itu pula menurut Sugeng yang membuat pihaknya belum meneruskan pembentukan tim. "Kepengurusan juga masih ada masalah seperti ini, melanjutkan tim ini setelah masalahnya selesai," ucap Sugeng.
PO Polisi, PS Telkom, PS Medan Putra merupakan beberapa klub yang merasa namanya dicatutu bersama klub-klub lainnya. Untuk itu, beberapa ketum klub anggota PSMS akan datang ppada kegiatan tersebut. Kompol Jono (Ketua PS PO Polisi) juga akan hadir, dia mengatakan akan membawa orang yang mengatasnamakan PO Polisi ke ranah hukum," beber Sugeng.
Menurut Sugeng, sejumlah pihak berniat menghancurkan sepakbola di Kota Medan di tengah upaya pihaknya untuk membangun kembali atmosfer sepakbola di Kota Medan menjadi lebih baik. "Mereka yang menghancurkan sepak bola itu mereka itu. Mereka memaksakan membuat PSM lain di saat kita perlahan-lahan sudah mengelolanya bagus-bagus," ungkapnya.
Sementara Sekretaris Umum PSMS versi RULB Hotel Candi, Martius Latuperissa menegaskan, akan melaorkan pihak-pihak yang mengatasnamakan PSMS ke ranah hukum. "Yang mengaku perwakilan klub dan orang-orang yang mengondisikan orang lain sebagai perwakilan klub sedang kami selidiki dan akan kami bawa ke jalur hukum," tegas Martius.
(aww)