Bandung Raya bangkit lagi
Kamis, 25 Oktober 2012 - 16:00 WIB
Bandung Raya bangkit lagi
A
A
A
Sindonews.com – Persib Bandung tak lagi sendirian. Musim depan, Bandung Raya klub yang sudah absen berkiprah di kompetisi kasta tertinggi selama 15 tahun akan kembali hadir dan meramaikan persaingan.
Kepastian Bandung Raya kembali ke level kompetisi tertinggi didapat setelah PT. Retower Asia yang memiliki mayoritas saham klub yang didirikan pada 17 Juni 1987 tersebut, melakukan akuisisi terhadap Pelita Jaya Karawang. Keputusan ini, membuat manajemen Bandung Raya berhak melakukan perubahan secara struktural klub maupun perusahaan.
Komisaris PS Bandung, Tri Goestoro membenarkan kesepakatan yang dijalin antara PT. Retower Asia dengan PT. Nirwana Pelita Jaya, Rabu (24/10) lalu. “Ya betul memang sudah terjadi kesepakatan dan kita akan matangkan hasilnya di tingkat manajemen dan pengurus teras (direksi),” ungkap Tri saat dihubungi Seputar Indonesia, kemarin.
Dijelaskan Tri, sejak 2011 lalu, hak kepemilikan Bandung Raya sudah di kuasasi PT. Retower Asia sebesar 65%. “Kita sebenarnya sudah berencana kembali berlaga di kompetisi tertinggi sejak tahun lalu. Tapi ada sejumlah kendala yang bersifat administratif. Karena itu kita melakukan proses pengambilalihan terhadap klub yang berkiprah di ISL,” terang Tri.
Soal nama, Tri belum bisa memastikan apakah nama Bandung Raya akan tetap digunakan atau akan menggunakan nama lain. Meski begitu, jika melihat pada sejarah perjalanan serta penerimaan masyarakat Bandung terhadap juara Liga Indonesia II musim 1995/1996 tersebut. Nama Bandurng Raya kemungkinan besar bakal dipilih ketimbang Pelita Jaya.
“Kita belum memastikan segalanya, termasuk soal nama. Karena itu, khususnya di tingkat komisaris perlu dilakukan pembahasan dulu sebelum memastikan semuanya, salah satu diantaranya menentukan nama tim,” ujar Tri.
Terlepas dari itu, Tri berharap masyarakat Bandung dan Jabar masih cukup terbuka menerima kehadiran Bandung Raya meski lebih dari satu dekade tidak menyapa langsung masyarakat Bandung. “Selama itu (15 tahun) sebenarnya kita tidak benar-benar vakum. Sebab Bandung Raya sendiri kan pernah beberapa kali ikut kompetisi Divisi III,” jelas Tri.
“Kami harap masyarakat Bandung dan Jabar masih menerima Bandung Raya. Tanpa dukungan mereka, dulu kita tak akan pernah bisa meraih prestasi terbaik. Karena itu, kita sangat berharap dukungan dan perhatian serupa bisa diberikan masyarakat kepada Bandung Raya,” tambahnya.
Sementara itu, beragam komentar disampaikan terhadap kehadiran kembali Bandung Raya. Salah satunya datang dari Manajer Persib, Umuh Muchtar. Meski menyambut baik kehadiran Bandung Raya, namun Umuh tetap mempertanyakan aturan main yang diberlakukan terhadap klub peserta ISL musim depan.
“Menurut saya bagus juga jika di Jawa Barat banyak klub yang tampil di ISL. Tapi saya harap ini bukan sekadar asal-asalan, kalau sampai muncul dan hilang lagi pasti yang merasakan efek jeleknya adalah masyarakat sepak bola Bandung itu sendiri,” tandas Umuh.
Kepastian Bandung Raya kembali ke level kompetisi tertinggi didapat setelah PT. Retower Asia yang memiliki mayoritas saham klub yang didirikan pada 17 Juni 1987 tersebut, melakukan akuisisi terhadap Pelita Jaya Karawang. Keputusan ini, membuat manajemen Bandung Raya berhak melakukan perubahan secara struktural klub maupun perusahaan.
Komisaris PS Bandung, Tri Goestoro membenarkan kesepakatan yang dijalin antara PT. Retower Asia dengan PT. Nirwana Pelita Jaya, Rabu (24/10) lalu. “Ya betul memang sudah terjadi kesepakatan dan kita akan matangkan hasilnya di tingkat manajemen dan pengurus teras (direksi),” ungkap Tri saat dihubungi Seputar Indonesia, kemarin.
Dijelaskan Tri, sejak 2011 lalu, hak kepemilikan Bandung Raya sudah di kuasasi PT. Retower Asia sebesar 65%. “Kita sebenarnya sudah berencana kembali berlaga di kompetisi tertinggi sejak tahun lalu. Tapi ada sejumlah kendala yang bersifat administratif. Karena itu kita melakukan proses pengambilalihan terhadap klub yang berkiprah di ISL,” terang Tri.
Soal nama, Tri belum bisa memastikan apakah nama Bandung Raya akan tetap digunakan atau akan menggunakan nama lain. Meski begitu, jika melihat pada sejarah perjalanan serta penerimaan masyarakat Bandung terhadap juara Liga Indonesia II musim 1995/1996 tersebut. Nama Bandurng Raya kemungkinan besar bakal dipilih ketimbang Pelita Jaya.
“Kita belum memastikan segalanya, termasuk soal nama. Karena itu, khususnya di tingkat komisaris perlu dilakukan pembahasan dulu sebelum memastikan semuanya, salah satu diantaranya menentukan nama tim,” ujar Tri.
Terlepas dari itu, Tri berharap masyarakat Bandung dan Jabar masih cukup terbuka menerima kehadiran Bandung Raya meski lebih dari satu dekade tidak menyapa langsung masyarakat Bandung. “Selama itu (15 tahun) sebenarnya kita tidak benar-benar vakum. Sebab Bandung Raya sendiri kan pernah beberapa kali ikut kompetisi Divisi III,” jelas Tri.
“Kami harap masyarakat Bandung dan Jabar masih menerima Bandung Raya. Tanpa dukungan mereka, dulu kita tak akan pernah bisa meraih prestasi terbaik. Karena itu, kita sangat berharap dukungan dan perhatian serupa bisa diberikan masyarakat kepada Bandung Raya,” tambahnya.
Sementara itu, beragam komentar disampaikan terhadap kehadiran kembali Bandung Raya. Salah satunya datang dari Manajer Persib, Umuh Muchtar. Meski menyambut baik kehadiran Bandung Raya, namun Umuh tetap mempertanyakan aturan main yang diberlakukan terhadap klub peserta ISL musim depan.
“Menurut saya bagus juga jika di Jawa Barat banyak klub yang tampil di ISL. Tapi saya harap ini bukan sekadar asal-asalan, kalau sampai muncul dan hilang lagi pasti yang merasakan efek jeleknya adalah masyarakat sepak bola Bandung itu sendiri,” tandas Umuh.
(wbs)